Beta Feedberry sedang dalam pengembangan aktif. Seluruh konten dapat diakses gratis.

9 MEI 2026
FEEDberryBISNIS · PASAR · KEBIJAKAN · INDONESIA

Intelijen keuangan AI untuk Indonesia.

Induk Kraken Ajukan Izin Bank Nasional AS — Kripto Semakin Mendekati Sistem Perbankan Tradisional

Foto: Cointelegraph — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

Beranda / Teknologi / Induk Kraken Ajukan Izin Bank Nasional AS — Kripto Semakin Mendekati Sistem Perbankan Tradisional
Teknologi

Induk Kraken Ajukan Izin Bank Nasional AS — Kripto Semakin Mendekati Sistem Perbankan Tradisional

Tim Redaksi Feedberry ·8 Mei 2026 pukul 20.47 · Confidence 3/10 · Sumber: Cointelegraph ↗
Feedberry Score
5.3 / 10

Urgensi sedang karena proses masih berupa aplikasi; dampak luas ke industri kripto global dan regulasi; dampak ke Indonesia tidak langsung namun relevan sebagai preseden regulasi.

Urgensi 5
Luas Dampak 7
Dampak Indonesia 4

Ringkasan Eksekutif

Payward, perusahaan induk bursa kripto Kraken, telah mengajukan permohonan izin bank nasional (national trust charter) ke Office of the Comptroller of the Currency (OCC) AS. Jika disetujui, Payward National Trust Company akan dapat menyediakan layanan kustodi fidusia dan jasa lainnya terutama untuk aset digital. Langkah ini mengikuti jejak Coinbase, Ripple Labs, BitGo, Circle, Fidelity Digital Assets, dan Paxos yang telah mendapatkan persetujuan serupa dari OCC pada Desember lalu. Keputusan ini menandai percepatan integrasi antara industri kripto dan sistem perbankan tradisional di bawah kepemimpinan OCC yang baru, yang juga tengah mempertimbangkan aplikasi dari World Liberty Financial, perusahaan kripto yang didirikan oleh Presiden Trump dan putra-putranya. Bagi Indonesia, perkembangan ini menjadi preseden regulasi yang penting mengingat OJK dan Bappebti sedang merumuskan kerangka pengawasan aset digital yang lebih komprehensif.

Kenapa Ini Penting

Langkah Kraken bukan sekadar ekspansi bisnis biasa, melainkan sinyal bahwa batas antara industri kripto dan perbankan konvensional semakin kabur di Amerika Serikat. Persetujuan OCC atas aplikasi serupa untuk enam perusahaan sebelumnya menunjukkan adanya perubahan sikap regulator yang lebih akomodatif terhadap aset digital. Ini penting karena keputusan regulator AS sering menjadi acuan bagi regulator di negara lain, termasuk Indonesia. Jika tren ini berlanjut, tekanan pada OJK dan Bappebti untuk menyelaraskan regulasi kripto Indonesia dengan standar global akan semakin besar, terutama dalam hal kepastian hukum, perlindungan konsumen, dan integrasi dengan sistem keuangan formal.

Dampak Bisnis

  • Persaingan industri kripto global semakin ketat: Kraken, dengan izin bank nasional, akan memiliki keunggulan kompetitif signifikan dibanding bursa kripto lain yang belum memiliki status serupa. Ini dapat memicu gelombang konsolidasi di industri, di mana bursa yang tidak memiliki akses ke sistem perbankan formal akan kesulitan bersaing dalam layanan kustodi institusional.
  • Tekanan regulasi pada bursa kripto Indonesia: Bursa kripto lokal seperti Tokocrypto, Indodax, atau Pintu akan menghadapi tekanan untuk meningkatkan standar kepatuhan dan keamanan jika regulator Indonesia mengadopsi standar serupa. Bursa yang tidak mampu memenuhi standar ini berisiko kehilangan pangsa pasar atau bahkan izin operasi.
  • Potensi perubahan lanskap perbankan Indonesia: Jika OJK kelak mengizinkan bank konvensional untuk menyediakan layanan kustodi aset digital, bank-bank besar seperti BBCA, BMRI, atau BBRI bisa menjadi pemain baru di industri ini. Ini akan mengubah peta persaingan yang saat ini didominasi oleh perusahaan fintech dan bursa kripto murni.

Konteks Indonesia

Perkembangan regulasi kripto di AS, terutama pemberian izin bank nasional kepada perusahaan kripto, menjadi preseden penting bagi Indonesia. OJK dan Bappebti yang saat ini tengah merumuskan kerangka regulasi aset digital yang lebih komprehensif kemungkinan akan menjadikan langkah OCC sebagai referensi. Jika Indonesia mengadopsi pendekatan serupa, bursa kripto lokal dan bank yang tertarik masuk ke aset digital harus bersiap menghadapi standar kepatuhan yang lebih ketat. Di sisi lain, kepastian regulasi yang lebih jelas justru bisa menarik lebih banyak investor institusional ke pasar kripto Indonesia, yang saat ini masih didominasi investor ritel. Namun, perlu dicatat bahwa adopsi regulasi AS tidak otomatis terjadi di Indonesia karena perbedaan struktur pasar dan prioritas kebijakan.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: keputusan OCC atas aplikasi Payward — jika disetujui, akan menjadi preseden kuat bagi perusahaan kripto lain untuk mengikuti jalur serupa dan mempercepat integrasi kripto-bank.
  • Risiko yang perlu dicermati: respons regulator Indonesia (OJK dan Bappebti) — jika mereka mengadopsi standar yang lebih ketat mengikuti AS, biaya kepatuhan bagi bursa kripto lokal akan melonjak dan bisa memicu konsolidasi pasar.
  • Sinyal penting: perkembangan aplikasi World Liberty Financial di OCC — perusahaan yang terafiliasi dengan Presiden Trump ini bisa menjadi indikator sejauh mana regulator AS bersedia mengakomodasi kepentingan politik dalam regulasi kripto.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.