Beta Feedberry sedang dalam pengembangan aktif. Seluruh konten dapat diakses gratis.

5 MEI 2026
FEEDberryBISNIS · PASAR · KEBIJAKAN · INDONESIA

Intelijen keuangan AI untuk Indonesia.

BPS: 42,5 Juta Penduduk RI Bekerja di Sektor Pertanian, Porsi Terbesar 28,78%
Beranda / Makro / BPS: 42,5 Juta Penduduk RI Bekerja di Sektor Pertanian, Porsi Terbesar 28,78%
Makro

BPS: 42,5 Juta Penduduk RI Bekerja di Sektor Pertanian, Porsi Terbesar 28,78%

Tim Redaksi Feedberry ·5 Mei 2026 pukul 05.22 · Sinyal tinggi · Confidence 6/10 · Sumber: CNBC Indonesia ↗
Feedberry Score
6 / 10

Data ketenagakerjaan bersifat struktural, bukan krisis mendesak, namun dampaknya luas ke seluruh sektor ekonomi dan relevan dengan daya beli serta arah kebijakan.

Urgensi 3
Luas Dampak 8
Dampak Indonesia 7
Analisis Indikator Makro
Indikator
Jumlah Penduduk Bekerja
Nilai Terkini
147,67 juta orang
Nilai Sebelumnya
145,77 juta orang (Februari 2025)
Perubahan
+1,89 juta orang (+1,3%)
Tren
naik
Sektor Terdampak
PertanianPerdaganganIndustri ManufakturKonstruksiPendidikan

Ringkasan Eksekutif

BPS mencatat total penduduk bekerja Indonesia per Februari 2026 mencapai 147,67 juta orang, naik 1,89 juta dari tahun sebelumnya. Sektor pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan 42,50 juta orang (28,78%), diikuti perdagangan (26,51 juta) dan industri (20,04 juta).

Kenapa Ini Penting

Data ini menunjukkan bahwa mayoritas angkatan kerja Indonesia masih bergantung pada sektor dengan produktivitas dan nilai tambah yang relatif rendah, yang berimplikasi pada daya beli, pendapatan per kapita, dan ketahanan ekonomi rumah tangga.

Dampak Bisnis

  • Sektor pertanian menyerap 28,78% tenaga kerja, naik tipis dari 28,54% tahun lalu — artinya ketergantungan pada sektor ini belum berkurang signifikan.
  • Sektor perdagangan besar dan eceran menurun porsinya dari 19,26% menjadi 17,95%, mengindikasikan pergeseran atau tekanan di sektor ritel.
  • Sektor industri manufaktur hanya menyerap 13,57% tenaga kerja, menunjukkan transformasi struktural dari agraris ke industri masih berjalan lambat.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: data pertumbuhan ekonomi (GDP) kuartal I 2026 yang dirilis bersamaan — apakah sektor pertanian berkontribusi positif atau justru menjadi beban.
  • Risiko yang perlu dicermati: pelemahan rupiah ke Rp17.400+ dapat menekan biaya impor pupuk dan alat pertanian, berpotensi menekan margin petani.
  • Perhatikan: tren penurunan porsi tenaga kerja di sektor perdagangan — apakah ini sinyal konsolidasi ritel atau pergeseran ke sektor informal.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.