Harga Emas Antam Turun Tipis ke Rp2,795 Juta/Gram, BSI Gold di Rp2,666 Juta
Perubahan harga emas harian bersifat rutin, namun level harga yang masih tinggi (di atas Rp2,6 juta/gram) relevan bagi investor dan pelaku industri perhiasan.
- Komoditas
- Emas
- Harga Terkini
- Rp2.795.000/gram (Antam 1 gram)
- Perubahan Harga
- -Rp1.000 (-0,04%)
- Faktor Supply
-
- ·Operasi penertiban tambang ilegal di Gunung Botak, Pulau Buru oleh TNI — berpotensi mengurangi pasokan emas ilegal, namun dampak terhadap harga resmi terbatas.
- ·Akuisisi tambang emas oleh CMOC (China) senilai US$1,7 miliar di Ekuador — menunjukkan ekspansi pasokan global jangka panjang.
- Faktor Demand
-
- ·Impor emas dan perhiasan dari Australia melonjak 469% di Q1 2026 menjadi US$1,19 miliar, dipicu penurunan harga emas global dari US$5.019 ke US$4.719 per troy ounce — menunjukkan permintaan domestik yang kuat.
- ·Emas sebagai safe haven tetap diminati di tengah ketidakpastian geopolitik (konflik Iran-Hormuz) dan pelemahan rupiah.
Ringkasan Eksekutif
Harga emas Antam ukuran 1 gram turun tipis Rp1.000 menjadi Rp2,795 juta per gram pada 4 Mei 2026. Sementara itu, harga emas BSI Gold berada di Rp2,666 juta per gram, dan harga emas Galeri24 serta UBS di Pegadaian tidak berubah.
Kenapa Ini Penting
Emas tetap menjadi aset safe haven utama di tengah ketidakpastian rupiah yang melemah (Rp17.366/USD) dan konflik geopolitik global. Harga emas dalam rupiah yang masih tinggi mencerminkan permintaan yang solid.
Dampak Bisnis
- ✦ Investor emas fisik: spread antara harga jual dan buyback BSI Gold sekitar 5,2% (Rp2.666.000 vs Rp2.527.000) — perlu diperhatikan sebagai biaya likuiditas.
- ✦ Industri perhiasan: harga emas yang stabil di atas Rp2,7 juta/gram dapat menekan margin jika permintaan konsumen melambat.
- ✦ Importir emas: lonjakan impor emas dari Australia 469% di Q1 2026 menunjukkan permintaan domestik masih kuat, meski harga global turun dari puncak.
Yang Perlu Dipantau
- ◎ Yang perlu dipantau: pergerakan harga emas global (USD/troy oz) — saat ini di kisaran USD4.603, masih di persentil 74% dari rentang 1 tahun. Koreksi lebih lanjut bisa menekan harga domestik.
- ◎ Risiko yang perlu dicermati: pelemahan rupiah lebih lanjut — jika USD/IDR menembus Rp17.500, harga emas dalam rupiah bisa naik meski harga global turun.
- ◎ Sinyal yang perlu diawasi: kebijakan moneter The Fed dan tensi geopolitik (konflik Iran-Hormuz) — keduanya menjadi katalis utama pergerakan emas global.
Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.