Beta Feedberry sedang dalam pengembangan aktif. Seluruh konten dapat diakses gratis.

13 MEI 2026
Kadin China Surati Prabowo soal 6 Keluhan Investasi — Wamen: Wajar, Pemerintah Siap Komunikasi

Foto: CNN Indonesia Ekonomi — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

← Kembali
Beranda / Kebijakan / Kadin China Surati Prabowo soal 6 Keluhan Investasi — Wamen: Wajar, Pemerintah Siap Komunikasi
Kebijakan

Kadin China Surati Prabowo soal 6 Keluhan Investasi — Wamen: Wajar, Pemerintah Siap Komunikasi

Tim Redaksi Feedberry ·13 Mei 2026 pukul 14.15 · Sinyal menengah · Confidence 6/10 · Sumber: CNN Indonesia Ekonomi ↗
8.7 Skor

Surat resmi dari Kamar Dagang China berisi enam keluhan sistemik — dari pajak, DHE, kuota nikel, hingga denda Rp2,9 triliun — yang mengancam investasi asing langsung di saat fiskal dan rupiah tertekan.

Urgensi
8
Luas Dampak
9
Dampak Indonesia
9
Analisis Regulasi & Kebijakan
Nama Regulasi
Kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) dan Revisi Royalti Tambang
Penerbit
Pemerintah Indonesia (Kemenkeu, Kementerian ESDM, BKPM)
Berlaku Sejak
2026-06-01
Batas Compliance
2026-06-01
Perubahan Kunci
  • ·Eksportir SDA wajib menyimpan 50% DHE di Himbara dan mengonversi ke rupiah
  • ·Kuota bijih nikel dipotong drastis — untuk tambang besar melebihi 70% atau total 30 juta ton
  • ·Royalti sumber daya mineral dinaikkan berulang kali, namun penundaan kenaikan sedang dipertimbangkan
  • ·Pengecualian DHE disiapkan bagi perusahaan yang tidak meminjam dana di Indonesia
Pihak Terdampak
Perusahaan tambang dan perkebunan China di IndonesiaPerbankan Himbara (BRI, Mandiri, BNI, BTN)Emiten hilirisasi nikel (ANTM, MDKA)Pemerintah Indonesia — fiskal dan hubungan bilateral

Key Takeaways

  • 1 Yang perlu dipantau: detail formulasi baru royalti tambang — apakah ada penurunan tarif atau penundaan implementasi sebagai respons atas keluhan China.
  • 2 Risiko yang perlu dicermati: potensi pengalihan investasi China ke Brasil atau Vietnam — jika terjadi, realisasi FDI Indonesia di sektor SDA bisa turun drastis dalam 6-12 bulan ke depan.
  • 3 Sinyal penting: data realisasi investasi China di Indonesia pada kuartal III-2026 — jika turun signifikan, konfirmasi bahwa ketegangan ini berdampak nyata pada arus modal.

