ICDX Dorong REC sebagai Akselerator Target Bauran EBT 23% di 2025
REC adalah instrumen jangka panjang untuk transisi energi, bukan berita yang memerlukan respons segera, namun dampaknya luas ke sektor energi, industri, dan kebijakan iklim.
Ringkasan Eksekutif
Direktur Utama ICDX, Fajar Wibhiyadi, menyatakan Renewable Energy Certificate (REC) memberikan manfaat bagi pembangkit EBT, pembeli, dan pemerintah. REC dapat menjadi akselerator pencapaian target bauran EBT nasional 23% pada 2025 dan mendukung instrumen menghadapi CBAM.
Kenapa Ini Penting
REC memungkinkan perusahaan mengklaim penggunaan energi terbarukan tanpa harus membangun pembangkit sendiri, yang penting untuk memenuhi standar lingkungan global dan mengurangi potensi pajak karbon di masa depan.
Dampak Bisnis
- ✦ Pembangkit EBT mendapat nilai tambah dari penjualan REC selain penjualan listrik, meningkatkan insentif investasi.
- ✦ Pembeli REC dapat meningkatkan reputasi dan memenuhi standar lingkungan seperti RE100, yang krusial untuk ekspor ke pasar ketat karbon.
- ✦ Pemerintah memiliki instrumen untuk mempercepat pencapaian target bauran EBT 23% di 2025 dan 61% di 2034-2035.
Langkah yang Perlu Diambil
- 1. Perusahaan dengan target keberlanjutan segera evaluasi kebutuhan REC untuk memenuhi standar internasional seperti RE100 atau CDP.
- 2. Investor di sektor energi terbarukan pertimbangkan potensi pendapatan tambahan dari penjualan REC dalam proyeksi keuangan.
- 3. Pelaku usaha yang terdampak CBAM mulai hitung potensi pengurangan emisi melalui pembelian REC sebagai strategi mitigasi.
Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.