10 Jul 2026
Skor 6.7
Ada Haji Isam dan Boy Thohir di IPO RANS Entertainment Raffi Ahmad
RANS Entertainment, perusahaan hiburan milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada Jumat, 10 Juli. Dalam seremoni IPO, dua pengusaha ternama hadir: Andi Syamsuddin Arsyad (Haji Isam) dan Garibaldi Thohir (Boy Thohir). Nagita menyapa mereka sebagai 'senior', dan Raffi mengungkapkan bahwa Haji Isam merupakan salah satu pemegang saham sekaligus mentornya. Kehadiran figur sekelas Haji Isam — pengusaha batu bara dan pelabuhan — dan Boy Thohir — pemegang saham utama Trimegah Sekuritas, penjamin emisi IPO — memberikan sinyal dukungan kuat dari kalangan pengusaha besar terhadap emiten baru ini.
Yang tidak terlihat dari seremoni ini adalah implikasi tata kelola yang lebih dalam. Haji Isam sebagai pemegang saham dan mentor memberikan legitimasi bisnis, namun juga menimbulkan pertanyaan tentang pengaruhnya terhadap pengambilan keputusan perusahaan. Sementara itu, Boy Thohir hadir dalam kapasitas sebagai pemilik Trimegah Sekuritas, yang bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi — menimbulkan potensi benturan kepentingan antara perannya sebagai penjamin emisi dan pemegang saham RANS. Meski tidak diungkap dalam acara, struktur kepemilikan sebelum IPO menunjukkan adanya figur publik lain seperti Dony Oskaria (COO Danantara) dan Kaesang Pangarep (Ketua PSI), yang menambah kerumitan sisi kepatuhan.
Dampak langsung dari IPO ini adalah ujian bagi pasar modal Indonesia dalam menyerap emiten berbasis selebritas dan figur publik. Di tengah kondisi pasar yang sedang tertekan — IHSG berada di level 5.930 dan rupiah di Rp18.055 per dolar AS — minat investor terhadap saham dengan fundamental yang belum teruji dan valuasi yang bergantung pada popularitas figur sentral menjadi isu kritis. Kehadiran Haji Isam dan Boy Thohir mungkin memberikan kepercayaan tambahan bagi investor ritel dan institusi, namun risiko likuiditas dan volatilitas harga di pasar sekunder tetap tinggi mengingat free float yang terbatas.
Yang perlu dipantau ke depan adalah respons pasar pada hari-hari pertama perdagangan saham RANS. Apakah harga bertahan di atas harga IPO atau justru terkoreksi? Selain itu, pernyataan resmi OJK dan BEI terkait pengawasan terhadap struktur pemegang saham yang melibatkan pejabat publik dan pengusaha besar akan menjadi sinyal penting bagi kredibilitas pasar modal Indonesia. Risiko ketergantungan pada figur Raffi dan Nagita sebagai sumber utama pendapatan juga perlu dicermati, mengingat model bisnis entertainment yang sangat personal. Jika dalam beberapa minggu ke depan muncul isu tata kelola atau investigasi terkait kepemilikan saham oleh pejabat publik, sentimen terhadap IPO serupa bisa terpengaruh negatif.
Sumber data: IDX