Beta Feedberry sedang dalam pengembangan aktif. Seluruh konten dapat diakses gratis.

4 MEI 2026
FEEDberryBISNIS · PASAR · KEBIJAKAN · INDONESIA

Intelijen keuangan AI untuk Indonesia.

Impor Plastik RI Capai Rp44,11 Triliun per Maret 2026 — China dan Singapura Dominasi Pasokan
Beranda / Makro / Impor Plastik RI Capai Rp44,11 Triliun per Maret 2026 — China dan Singapura Dominasi Pasokan
Makro

Impor Plastik RI Capai Rp44,11 Triliun per Maret 2026 — China dan Singapura Dominasi Pasokan

Tim Redaksi Feedberry ·4 Mei 2026 pukul 09.31 · Sumber: CNBC Indonesia ↗
Feedberry Score
7 / 10

Kenaikan impor plastik yang signifikan di tengah pelemahan rupiah ekstrem menekan biaya produksi industri hilir dan neraca perdagangan nonmigas.

Urgensi 6
Luas Dampak 7
Dampak Indonesia 8
Analisis Indikator Makro
Indikator
Impor Plastik dan Barang Plastik
Nilai Terkini
US$2,55 miliar (Rp44,11 triliun) — kumulatif Jan–Mar 2026
Nilai Sebelumnya
US$2,52 miliar — kumulatif Jan–Mar 2025 (estimasi dari kenaikan 1,3%)
Perubahan
+1,3% YoY (nilai), +7,42% YoY (volume)
Tren
naik
Sektor Terdampak
Industri plastik hilir (kemasan, otomotif, elektronik)Manufaktur barang konsumsiKonstruksi dan infrastrukturLogistik dan rantai pasok impor

Ringkasan Eksekutif

Nilai impor plastik dan barang plastik Indonesia mencapai US$2,55 miliar (Rp44,11 triliun) pada Januari–Maret 2026, naik 1,3% YoY. Volume impor naik 7,42% menjadi 1,65 juta ton. China mendominasi dengan 34,79% pangsa, disusul Singapura (12,35%) dan Thailand (11,65%). Meski kumulatif naik, impor Maret turun 14,96% MoM menjadi US$338,1 juta.

Kenapa Ini Penting

Plastik adalah bahan baku utama bagi industri manufaktur, kemasan, dan konstruksi. Kenaikan impor di tengah rupiah yang melemah ke rekor terendah (Rp17.366) berarti biaya produksi membengkak, margin tertekan, dan harga barang jadi berpotensi naik.

Dampak Bisnis

  • Industri hilir plastik (kemasan, otomotif, elektronik) menghadapi kenaikan biaya bahan baku karena 34,79% impor dari China dibayar dalam dolar AS — dengan kurs Rp17.366, biaya impor naik ~11% dibanding rata-rata 2024.
  • Volume impor yang naik 7,42% menunjukkan permintaan domestik masih kuat, tetapi ketergantungan pada pasokan luar negeri (terutama China) meningkatkan risiko rantai pasok dan fluktuasi kurs.
  • Penurunan impor Maret 2026 sebesar 14,96% MoM bisa menjadi sinyal awal perlambatan aktivitas industri atau penundaan pembelian akibat ketidakpastian kurs.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: data impor plastik bulan April–Mei 2026 — apakah penurunan Maret bersifat sementara atau awal tren perlambatan industri.
  • Risiko yang perlu dicermati: pelemahan rupiah lebih lanjut — setiap kenaikan Rp1.000/USD menambah beban biaya impor plastik sekitar US$255 juta per kuartal.
  • Perhatikan: kebijakan substitusi impor atau insentif industri plastik dalam negeri — potensi perubahan regulasi bisa menggeser struktur pasokan.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.