Beta Feedberry sedang dalam pengembangan aktif. Seluruh konten dapat diakses gratis.

16 MEI 2026
GOTO ARB ke Rp50 Usai Prabowo Teken Perpres Potongan Maksimal 8% untuk Aplikator Ojol
← Kembali
Beranda / Pasar / GOTO ARB ke Rp50 Usai Prabowo Teken Perpres Potongan Maksimal 8% untuk Aplikator Ojol
Pasar

GOTO ARB ke Rp50 Usai Prabowo Teken Perpres Potongan Maksimal 8% untuk Aplikator Ojol

Tim Redaksi Feedberry ·4 Mei 2026 pukul 02.47 · Sinyal tinggi · Sumber: CNBC Indonesia ↗
8 Skor

Regulasi baru langsung memangkas potensi pendapatan utama GOTO, memicu aksi jual massal ke batas auto rejection bawah — dampak instan dan sistemik ke ekosistem ride hailing.

Urgensi
9
Luas Dampak
7
Dampak Indonesia
8
Analisis Data Pasar
Instrumen
GOTO
Harga Terkini
Rp50
Perubahan %
-7,41%
Volume
15,73 juta saham
Level Teknikal
ARB (auto rejection bawah) — level terendah sejak IPO 2022

Key Takeaways

  • 1 Pantau pengumuman resmi GOTO terkait strategi penyesuaian pasca Perpres — termasuk potensi efisiensi atau kenaikan tarif ke konsumen
  • 2 Evaluasi ulang eksposur portofolio ke sektor ride hailing dan aplikator digital yang bergantung pada komisi transaksi
  • 3 Cermati perkembangan koordinasi GOTO dengan pemerintah — ada potensi negosiasi atau insentif kompensasi

Ringkasan Eksekutif

Saham GOTO anjlok 7,41% ke Rp50 (ARB) setelah Presiden Prabowo meneken Perpres No. 27 Tahun 2026 yang mewajibkan aplikator ride hailing memberikan minimal 92% pendapatan kepada pengemudi. GOTO baru saja mencatatkan laba bersih kuartalan pertama Rp171 miliar, namun regulasi ini mengancam model bisnis inti perusahaan.

Kenapa Ini Penting

Potongan maksimal 8% memangkas langsung margin GOTO dari bisnis ride hailing — sumber pendapatan utama yang baru saja menunjukkan profitabilitas kuartalan pertama. Ini bisa mengembalikan perusahaan ke zona rugi jika tidak ada penyesuaian biaya.

Dampak Bisnis

  • Kapitalisasi pasar GOTO tercatat sebesar Rp58,17 triliun setelah anjloknya saham.
  • Potongan maksimal 8% (dari sebelumnya aplikator bisa mengambil lebih dari 8%) berarti pendapatan per transaksi ride hailing GOTO akan berkurang.
  • Laba bersih kuartal I 2026 Rp171 miliar berpotensi tergerus jika tidak ada efisiensi atau diversifikasi pendapatan.

Yang Perlu Dipantau

  • Pantau pengumuman resmi GOTO terkait strategi penyesuaian pasca Perpres — termasuk potensi efisiensi atau kenaikan tarif ke konsumen
  • Evaluasi ulang eksposur portofolio ke sektor ride hailing dan aplikator digital yang bergantung pada komisi transaksi
  • Cermati perkembangan koordinasi GOTO dengan pemerintah — ada potensi negosiasi atau insentif kompensasi