Beta Feedberry sedang dalam pengembangan aktif. Seluruh konten dapat diakses gratis.

16 MEI 2026
Emas Antam Anjlok Rp50 Ribu ke Rp2,769 Juta/Gram — Buyback Ikut Tertekan

Foto: Katadata — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

← Kembali
Beranda / Pasar / Emas Antam Anjlok Rp50 Ribu ke Rp2,769 Juta/Gram — Buyback Ikut Tertekan
Pasar

Emas Antam Anjlok Rp50 Ribu ke Rp2,769 Juta/Gram — Buyback Ikut Tertekan

Tim Redaksi Feedberry ·16 Mei 2026 pukul 03.28 · Sinyal tinggi · Sumber: Katadata ↗
6 Skor

Penurunan harga emas harian cukup signifikan (-1,77%) dan langsung memengaruhi daya beli investor ritel serta nilai buyback, namun belum ada faktor struktural atau makro yang disebutkan sebagai pemicu.

Urgensi
6
Luas Dampak
5
Dampak Indonesia
7
Analisis Komoditas
Komoditas
Emas
Harga Terkini
Rp2.769.000 per gram (harga jual Antam), Rp2.576.000 per gram (buyback)
Perubahan Harga
-Rp50.000 per gram (-1,77%)

Key Takeaways

  • 1 Yang perlu dipantau: harga emas global (spot gold) dan indeks dolar AS (DXY) — jika DXY terus naik di atas 99,5, tekanan pada emas berlanjut.
  • 2 Risiko yang perlu dicermati: rilis notulen FOMC (21 Mei) — jika mengonfirmasi sikap hawkish, dolar menguat dan emas semakin tertekan.
  • 3 Sinyal penting: data inflasi Inggris (20 Mei) — jika inflasi turun lebih cepat dari ekspektasi, ekspektasi pemangkasan suku bunga BoE bisa melemahkan dolar dan mendukung emas.

Ringkasan Eksekutif

Harga emas batangan Antam pada Sabtu (16/5) tercatat turun Rp50.000 per gram dari Rp2.819.000 menjadi Rp2.769.000 per gram. Penurunan ini merupakan koreksi harian yang cukup tajam — sekitar 1,77% dalam sehari. Harga buyback juga ikut turun ke Rp2.576.000 per gram, yang berarti selisih antara harga jual dan harga beli kembali saat ini mencapai Rp193.000 per gram atau sekitar 7% dari harga jual. Selisih ini mencerminkan margin yang harus ditanggung investor jika menjual kembali emasnya dalam waktu dekat. Transaksi jual-beli emas Antam dikenakan pajak sesuai PMK Nomor 34/PMK.10/2017. Untuk pembelian, PPh 22 sebesar 0,45% untuk pemegang NPWP dan 0,9% untuk non-NPWP. Untuk penjualan kembali (buyback) dengan nilai di atas Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5% untuk pemegang NPWP dan 3% untuk non-NPWP, yang dipotong langsung dari total nilai buyback. Artinya, investor yang menjual emas batangan dengan nominal di atas Rp10 juta akan menerima dana bersih setelah pajak. Harga emas Antam untuk berbagai gramasi juga ikut turun secara proporsional: 0,5 gram di Rp1.434.500, 2 gram di Rp5.478.000, 5 gram di Rp13.620.000, hingga 1.000 gram di Rp2.709.600.000. Harga-harga ini sewaktu-waktu bisa berubah, mengikuti pergerakan harga emas global dan nilai tukar rupiah. Artikel tidak menyebutkan penyebab spesifik penurunan ini — apakah karena tekanan harga emas global, penguatan dolar AS, atau faktor teknikal domestik. Namun, dalam konteks pekan ini, dolar AS memang menguat signifikan terhadap berbagai mata uang utama, termasuk poundsterling yang anjlok 2% karena krisis politik Inggris dan ketegangan Iran. Dolar AS yang kuat biasanya menjadi tekanan bagi harga emas yang dihargai dalam dolar. Selain itu, data Produksi Industri AS yang melampaui ekspektasi (0,7% vs 0,3%) memperkuat ekspektasi bahwa The Fed mungkin tetap hawkish — faktor yang juga menekan emas sebagai aset non-yielding. Bagi investor Indonesia, penurunan harga emas Antam ini perlu dicermati dalam konteks dua arah: pertama, harga emas dalam rupiah juga dipengaruhi oleh kurs — jika rupiah melemah terhadap dolar, harga emas dalam rupiah bisa tetap tinggi meski harga global turun. Kedua, buyback di Rp2.576.000 per gram menjadi acuan likuiditas bagi pemegang emas fisik. Jika harga terus turun, investor yang membeli di level lebih tinggi akan menghadapi kerugian unrealized yang cukup besar. Yang perlu dipantau dalam 1-2 pekan ke depan: pergerakan harga emas global (spot gold) dan indeks dolar AS (DXY). Jika dolar terus menguat karena ekspektasi hawkish The Fed atau eskalasi geopolitik, tekanan pada emas bisa berlanjut. Sebaliknya, jika ketegangan Iran mereda atau data ekonomi AS melemah, emas bisa kembali naik. Investor emas ritel juga perlu memperhatikan jadwal rilis data inflasi Inggris (20 Mei) dan notulen FOMC (21 Mei) — keduanya bisa menjadi katalis pergerakan dolar dan emas global.

Mengapa Ini Penting

Penurunan harga emas Antam sebesar Rp50.000 dalam sehari bukan sekadar koreksi teknikal — ini memengaruhi nilai aset yang dipegang oleh jutaan investor ritel Indonesia yang menjadikan emas sebagai instrumen tabungan dan lindung nilai. Selisih harga jual-beli yang lebar (7%) ditambah pajak membuat biaya transaksi emas fisik cukup tinggi, sehingga investor yang terpaksa menjual di saat harga turun akan menanggung kerugian ganda. Di sisi lain, bagi yang memiliki likuiditas, koreksi ini bisa menjadi peluang akumulasi — tetapi risikonya tetap ada jika tekanan dolar AS berlanjut.

Dampak ke Bisnis

  • Penurunan harga jual dan buyback emas Antam langsung menekan margin bisnis PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) di segmen logam mulia — pendapatan dari penjualan emas batangan berkurang, sementara biaya produksi tetap.
  • Bisnis pegadaian dan pembiayaan gadai emas — yang menggunakan harga buyback sebagai acuan nilai agunan — akan mengalami penurunan nilai jaminan, berpotensi memicu margin call atau penurunan plafon pinjaman bagi nasabah.
  • Sektor ritel dan toko emas kecil menengah yang menjual emas Antam dengan margin tipis akan merasakan tekanan karena konsumen cenderung menunda pembelian di tengah tren penurunan harga.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: harga emas global (spot gold) dan indeks dolar AS (DXY) — jika DXY terus naik di atas 99,5, tekanan pada emas berlanjut.
  • Risiko yang perlu dicermati: rilis notulen FOMC (21 Mei) — jika mengonfirmasi sikap hawkish, dolar menguat dan emas semakin tertekan.
  • Sinyal penting: data inflasi Inggris (20 Mei) — jika inflasi turun lebih cepat dari ekspektasi, ekspektasi pemangkasan suku bunga BoE bisa melemahkan dolar dan mendukung emas.