Beta Feedberry sedang dalam pengembangan aktif. Seluruh konten dapat diakses gratis.

5 MEI 2026
FEEDberryBISNIS · PASAR · KEBIJAKAN · INDONESIA

Intelijen keuangan AI untuk Indonesia.

Bahlil Buka Opsi Skema Bagi Hasil Migas untuk Tambang — Target Pendapatan Negara Lebih Besar
Beranda / Kebijakan / Bahlil Buka Opsi Skema Bagi Hasil Migas untuk Tambang — Target Pendapatan Negara Lebih Besar
Kebijakan

Bahlil Buka Opsi Skema Bagi Hasil Migas untuk Tambang — Target Pendapatan Negara Lebih Besar

Tim Redaksi Feedberry ·5 Mei 2026 pukul 08.13 · Sinyal tinggi · Confidence 7/10 · Sumber: Detik Finance ↗
Feedberry Score
7.7 / 10

Wacana perubahan skema bagi hasil tambang berpotensi mengubah struktur pendapatan negara dan iklim investasi di sektor sumber daya alam yang sangat luas dampaknya.

Urgensi 6
Luas Dampak 8
Dampak Indonesia 9
Analisis Regulasi & Kebijakan
Nama Regulasi
Skema Bagi Hasil Tambang (wacana)
Penerbit
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
Perubahan Kunci
  • ·Membuka opsi penerapan skema cost recovery (pengembalian biaya operasi) dan gross split (bagi hasil bruto) untuk pengelolaan tambang.
  • ·Sistem konsesi tetap dipertahankan, namun dengan optimasi pendapatan negara agar mendapatkan porsi lebih besar.
Pihak Terdampak
Perusahaan tambang pemegang IUP (swasta dan BUMN)Pemerintah pusat (penerimaan negara bukan pajak/PNBP)Pemerintah daerah (dampak pada pendapatan asli daerah dari royalti dan pajak)

Ringkasan Eksekutif

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membuka opsi penerapan skema bagi hasil seperti cost recovery dan gross split dari industri migas ke sektor pertambangan. Langkah ini merupakan arahan Presiden Prabowo untuk memaksimalkan pendapatan negara dari tambang, dengan tetap mempertahankan sistem konsesi.

Kenapa Ini Penting

Jika diterapkan, skema baru ini bisa mengubah secara fundamental cara negara dan swasta berbagi keuntungan dari tambang — berdampak langsung pada profitabilitas perusahaan tambang dan penerimaan negara dari sektor yang menjadi tulang punggung ekspor Indonesia.

Dampak Bisnis

  • Perusahaan tambang pemegang IUP (Izin Usaha Pertambangan) berpotensi menghadapi perubahan struktur biaya dan bagi hasil, mirip dengan kontraktor migas.
  • Penerapan skema cost recovery dapat memberikan kepastian pengembalian biaya eksplorasi dan produksi, namun skema gross split berpotensi mengurangi fleksibilitas biaya operasional.
  • Negara diproyeksikan mendapatkan porsi pendapatan lebih besar dari sektor tambang, yang saat ini hanya mengandalkan pajak dan royalti.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: detail skema yang akan dirumuskan — apakah akan mengadopsi cost recovery, gross split, atau kombinasi keduanya.
  • Risiko yang perlu dicermati: respons investor tambang — perubahan skema bagi hasil dapat mempengaruhi minat investasi baru di sektor ini.
  • Perhatikan: timeline implementasi — apakah akan diterapkan untuk IUP baru, IUP eksisting, atau keduanya.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.