Beta Feedberry sedang dalam pengembangan aktif. Seluruh konten dapat diakses gratis.

3 MEI 2026
FEEDberryBISNIS · PASAR · KEBIJAKAN · INDONESIA

Bisnis, pasar & kebijakan Indonesia, dibaca dengan teliti.

Harga Emas Antam Turun Rp13.000 dalam Sepekan ke Rp2.796.000 — Buyback Terkoreksi Lebih Dalam
Beranda / Pasar / Harga Emas Antam Turun Rp13.000 dalam Sepekan ke Rp2.796.000 — Buyback Terkoreksi Lebih Dalam
Pasar

Harga Emas Antam Turun Rp13.000 dalam Sepekan ke Rp2.796.000 — Buyback Terkoreksi Lebih Dalam

Tim Redaksi Feedberry ·3 Mei 2026 pukul 02.30 · Sumber: Detik Finance ↗
Feedberry Score
5 / 10

Penurunan harga emas dalam sepekan bersifat fluktuatif dan belum ekstrem, namun berdampak langsung pada investor ritel dan pelaku buyback di Indonesia.

Urgensi 4
Luas Dampak 5
Dampak Indonesia 6

Ringkasan Eksekutif

Harga emas Antam turun Rp13.000 per gram dalam sepekan, dari Rp2.809.000 menjadi Rp2.796.000. Harga buyback turun lebih tajam Rp34.000 ke Rp2.586.000, dipengaruhi tren pelemahan emas global dan tekanan suku bunga tinggi.

Kenapa Ini Penting

Bagi pemegang emas batangan, selisih harga jual-beli (spread) melebar sehingga potensi keuntungan buyback tergerus. Transaksi buyback di atas Rp10 juta juga dikenakan PPh 1,5% sesuai PMK 81/2024.

Dampak Bisnis

  • Harga buyback turun Rp34.000 per gram dalam sepekan, mengurangi nilai likuidasi bagi investor yang ingin menjual emas.
  • Pajak PPh 1,5% pada transaksi buyback di atas Rp10 juta mengurangi net return penjualan emas.
  • Fluktuasi harga mingguan menandakan volatilitas pasar logam mulia yang perlu diantisipasi dalam strategi investasi jangka pendek.

Langkah yang Perlu Diambil

  1. 1. Pantau harga buyback harian sebelum memutuskan menjual emas, karena spread jual-beli bisa melebar.
  2. 2. Hitung dampak PPh 1,5% pada transaksi buyback di atas Rp10 juta untuk memperkirakan net penerimaan.
  3. 3. Pertimbangkan menahan emas jika tren penurunan global berlanjut, atau manfaatkan koreksi untuk akumulasi bertahap.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.