Beta Feedberry sedang dalam pengembangan aktif. Seluruh konten dapat diakses gratis.

7 MEI 2026
FEEDberryBISNIS · PASAR · KEBIJAKAN · INDONESIA

Intelijen keuangan AI untuk Indonesia.

Harga Emas Antam Naik Rp17 Ribu ke Rp2.840.000/Gram — Momentum Emas di Tengah Ketidakpastian Global

Foto: IDXChannel — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

Beranda / Pasar / Harga Emas Antam Naik Rp17 Ribu ke Rp2.840.000/Gram — Momentum Emas di Tengah Ketidakpastian Global
Pasar

Harga Emas Antam Naik Rp17 Ribu ke Rp2.840.000/Gram — Momentum Emas di Tengah Ketidakpastian Global

Tim Redaksi Feedberry ·7 Mei 2026 pukul 01.54 · Confidence 5/10 · Sumber: IDXChannel ↗
Feedberry Score
4 / 10

Kenaikan harga emas harian bersifat rutin, namun relevansinya tinggi sebagai aset lindung nilai di tengah volatilitas pasar global dan tekanan rupiah.

Urgensi 3
Luas Dampak 4
Dampak Indonesia 5

Ringkasan Eksekutif

Harga emas Antam (ANTM) pada Kamis (7/5/2026) naik Rp17 ribu menjadi Rp2.840.000 per gram, sementara harga buyback naik Rp20 ribu ke Rp2.645.000 per gram. Kenaikan ini terjadi di tengah ketidakpastian geopolitik global yang mendorong permintaan aset safe haven. PPN tidak dipungut sesuai PP No.49/2022, dan PPh 22 dikenakan tarif 0,25% sesuai PMK 48/2023. Lonjakan harga emas ini juga mencerminkan tekanan pada rupiah yang melemah, membuat emas dalam denominasi rupiah semakin mahal. Bagi investor, kenaikan ini memperkuat posisi emas sebagai instrumen lindung nilai, namun juga menandakan potensi tekanan inflasi yang lebih luas.

Kenapa Ini Penting

Kenaikan harga emas Antam bukan sekadar pergerakan harian biasa — ini adalah sinyal bahwa permintaan safe haven masih kuat di tengah ketidakpastian global. Bagi investor ritel dan institusi, emas menjadi alternatif menarik di saat pasar saham dan obligasi tertekan. Namun, kenaikan ini juga berarti biaya akuisisi emas semakin mahal, yang bisa menekan margin bagi pelaku usaha yang menggunakan emas sebagai bahan baku atau jaminan kredit.

Dampak Bisnis

  • Emiten tambang emas seperti ANTM dan MDKA diuntungkan langsung karena harga jual emas lebih tinggi meningkatkan pendapatan dan margin laba. Namun, kenaikan biaya produksi akibat inflasi dan depresiasi rupiah perlu dicermati.
  • Pelaku industri perhiasan dan manufaktur berbasis emas akan menghadapi tekanan biaya bahan baku yang meningkat, berpotensi menekan margin dan daya saing produk ekspor.
  • Investor ritel yang memegang emas fisik diuntungkan dari kenaikan harga buyback, namun likuiditas pasar emas batangan tetap terbatas dibandingkan instrumen keuangan lainnya.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: pergerakan harga emas global (USD/troy oz) — jika terus naik di atas level psikologis, harga Antam berpotensi menembus Rp2.900.000/gram.
  • Risiko yang perlu dicermati: depresiasi rupiah lebih lanjut — karena emas dihargai dalam USD, pelemahan rupiah akan mendorong harga emas Antam semakin tinggi, memperkuat tekanan inflasi impor.
  • Sinyal penting: keputusan suku bunga The Fed dan BI — suku bunga tinggi cenderung menekan harga emas, sementara pelonggaran moneter bisa memicu reli emas lebih lanjut.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.