Beta Feedberry sedang dalam pengembangan aktif. Seluruh konten dapat diakses gratis.

21 MEI 2026
Maybank Gandeng Muslim Pro, Bidik DPK Syariah Tumbuh Dobel Digit
← Kembali
Beranda / Korporasi / Maybank Gandeng Muslim Pro, Bidik DPK Syariah Tumbuh Dobel Digit
Korporasi

Maybank Gandeng Muslim Pro, Bidik DPK Syariah Tumbuh Dobel Digit

Tim Redaksi Feedberry ·6 Mei 2026 pukul 07.20 · Sinyal menengah · Confidence 6/10 · Sumber: Kontan ↗
5 Skor

Kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat basis dana murah syariah di tengah persaingan perbankan yang ketat, namun dampak langsung ke pasar terbatas karena masih bersifat eksploratif.

Urgensi
4
Luas Dampak
5
Dampak Indonesia
6
Analisis Korporasi
Jenis Aksi
ekspansi
Timeline
Peluncuran dilakukan pada 6 Mei 2026, target pertumbuhan DPK dobel digit pada tahun 2026.
Alasan Strategis
Memperkuat basis dana pihak ketiga syariah melalui kanal digital dengan menargetkan segmen pengguna aplikasi gaya hidup syariah yang terus bertumbuh.
Pihak Terlibat
PT Bank Maybank Indonesia TbkMuslim Pro

Key Takeaways

  • 1 Yang perlu dipantau: jumlah unduhan dan pengguna aktif Amanah Pro dalam 30 hari pertama — ini menjadi indikator awal adopsi dan efektivitas strategi digital Maybank.
  • 2 Risiko yang perlu dicermati: respons kompetitor — jika BSI atau Bank Muamalat meluncurkan aplikasi serupa dengan fitur lebih lengkap, Maybank bisa kehilangan first-mover advantage.
  • 3 Sinyal penting: realisasi pertumbuhan DPK syariah Maybank di laporan keuangan kuartal II-2026 — jika tumbuh di atas 10% YoY, strategi ini terbukti efektif dan bisa direplikasi bank lain.

Ringkasan Eksekutif

PT Bank Maybank Indonesia Tbk meluncurkan aplikasi layanan keuangan syariah bernama Amanah Pro melalui kerja sama dengan Muslim Pro, aplikasi gaya hidup syariah global. Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan menyatakan bahwa langkah ini merupakan upaya bank untuk mendukung kebutuhan nasabah dan membangun layanan keuangan syariah yang lebih baik. Direktur Unit Usaha Syariah (UUS) Maybank Indonesia Romy H. Buchari menjelaskan bahwa Amanah Pro menyediakan berbagai layanan seperti tabungan haji, tarik tunai, transfer, dan remitansi. Tujuan utama dari aplikasi ini adalah untuk mengajak nasabah mulai menabung haji, sekaligus mendorong pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) syariah Maybank hingga dobel digit pada tahun ini. Faktor pendorong utama dari kolaborasi ini adalah meningkatnya jumlah populasi Muslim di Indonesia yang menjadi pasar potensial bagi layanan keuangan syariah. Direktur Utama dan CEO Muslim Pro Nafees Khundker menyebutkan bahwa kerja sama di sektor keuangan syariah ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh perusahaannya. Muslim Pro, yang dikenal sebagai aplikasi gaya hidup syariah dengan basis pengguna global, membuka akses ke segmen nasabah yang lebih luas dan lebih terdigitalisasi. Yang tidak obvious dari headline adalah bahwa kolaborasi ini juga merupakan respons terhadap tren spin-off unit usaha syariah yang didorong OJK — dengan memperkuat basis DPK melalui kanal digital, Maybank mempersiapkan UUS-nya untuk menjadi lebih mandiri dan kompetitif jika suatu saat harus melakukan spin-off. Dampak dari kolaborasi ini bersifat bertahap dan terfokus pada segmen syariah. Bagi Maybank Indonesia, Amanah Pro menjadi saluran akuisisi nasabah baru yang lebih efisien dibandingkan jaringan kantor cabang konvensional. Bagi Muslim Pro, kerja sama ini membuka lini bisnis baru di sektor keuangan yang dapat menjadi sumber pendapatan berulang. Bagi industri perbankan syariah secara keseluruhan, langkah Maybank menambah tekanan kompetitif — bank syariah lain seperti Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank Muamalat perlu merespons dengan inovasi serupa agar tidak kehilangan pangsa pasar nasabah muda yang melek digital. Pihak yang mungkin terdampak negatif adalah bank syariah yang belum memiliki strategi digital yang matang, karena mereka berisiko kehilangan nasabah milenial dan Gen Z yang lebih memilih aplikasi yang terintegrasi dengan gaya hidup sehari-hari. Yang perlu dipantau dalam 1-4 minggu ke depan adalah jumlah unduhan dan aktivasi akun Amanah Pro — ini akan menjadi indikator awal adopsi pasar. Jika dalam bulan pertama tercatat lebih dari 100.000 pengguna aktif, target pertumbuhan DPK dobel digit menjadi lebih realistis. Sinyal kunci lainnya adalah respons dari kompetitor — apakah BSI atau Bank Muamalat akan meluncurkan aplikasi serupa atau melakukan kemitraan dengan platform digital lain. Risiko yang perlu dicermati adalah potensi kanibalisasi nasabah existing Maybank yang sudah menggunakan layanan mobile banking konvensional — jika tidak ada diferensiasi yang jelas, Amanah Pro hanya akan memindahkan nasabah lama, bukan menambah nasabah baru. Selain itu, efektivitas fitur tabungan haji sebagai produk utama perlu diuji — jika biaya dan persyaratannya tidak kompetitif dibandingkan produk haji BSI yang sudah mapan, pertumbuhan DPK bisa melambat.

Mengapa Ini Penting

Kolaborasi ini menunjukkan bahwa perbankan syariah mulai serius memanfaatkan ekosistem digital untuk menjaring nasabah muda yang lebih memilih aplikasi terintegrasi. Jika berhasil, ini bisa menjadi model baru akuisisi nasabah yang lebih murah dan efisien dibandingkan cabang fisik, sekaligus mempercepat pertumbuhan pangsa pasar perbankan syariah yang masih kecil dibandingkan konvensional.

Dampak ke Bisnis

  • Maybank Indonesia berpotensi meningkatkan pangsa pasar DPK syariah secara signifikan jika adopsi Amanah Pro tinggi, terutama dari segmen nasabah muda yang belum tersentuh perbankan syariah.
  • Bank syariah lain seperti BSI dan Bank Muamalat akan tertekan untuk berinovasi digital — jika tidak merespons cepat, mereka berisiko kehilangan momentum akuisisi nasabah milenial dan Gen Z.
  • Dalam jangka menengah, jika DPK syariah Maybank tumbuh dobel digit, bank dapat memperluas pembiayaan syariah ke sektor UMKM dan ritel yang selama ini kurang terlayani, menciptakan efek berganda ke ekonomi riil.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: jumlah unduhan dan pengguna aktif Amanah Pro dalam 30 hari pertama — ini menjadi indikator awal adopsi dan efektivitas strategi digital Maybank.
  • Risiko yang perlu dicermati: respons kompetitor — jika BSI atau Bank Muamalat meluncurkan aplikasi serupa dengan fitur lebih lengkap, Maybank bisa kehilangan first-mover advantage.
  • Sinyal penting: realisasi pertumbuhan DPK syariah Maybank di laporan keuangan kuartal II-2026 — jika tumbuh di atas 10% YoY, strategi ini terbukti efektif dan bisa direplikasi bank lain.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.