Beta Feedberry sedang dalam pengembangan aktif. Seluruh konten dapat diakses gratis.

15 MEI 2026
Lithium Americas: Tarif AS Bisa Tambah Biaya Thacker Pass hingga $120 Juta

Foto: MINING.com — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

← Kembali
Beranda / Pasar / Lithium Americas: Tarif AS Bisa Tambah Biaya Thacker Pass hingga $120 Juta
Pasar

Lithium Americas: Tarif AS Bisa Tambah Biaya Thacker Pass hingga $120 Juta

Tim Redaksi Feedberry ·15 Mei 2026 pukul 10.52 · Sinyal menengah · Sumber: MINING.com ↗
6 Skor

Berita ini menunjukkan eskalasi biaya proyek lithium strategis AS akibat tarif dan geopolitik, yang memperkuat tren proteksionisme mineral kritis dan berpotensi mempengaruhi daya saing rantai pasok baterai global, termasuk posisi Indonesia sebagai produsen nikel.

Urgensi
6
Luas Dampak
5
Dampak Indonesia
7
Analisis Korporasi
Jenis Aksi
ekspansi
Timeline
Konstruksi Fase 1 sedang berlangsung, dampak tarif diperkirakan terjadi tahun ini.
Alasan Strategis
Mengembangkan tambang lithium domestik AS untuk mengurangi ketergantungan pada China dan mendukung rantai pasok kendaraan listrik.
Pihak Terlibat
Lithium AmericasGeneral MotorsOrion Resource PartnersPemerintah AS

Key Takeaways

  • 1 Yang perlu dipantau: perkembangan estimasi modal definitif Thacker Pass — jika biaya membengkak signifikan di atas USD3 miliar, bisa menjadi sinyal bahwa proyek mineral kritis di negara maju menghadapi tantangan biaya yang serius.
  • 2 Risiko yang perlu dicermati: eskalasi konflik di Timur Tengah yang dapat mengganggu jalur pelayaran dan rantai pasok peralatan tambang secara global, termasuk potensi dampak ke Indonesia yang juga mengimpor peralatan tambang.
  • 3 Sinyal penting: keputusan pemerintah AS mengenai insentif tambahan untuk proyek mineral kritis dalam negeri — jika ada paket stimulus baru, ini bisa mempercepat proyek serupa dan menekan harga lithium global.

Ringkasan Eksekutif

Lithium Americas (LAC) memperkirakan tarif baja AS dan inflasi terkait konflik di Iran dapat menambah biaya konstruksi proyek Thacker Pass di Nevada sebesar USD80 juta hingga USD120 juta, dengan sebagian besar dampak diperkirakan terjadi tahun ini. Perusahaan menyatakan estimasi modal awal sebesar USD2,93 miliar untuk Fase 1 tidak memperhitungkan tarif, kenaikan harga bahan bakar, atau inflasi yang dipicu konflik Timur Tengah dan gangguan pengiriman di Selat Hormuz. Lebih dari 75% baja struktural untuk proyek yang bersumber dari Uni Emirat Arab kini sedang dalam perjalanan atau sudah di lokasi setelah pengiriman dialihkan melalui Pelabuhan Jeddah, Arab Saudi, untuk menghindari gangguan regional. Peralatan dengan waktu tunggu panjang termasuk transformator, reaktor, dan komponen turbin uap juga mulai tiba. Hingga saat ini, LAC telah memanfaatkan USD1,3 miliar dalam biaya konstruksi dan terkait proyek, termasuk USD1,1 miliar yang terkait langsung dengan perkiraan total belanja modal proyek sebesar USD2,93 miliar. Perusahaan juga telah mulai mengerjakan perkiraan modal definitif yang akan memperhitungkan tarif, inflasi, biaya bahan bakar, dan gangguan terkait jalur pelayaran Timur Tengah. CEO Jonathan Evans menekankan pentingnya rantai pasok domestik yang tangguh, menyebut lithium sebagai sumber daya strategis yang mendukung keamanan nasional dan masa depan energi. Thacker Pass, jika selesai, diperkirakan memproduksi 40.000 ton lithium karbonat per tahun — cukup untuk sekitar 800.000 kendaraan listrik dan jauh di atas output tambang Silver Peak milik Albemarle, satu-satunya tambang lithium brine yang beroperasi di AS saat ini. Proyek ini mendapat dukungan strategis dari General Motors, Orion Resource Partners, dan pemerintah AS yang tahun lalu mengambil saham terpisah sebesar 5%. Bagi Indonesia, berita ini menjadi sinyal bahwa biaya pengembangan proyek mineral kritis di negara maju sekalipun bisa membengkak akibat faktor geopolitik dan kebijakan proteksionis. Hal ini berpotensi memperlambat realisasi pasokan lithium non-China, yang pada gilirannya bisa mempengaruhi harga lithium global dan dinamika persaingan ekosistem baterai EV. Namun, dalam jangka pendek, dampak langsung ke Indonesia masih terbatas karena proyek Thacker Pass masih dalam tahap konstruksi dan belum berproduksi. Yang perlu dipantau adalah apakah eskalasi biaya ini akan mendorong pemerintah AS untuk memberikan insentif tambahan atau justru memperketat persyaratan lokal, yang bisa menjadi preseden bagi proyek mineral kritis di negara lain termasuk Indonesia.

