Beta Feedberry sedang dalam pengembangan aktif. Seluruh konten dapat diakses gratis.

4 MEI 2026
FEEDberryBISNIS · PASAR · KEBIJAKAN · INDONESIA

Intelijen keuangan AI untuk Indonesia.

Prospek GOTO di Bawah Rezim Perpres 27/2026: Potensi Rugi Rp303 Miliar per Kuartal
Beranda / Kebijakan / Prospek GOTO di Bawah Rezim Perpres 27/2026: Potensi Rugi Rp303 Miliar per Kuartal
Kebijakan

Prospek GOTO di Bawah Rezim Perpres 27/2026: Potensi Rugi Rp303 Miliar per Kuartal

Tim Redaksi Feedberry ·4 Mei 2026 pukul 07.49 · Sumber: Katadata ↗
Feedberry Score
8 / 10

Regulasi baru yang akan datang langsung mengancam profitabilitas GOTO yang baru pertama kali mencetak laba, dengan potensi kerugian kuartalan hingga Rp303 miliar — dampak sistemik bagi ekosistem ride-hailing dan investor.

Urgensi 8
Luas Dampak 7
Dampak Indonesia 9
Analisis Regulasi & Kebijakan
Nama Regulasi
Peraturan Presiden No. 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online
Penerbit
Presiden Republik Indonesia
Berlaku Sejak
belum berlaku efektif

Ringkasan Eksekutif

Perpres 27/2026 yang akan datang berpotensi memangkas potongan aplikasi ojol dari 20% menjadi maksimal 8%. Bagi GOTO, segmen mobilitas yang baru mencapai profitabilitas operasional berpotensi balik rugi Rp77,96 miliar per kuartal, dan bisa membengkak menjadi Rp302,96 miliar jika ditambah kewajiban BPJS. Ini adalah ujian pertama profitabilitas GOTO pasca-laba perdana di Q1-2026.

Kenapa Ini Penting

Jika skenario ISEAI terbukti, GOTO — yang baru mencetak laba pertama dalam sejarahnya — bisa kembali ke zona merah hanya karena satu aturan. Investor yang masuk setelah Q1-2026 harus mencermati apakah kenaikan tarif ke konsumen bisa mengompensasi potongan yang tergerus.

Dampak Bisnis

  • Segmen mobilitas GOTO berpotensi rugi Rp77,96 miliar per kuartal jika potongan flat 8% diterapkan tanpa penyesuaian tarif.
  • Kewajiban BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan (estimasi Rp25.000/driver/bulan) untuk 3 juta driver aktif menambah beban Rp225 miliar per kuartal, membuat total kerugian potensial mencapai Rp302,96 miliar per kuartal.
  • Take rate segmen on-demand services GOTO saat ini 14,3% — pemangkasan ke 8% berarti pendapatan bersih dari segmen ini bisa turun sekitar 44% dari Rp815 miliar per kuartal.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: respons manajemen GOTO — apakah akan menaikkan tarif dasar ke konsumen atau melakukan efisiensi biaya lain untuk menahan dampak.
  • Risiko yang perlu dicermati: kepatuhan penuh terhadap Perpres 27/2026 tanpa celah — jika diterapkan secara ketat, model bisnis ride-hailing GOTO perlu dirombak total.
  • Sinyal yang perlu diawasi: reaksi investor dan pergerakan harga saham GOTO — apakah pasar sudah mendiskon skenario terburuk atau masih ada ruang koreksi lebih lanjut.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.