Data ketenagakerjaan Februari 2026 menunjukkan perbaikan jumlah pekerja, namun kualitas pekerjaan dan TPAK yang menurun perlu dicermati.
Ringkasan Eksekutif
BPS melaporkan angkatan kerja Indonesia mencapai 154,91 juta orang per Februari 2026, dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun ke 4,68%. Jumlah penduduk bekerja naik 1,896 juta orang, didorong oleh pekerja penuh dan paruh waktu, sementara setengah pengangguran berkurang.
Kenapa Ini Penting
Data ini menunjukkan pasar tenaga kerja masih ekspansif, namun penurunan TPAK dan peningkatan pekerja paruh waktu mengindikasikan tantangan dalam penyerapan tenaga kerja berkualitas.
Dampak Bisnis
- ✦ Penambahan 2,11 juta pekerja penuh menandakan daya beli masyarakat berpotensi terjaga, mendukung sektor konsumsi dan ritel.
- ✦ Penurunan setengah pengangguran sebesar 940.000 orang mengurangi tekanan pada produktivitas tenaga kerja.
- ✦ Peningkatan pekerja paruh waktu sebesar 0,73 juta orang mengindikasikan masih ada sektor yang belum mampu menyerap tenaga kerja penuh waktu.
Yang Perlu Dipantau
- ◎ Yang perlu dipantau: kualitas pekerjaan baru — apakah dominasi sektor informal atau formal, karena mempengaruhi stabilitas pendapatan dan konsumsi.
- ◎ Risiko yang perlu dicermati: penurunan TPAK perempuan — dapat membatasi potensi pertumbuhan ekonomi jangka panjang jika tidak diimbangi kebijakan inklusif.
- ◎ Perhatikan: tren pertumbuhan upah riil — jika tidak sejalan dengan penambahan pekerja, daya beli bisa tertekan.
Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.