Ringkasan Eksekutif

Kamar Dagang China di Indonesia secara resmi menyurati Presiden Prabowo Subianto pada 13 Mei 2026, menyampaikan enam keluhan utama yang dinilai telah mengganggu operasi normal perusahaan China dan merusak kepercayaan investasi jangka panjang. Surat ini muncul di tengah tekanan fiskal yang ketat — defisit APBN mencapai Rp240,1 triliun hingga Maret 2026, rupiah di level Rp17.491 per dolar AS, dan harga minyak Brent di atas USD107 per barel. Wakil Menteri Investasi Todotua Pasaribu menilai surat tersebut sebagai hal yang wajar dan positif, serta memastikan pemerintah akan melakukan komunikasi dengan investor China untuk meredam kekhawatiran. Namun, respons ini muncul di saat yang sama Presiden Prabowo secara terbuka menyatakan kekesalannya karena hasil ekspor SDA tidak disimpan di dalam negeri, memperkuat urgensi implementasi aturan Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang mulai berlaku 1 Juni 2026. Enam keluhan yang disampaikan Kadin China meliputi: (1) kenaikan pajak dan pungutan signifikan, termasuk royalti sumber daya mineral yang dinaikkan berulang kali; (2) rencana persyaratan DHE yang mewajibkan eksportir SDA menyimpan 50% pendapatan devisa di bank milik negara selama setidaknya satu tahun; (3) pemotongan kuota bijih nikel drastis — untuk tambang besar melebihi 70% atau total 30 juta ton; (4) penegakan hukum kehutanan yang diperketat, dengan denda rekor US$180 juta (setara Rp2,9 triliun) kepada satu perusahaan investasi China; (5) proyek-proyek besar ditangguhkan, termasuk PLTA yang dituduh merusak hutan; dan (6) pengawasan visa kerja yang diintensifkan, mempersulit mobilitas tenaga ahli. Surat ini menjadi sinyal paling eksplisit dari investor asing tentang kerusakan iklim investasi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Dampak dari surat ini tidak bisa dipandang sebagai insiden diplomatik biasa. China adalah investor asing terbesar di Indonesia di sektor SDA — terutama nikel, batu bara, dan infrastruktur. Jika ketegangan ini berlanjut, China dapat mengalihkan investasi ke negara lain seperti Brasil atau Vietnam yang lebih agresif mengamankan rantai pasok mineral kritis. Di sisi lain, pemerintah tengah menyiapkan pengecualian DHE bagi perusahaan yang tidak meminjam dana di Indonesia, serta menunda kenaikan royalti tambang setelah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menghubungi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Formulasi baru royalti sedang disusun. Namun, kapasitas penyelesaian hambatan investasi masih terbatas — Satgas Debottlenecking yang dipamerkan ke 61 duta besar baru menyelesaikan 45 dari 142 pengaduan investasi (31,7%). Yang perlu dipantau dalam 1-4 minggu ke depan adalah detail formulasi baru royalti tambang, implementasi pengecualian DHE, serta respons resmi dari Kedutaan Besar China. Risiko utamanya adalah jika ketegangan ini berlanjut, China dapat mengalihkan investasi ke negara lain. Sinyal penting adalah data realisasi investasi China di Indonesia pada kuartal berikutnya dan tingkat penyelesaian kasus Satgas Debottlenecking. Investor perlu mencermati apakah pemerintah mampu menyeimbangkan antara penegakan kedaulatan fiskal dan menjaga daya tarik investasi asing — dua hal yang saat ini berada dalam ketegangan langsung.

Mengapa Ini Penting

Surat ini bukan sekadar keluhan diplomatik — ini adalah sinyal paling eksplisit dari investor asing terbesar Indonesia bahwa iklim investasi sedang memburuk secara sistemik. Jika tidak ditangani serius, efek domino bisa meluas ke investor dari negara lain dan memperparah tekanan rupiah serta defisit fiskal yang sudah ada.

Dampak ke Bisnis

  • Eksportir SDA China — terutama di sektor nikel dan batu bara — menghadapi tekanan likuiditas dari kewajiban DHE 50% dan pemotongan kuota nikel >70%, yang bisa memangkas produksi dan pendapatan secara signifikan.
  • Perbankan Himbara (BRI, Mandiri, BNI, BTN) mendapat tambahan dana murah dari simpanan DHE, tetapi berisiko kehilangan nasabah korporasi China jika mereka memindahkan operasi ke negara lain.
  • Emiten hilirisasi nikel seperti ANTM dan MDKA bisa terdampak jika pasokan bijih dari tambang China terhambat, mengganggu rantai pasok smelter dan produksi baterai.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: detail formulasi baru royalti tambang — apakah ada penurunan tarif atau penundaan implementasi sebagai respons atas keluhan China.
  • Risiko yang perlu dicermati: potensi pengalihan investasi China ke Brasil atau Vietnam — jika terjadi, realisasi FDI Indonesia di sektor SDA bisa turun drastis dalam 6-12 bulan ke depan.
  • Sinyal penting: data realisasi investasi China di Indonesia pada kuartal III-2026 — jika turun signifikan, konfirmasi bahwa ketegangan ini berdampak nyata pada arus modal.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.