4 JUN 2026
Moomoo-Kalshi Hadirkan Kontrak Event: Volume Global Capai $24 Miliar

Foto: CoinDesk — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

← Kembali
Beranda / Forex & Crypto / Moomoo-Kalshi Hadirkan Kontrak Event: Volume Global Capai $24 Miliar
Forex & Crypto

Moomoo-Kalshi Hadirkan Kontrak Event: Volume Global Capai $24 Miliar

Tim Redaksi Feedberry ·4 Juni 2026 pukul 12.00 · Sumber: CoinDesk ↗
7 Skor

Prediction market tumbuh pesat secara global dan mulai masuk ke broker mainstream; Indonesia sudah memblokir Polymarket dan potensi dampak regulasi ke pasar lokal signifikan.

Urgensi
6
Luas Dampak
8
Dampak Indonesia
7

Ringkasan Eksekutif

Platform trading ritel Moomoo mengumumkan kemitraan dengan Kalshi untuk menawarkan kontrak event yang diatur CFTC langsung di aplikasinya. Produk ini mencakup hasil keputusan suku bunga The Fed, data inflasi, pemilu, hingga Piala Dunia 2026.

Langkah ini menandai masuknya prediksi pasar ke saluran distribusi broker utama, setelah sebelumnya hanya tersedia di platform khusus seperti Polymarket dan Kalshi. Volume gabungan dua platform terbesar melonjak dari di bawah 5 miliar dolar AS per bulan pada September 2025 menjadi sekitar 24 miliar dolar AS per bulan pada April 2026—sebuah pertumbuhan hampir lima kali lipat dalam tujuh bulan. Kalshi sendiri menguasai hingga 70% pangsa pasar kontrak event di Amerika Serikat dan telah mendapatkan pendanaan 1 miliar dolar AS yang membawa valuasinya ke 22 miliar dolar AS.

Mengapa Ini Penting

Prediksi pasar bukan lagi produk pinggiran; mereka menjadi bagian dari menu investasi ritel arus utama. Bagi Indonesia, langkah protektif seperti pemblokiran Polymarket pada 25 Mei 2026 justru berpotensi menimbulkan kesenjangan akses: investor lokal kehilangan produk legal dan teregulasi, sementara platform ilegal atau akses VPN tetap berjalan tanpa perlindungan konsumen.

Dampak ke Bisnis

  • Platform kripto dan broker lokal di Indonesia harus bersiap menghadapi pengawasan lebih ketat dari Bappebti dan OJK jika mereka berniat menghadirkan produk derivatif berbasis peristiwa serupa.
  • Investor ritel Indonesia yang tertarik pada prediksi pasar kini menghadapi risiko hukum lebih besar saat mengakses platform global melalui VPN, terutama setelah blokade Polymarket.
  • Adopsi kecerdasan buatan dalam prediksi pasar oleh bursa global seperti Gemini memberikan tekanan pada startup lokal untuk berinovasi, namun regulasi yang ketat dapat menghambat pengembangan produk sejenis di dalam negeri.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: respons resmi OJK dan Bappebti dalam 2–3 minggu ke depan—apakah akan memperluas blokade ke platform lain seperti Kalshi atau Hyperliquid, atau justru menyusun kerangka regulasi untuk kontrak event lokal.
  • Risiko yang perlu dicermati: perkembangan gugatan Kalshi terhadap negara bagian Minnesota di AS—jika Mahkamah Agung memutus yurisdiksi federal, tekanan terhadap regulator Indonesia untuk melonggarkan aturan bisa menguat.
  • Sinyal penting: peluncuran produk prediksi pasar oleh broker besar lain seperti Robinhood akan mengonfirmasi tren mainstream dan mempercepat tekanan regulasi global, baik ke arah pelarangan maupun pengaturan yang lebih jelas.

Konteks Indonesia

Indonesia telah memblokir Polymarket pada 25 Mei 2026 dengan alasan kekhawatiran terhadap taruhan politik yang dianggap mengancam stabilitas. Langkah ini menempatkan Indonesia di antara negara-negara seperti Spanyol, India, dan Belanda yang juga membatasi akses ke prediction market. Di sisi lain, lonjakan volume global yang didukung likuiditas dari Wintermute dan integrasi ke broker arus utama menciptakan tekanan agar regulator domestik memiliki kerangka yang lebih jelas. Pasar keuangan Indonesia saat ini menunjukkan resistensi: IHSG di level 5.840, rupiah di 18.034 per dolar AS yang mendekati level psikologis 18.000, serta yield US 10Y yang masih di 4,46% menciptakan lingkungan risk-off yang membatasi ruang bagi produk eksperimental. Potensi kenaikan harga minyak akibat ketegangan Iran-AS juga dapat memperberat beban impor energi Indonesia, menambah kompleksitas keputusan regulator.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.