Direktori Emiten ·IDX
SCCO
Small CapPT Supreme Cable Manufacturing & Commerce Tbk
Industrials · Industrial Goods
Analisis terkait SCCO
-
21 Mei 2026 Skor 6.0
Southern Copper plans $319M Cuajone mine overhaul
Southern Copper mengumumkan investasi senilai $318,6 juta untuk merombak tambang tembaga Cuajone di Peru selatan. Program selama 17 bulan ini mencakup pemasangan filter press baru di pabrik konsentrator untuk menjaga produksi selama pemeliharaan dan meningkatkan kualitas konsentrat, relokasi sebagian pipa air tawar, persiapan lahan seluas 25,3 hektar untuk pelindian, adaptasi jaringan saluran pembuangan, serta pembangunan gardu listrik dan ruang kontrol baru. Investasi ini mengikuti periode turbulensi bagi Southern Copper di Peru — pada April lalu, Kementerian Energi dan Pertambangan Peru mengembalikan izin proyek tembaga Tia Maria senilai $1,8 miliar setelah sempat mencabut lisensi eksploitasi dan memerintahkan tinjauan teknis baru di tengah masa pemilihan presiden yang bergolak. Cuajone memproduksi hampir 163.000 ton tembaga murni pada 2025 dan, bersama tambang Toquepala, membantu mendongkrak produksi Southern Copper di kuartal terakhir tahun tersebut. Kedua operasi ini menerima akreditasi The Copper Mark pada 2025 karena mematuhi Standar Global Industri tentang Pengelolaan Tailing dari International Council on Mining and Metals. Perusahaan juga memajukan peningkatan di Toquepala setelah mendapat persetujuan regulasi pada Januari 2025 untuk perbaikan senilai sekitar $79 juta, termasuk unit desliming baru untuk pemrosesan bijih kadar rendah, thickener untuk meningkatkan pemulihan air dari tailing, dan peningkatan pengelolaan rembesan. Proyek-proyek ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan di seluruh operasi Peru, seiring penurunan kadar bijih di Cuajone dan Toquepala yang membebani produksi. Southern Copper memperkirakan produksi tembaga sebesar 911.400 ton tahun ini dan sekitar 900.000 ton pada 2027, turun dari 954.270 ton pada 2025. Perusahaan menargetkan peningkatan produksi tahunan tembaga menjadi 1,6 juta ton pada 2033. Bagi Indonesia, berita ini relevan karena Indonesia adalah produsen tembaga signifikan melalui tambang Grasberg (Freeport Indonesia) dan tengah gencar mendorong hilirisasi mineral. Investasi besar di tambang pesaing menunjukkan bahwa produsen global berlomba mengamankan pasokan jangka panjang di tengah permintaan yang didorong elektrifikasi dan AI. Namun, penurunan kadar bijih yang memicu investasi ini juga menjadi pengingat bahwa biaya produksi tembaga cenderung meningkat secara struktural, yang dapat mempengaruhi daya saing dan margin pemurnian di dalam negeri.
Sumber data: IDX
-
5 Mei 2026 Skor 5.0 Signal Tinggi
Op-Ed: Tia Maria’s whiplash year highlights LatAm regulatory risk
Proyek tembaga Tía Maria milik Southern Copper (SCCO) di Peru mengalami pembatalan izin eksploitasi oleh Kementerian Energi dan Tambang (Minem) pada Maret 2026, hanya untuk diterbitkan kembali sebulan kemudian pada April 2026. Proyek senilai USD1,8 miliar ini telah melalui tiga dekade pengembangan sejak 1994, termasuk protes berdarah pada 2011-2015 yang menewaskan enam orang. Pembatalan pertama didasari alasan teknis-prosedural — desain tempat pembuangan limbah yang tidak lengkap dan penjadwalan proyek yang tidak memadai — namun laporan Americas Market Intelligence (AMI) menilai insiden ini mencerminkan kesenjangan antara kepatuhan formal dan realitas politik di Amerika Latin. Bagi investor tambang global, kasus ini menjadi pengingat bahwa regulasi di kawasan tersebut kerap digunakan sebagai alat politik jangka pendek, bukan kerangka jangka panjang yang stabil.
Sumber data: IDX