Beta Feedberry sedang dalam pengembangan aktif. Seluruh konten dapat diakses gratis.

7 MEI 2026
FEEDberryBISNIS · PASAR · KEBIJAKAN · INDONESIA

Intelijen keuangan AI untuk Indonesia.

BNY Garap Kustodi Kripto Institusi di UEA — Sinyal Adopsi Aset Digital Makin Serius

Foto: Cointelegraph — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

Beranda / Teknologi / BNY Garap Kustodi Kripto Institusi di UEA — Sinyal Adopsi Aset Digital Makin Serius
Teknologi

BNY Garap Kustodi Kripto Institusi di UEA — Sinyal Adopsi Aset Digital Makin Serius

Tim Redaksi Feedberry ·7 Mei 2026 pukul 09.17 · Confidence 5/10 · Sumber: Cointelegraph ↗
Feedberry Score
6 / 10

Langkah BNY sebagai bank kustodi global terbesar masuk ke layanan kripto di UEA menandakan adopsi institusional yang semakin matang, berdampak pada sentimen global aset digital dan regulasi di negara lain termasuk Indonesia.

Urgensi 6
Luas Dampak 7
Dampak Indonesia 5

Ringkasan Eksekutif

BNY, bank kustodi terbesar dunia, menggandeng Finstreet dan ADI Foundation untuk menyediakan layanan kustodi Bitcoin dan Ethereum yang teregulasi bagi klien institusi di Uni Emirat Arab, beroperasi dari Abu Dhabi Global Market. Inisiatif ini akan dimulai dengan Bitcoin dan Ether untuk klien Finstreet, dengan rencana ekspansi ke stablecoin, aset dunia nyata yang ditokenisasi, dan instrumen digital teregulasi lainnya. Langkah ini memperkuat posisi UEA sebagai pusat infrastruktur aset digital global, setelah sebelumnya ADI Chain menjalin nota kesepahaman dengan BlackRock, Mastercard, dan Franklin Templeton untuk penyelesaian aset tokenisasi. Bagi Indonesia, perkembangan ini menambah tekanan pada regulator dan pelaku pasar untuk mempercepat kerangka regulasi aset digital yang jelas dan kompetitif.

Kenapa Ini Penting

Keterlibatan BNY — bank sistemik global pertama yang menawarkan kustodi aset digital — memberikan legitimasi institusional yang signifikan bagi ekosistem kripto. Ini bukan lagi soal investor ritel, melainkan arus modal institusi besar yang membutuhkan infrastruktur kustodi yang aman dan teregulasi. Bagi Indonesia, yang memiliki basis investor kripto ritel aktif namun regulasi masih dalam transisi dari Bappebti ke OJK, langkah UEA bisa menjadi benchmark sekaligus tantangan: jika Indonesia tidak segera menyediakan kerangka yang setara, arus modal dan inovasi bisa lebih memilih yurisdiksi lain.

Dampak Bisnis

  • Meningkatkan kredibilitas aset digital sebagai kelas aset institusional: langkah BNY dapat mendorong bank-bank besar lain, termasuk di Asia, untuk mengikuti jejak serupa, memperluas akses likuiditas dan produk kripto bagi investor institusi.
  • Mendorong percepatan regulasi aset digital di Indonesia: OJK dan Bappebti akan menghadapi tekanan lebih besar untuk menyelesaikan kerangka regulasi yang komprehensif, terutama terkait kustodi, stablecoin, dan tokenisasi aset, agar Indonesia tidak tertinggal dalam persaingan regional.
  • Berpotensi memicu minat institusi Indonesia terhadap aset digital: perusahaan asuransi, dana pensiun, dan manajer investasi di Indonesia mungkin mulai mengeksplorasi alokasi ke aset digital jika regulasi domestik sudah jelas dan infrastruktur kustodi tersedia, meskipun adopsi masih akan bertahap.

Konteks Indonesia

Indonesia memiliki basis investor kripto ritel yang besar dan aktif, namun regulasi masih dalam masa transisi dari Bappebti ke OJK. Langkah BNY di UEA menunjukkan bahwa adopsi institusional aset digital semakin nyata, yang bisa memengaruhi sentimen pasar kripto domestik dan mendorong regulator untuk mempercepat penyusunan kerangka hukum yang komprehensif, terutama terkait kustodi, stablecoin, dan tokenisasi aset. Jika Indonesia tidak segera bergerak, ada risiko kehilangan daya saing sebagai hub aset digital regional.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: perkembangan regulasi aset digital di Indonesia pasca peralihan kewenangan dari Bappebti ke OJK — apakah akan ada aturan kustodi dan stablecoin yang jelas dalam 6-12 bulan ke depan.
  • Risiko yang perlu dicermati: jika Indonesia lambat dalam menyusun regulasi, arus modal dan talenta di sektor aset digital bisa lebih memilih yurisdiksi seperti Singapura atau UEA yang sudah lebih maju.
  • Sinyal penting: adopsi layanan kustodi kripto oleh bank-bank besar Asia seperti DBS atau Mitsubishi UFJ — ini akan menjadi indikator bahwa tren institusional sudah sampai ke kawasan terdekat Indonesia.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.