Pengangguran RI Turun 35 Ribu Jadi 7,24 Juta per Februari 2026 — TPT 4,68%
Data ketenagakerjaan penting untuk membaca daya beli dan konsumsi domestik, namun perubahannya kecil sehingga urgensi respons rendah.
- Indikator
- Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)
- Nilai Terkini
- 4,68%
- Nilai Sebelumnya
- 4,76% (Februari 2025)
- Perubahan
- -0,08%
- Tren
- turun
- Sektor Terdampak
- Konsumsi rumah tanggaPerbankan (kredit konsumsi)PropertiRitel
Ringkasan Eksekutif
BPS mencatat jumlah pengangguran Indonesia turun 35 ribu orang menjadi 7,24 juta pada Februari 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun 0,08% menjadi 4,68%, seiring bertambahnya 1,896 juta pekerja baru.
Kenapa Ini Penting
Penurunan pengangguran dan kenaikan jumlah pekerja penuh (+2,1 juta) menandakan pasar tenaga kerja masih menyerap angkatan kerja, meski tekanan rupiah dan biaya hidup masih membayangi daya beli.
Dampak Bisnis
- ✦ Jumlah pekerja penuh naik 2,107 juta orang menjadi 98,592 juta — indikasi kualitas kerja membaik, mendorong konsumsi kelas menengah.
- ✦ Setengah pengangguran turun 0,94 juta menjadi 10,728 juta — lebih sedikit pekerja yang kekurangan jam kerja, potensi produktivitas naik.
- ✦ Pekerja paruh waktu naik 0,729 juta menjadi 38,347 juta — fleksibilitas pasar kerja meningkat, namun juga bisa menandakan kurangnya lapangan kerja penuh.
Yang Perlu Dipantau
- ◎ Yang perlu dipantau: data inflasi April 2026 — jika inflasi tetap terkendali di bawah 3%, daya beli pekerja baru bisa mendorong konsumsi.
- ◎ Risiko yang perlu dicermati: tekanan rupiah di Rp17.366 — jika melemah lebih lanjut, biaya impor naik dan bisa mengerek harga, menggerus kenaikan pendapatan pekerja.
- ◎ Perhatikan: sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja — data BPS selanjutnya akan merinci sektor mana yang tumbuh, penting untuk arah investasi.
Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.