Mengapa Ini Penting

Berita ini penting karena menunjukkan bahwa proyek lithium strategis AS sekalipun tidak kebal terhadap tekanan biaya akibat tarif dan geopolitik. Ini memperkuat tren proteksionisme mineral kritis yang bisa memperlambat realisasi pasokan lithium non-China, berpotensi menopang harga lithium dalam jangka menengah — yang merupakan faktor penting bagi daya saing ekosistem baterai berbasis nikel Indonesia. Jika biaya proyek di AS terus membengkak, investor global mungkin akan lebih selektif dalam mendanai proyek mineral kritis, termasuk di Indonesia.

Dampak ke Bisnis

  • Eskalasi biaya proyek Thacker Pass dapat memperlambat realisasi pasokan lithium non-China, yang berpotensi menopang harga lithium dalam jangka menengah. Hal ini bisa menjadi angin segar bagi proyek lithium di negara lain, termasuk Australia dan Amerika Selatan, namun juga bisa memperkuat posisi China sebagai pemasok lithium yang lebih murah dan cepat.
  • Bagi Indonesia, berita ini memperkuat urgensi untuk mempercepat hilirisasi nikel dan membangun rantai pasok baterai yang kompetitif. Jika pasokan lithium global tetap terbatas dan mahal, biaya produksi baterai secara keseluruhan bisa tetap tinggi, yang dapat mempengaruhi permintaan kendaraan listrik dan pada akhirnya permintaan nikel Indonesia.
  • Tekanan biaya di proyek AS juga bisa mendorong pemerintah AS untuk memberikan insentif tambahan atau memperketat persyaratan lokal (local content) bagi proyek mineral kritis. Jika ini terjadi, bisa menjadi preseden bagi negara lain termasuk Indonesia untuk menerapkan kebijakan serupa, yang dapat meningkatkan biaya kepatuhan bagi perusahaan tambang.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: perkembangan estimasi modal definitif Thacker Pass — jika biaya membengkak signifikan di atas USD3 miliar, bisa menjadi sinyal bahwa proyek mineral kritis di negara maju menghadapi tantangan biaya yang serius.
  • Risiko yang perlu dicermati: eskalasi konflik di Timur Tengah yang dapat mengganggu jalur pelayaran dan rantai pasok peralatan tambang secara global, termasuk potensi dampak ke Indonesia yang juga mengimpor peralatan tambang.
  • Sinyal penting: keputusan pemerintah AS mengenai insentif tambahan untuk proyek mineral kritis dalam negeri — jika ada paket stimulus baru, ini bisa mempercepat proyek serupa dan menekan harga lithium global.

Konteks Indonesia

Bagi Indonesia, berita ini relevan dalam konteks persaingan global rantai pasok baterai EV. Indonesia sedang membangun ekosistem baterai berbasis nikel, dan harga lithium merupakan salah satu komponen biaya utama baterai. Jika pasokan lithium non-China terhambat oleh biaya tinggi, harga lithium global bisa tetap tinggi, yang berpotensi mempengaruhi biaya produksi baterai secara keseluruhan dan pada akhirnya permintaan nikel Indonesia. Selain itu, pengalaman Thacker Pass menunjukkan bahwa proyek mineral kritis di negara maju pun menghadapi tantangan biaya dan geopolitik, yang bisa menjadi pelajaran bagi pengembangan proyek serupa di Indonesia. Namun, belum ada dampak langsung yang terukur dalam jangka pendek.

Konteks Indonesia

Bagi Indonesia, berita ini relevan dalam konteks persaingan global rantai pasok baterai EV. Indonesia sedang membangun ekosistem baterai berbasis nikel, dan harga lithium merupakan salah satu komponen biaya utama baterai. Jika pasokan lithium non-China terhambat oleh biaya tinggi, harga lithium global bisa tetap tinggi, yang berpotensi mempengaruhi biaya produksi baterai secara keseluruhan dan pada akhirnya permintaan nikel Indonesia. Selain itu, pengalaman Thacker Pass menunjukkan bahwa proyek mineral kritis di negara maju pun menghadapi tantangan biaya dan geopolitik, yang bisa menjadi pelajaran bagi pengembangan proyek serupa di Indonesia. Namun, belum ada dampak langsung yang terukur dalam jangka pendek.