8 JUN 2026
China Borong Emas 19 Bulan – Cadangan Hampir 10 Juta Gram

Foto: IDXChannel — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

← Kembali
Beranda / Pasar / China Borong Emas 19 Bulan – Cadangan Hampir 10 Juta Gram
Pasar

China Borong Emas 19 Bulan – Cadangan Hampir 10 Juta Gram

Tim Redaksi Feedberry ·7 Juni 2026 pukul 18.00 · Sumber: IDXChannel ↗
6.3 Skor

Pembelian emas oleh PBOC selama 19 bulan menekan dominasi dolar dan memperkuat tren safe haven, berdampak pada harga emas, rupiah, dan emiten tambang Indonesia.

Urgensi
5
Luas Dampak
7
Dampak Indonesia
7

Ringkasan Eksekutif

Bank Sentral China (PBOC) kembali menambah cadangan emasnya pada Mei 2026, memperpanjang rekor pembelian bersih selama 19 bulan berturut-turut. Kepemilikan emas China kini mencapai 9,95 juta gram setelah penambahan 320.000 troy ons pada bulan lalu.

Langkah ini menjadi yang terpanjang sejak 2015 saat China mulai memberikan data cadangan secara lebih transparan. Aksi borong ini terjadi di tengah tekanan harga emas yang sedang menurun untuk bulan ketiga berturut-turut setelah mencapai rekor tertinggi pada akhir Januari. Emas masih menghadapi headwind dari ekspektasi suku bunga tinggi yang berkepanjangan dan kekhawatiran inflasi yang persisten. Meskipun demikian, bank sentral global, termasuk China dan Polandia, tetap agresif menambah cadangan emas mereka. Data World Gold Council menunjukkan bahwa pada April 2026, bank sentral global mencatat pembelian bersih 17 ton emas, dibalik oleh Polandia (14 ton) dan China (8 ton). Ini membalikkan aksi jual bersih Maret yang dipicu oleh Turki.

Keputusan China untuk terus membeli meskipun harga sedang tertekan mengirimkan sinyal kuat bahwa diversifikasi cadangan dari dolar AS telah menjadi prioritas struktural, bukan keputusan taktis jangka pendek. Bagi Indonesia, dampaknya bersifat multi-layer. Pertama, harga emas yang masih bertahan di sekitar $4.390 per ons memberikan katalis positif bagi emiten pertambangan emas seperti Antam (ANTM) dan Merdeka Copper Gold (MDKA). Kedua, dengan kurs rupiah yang masih di kisaran 18.000 per dolar AS, emas menjadi aset lindung nilai yang semakin atraktif bagi investor domestik. Ketiga, cadangan devisa Indonesia yang sebagian kecil dalam bentuk emas akan mendapat dorongan nilai secara mark-to-market.

Namun, tren de-dolarisasi yang diwakili oleh aksi bank sentral ini juga mencerminkan meningkatnya ketidakpastian terhadap sistem keuangan global, yang dapat memperkuat risk-off sentiment dan berpotensi memicu outflow dari pasar saham Indonesia.

Di sisi lain, semakin banyaknya negara yang beralih ke emas dan aset alternatif dapat melemahkan dominasi dolar AS dalam jangka panjang, yang pada akhirnya menguntungkan negara berkembang seperti Indonesia melalui berkurangnya tekanan nilai tukar dan biaya pendanaan eksternal.

Mengapa Ini Penting

Pembelian emas oleh PBOC selama 19 bulan berturut-turut bukan sekadar tren pasar, melainkan sinyal de-dolarisasi yang semakin konkret. Langkah ini menekan dominasi dolar AS dalam cadangan global dan berpotensi mengubah arus modal ke emerging market. Bagi investor Indonesia, ini memperkuat narasi emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian moneter global dan tekanan terhadap rupiah.

Dampak ke Bisnis

  • Emiten pertambangan emas seperti Antam (ANTM) dan Merdeka Copper Gold (MDKA) akan menikmati tailwind dari harga emas yang tetap tinggi di atas $4.000 per ons, meningkatkan margin dan laba bersih mereka secara langsung.
  • Lembaga keuangan dan manajer investasi yang menawarkan produk berbasis emas (reksa dana emas, ETF emas) berpotensi mengalami peningkatan permintaan dari investor yang mencari safe haven di tengah volatilitas rupiah dan pasar saham.
  • Bank Indonesia mungkin akan mengevaluasi komposisi cadangan devisa – jika tren global pembelian emas oleh bank sentral terus berlanjut, BI dapat menambah porsi emas untuk diversifikasi, yang akan memengaruhi permintaan emas fisik domestik dan harga emas lokal.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: pergerakan harga emas spot – jika berhasil tembus $4.500, permintaan safe haven global akan menguat dan berpotensi mengalihkan arus modal dari aset berisiko termasuk IHSG.
  • Risiko yang perlu dicermati: penguatan dolar AS lebih lanjut – indeks dolar broad yang mendekati 120 akan menekan rupiah dan memperbesar tekanan inflasi impor, mendorong lebih banyak investor domestik beralih ke emas.
  • Sinyal penting: pernyataan resmi Bank Indonesia mengenai strategi cadangan devisa – jika BI mengumumkan penambahan alokasi emas, itu akan menjadi katalis positif bagi harga emas dalam rupiah dan sentimen investor.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.