6 Mei 2026
Skor 4.7
Penjualan Emiten Pupuk Saraswanti (SAMF) Turun 19%, Kebun Sawit Jadi Penopang
PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF), emiten produsen pupuk, mencatat penurunan penjualan sebesar 19% year-on-year pada kuartal I-2026, dari Rp743,36 miliar menjadi Rp601,66 miliar. Laba bersih juga menyusut dari Rp44,16 miliar menjadi Rp37,62 miliar. Meskipun demikian, manajemen menyatakan target optimistis untuk pertumbuhan volume dan kinerja keuangan sepanjang tahun 2026.
Faktor utama yang memengaruhi kinerja SAMF adalah sektor perkebunan kelapa sawit sebagai pasar utama. Harga komoditas CPO, intensitas pemupukan, dan luas areal tanam menjadi variabel kunci yang menentukan permintaan pupuk. Penurunan penjualan ini mengindikasikan bahwa tekanan di sektor sawit — baik dari sisi harga CPO maupun aktivitas pemupukan — mulai berdampak ke rantai pasok hulu.
Untuk mengantisipasi tekanan, SAMF menyiapkan belanja modal (capex) yang difokuskan pada ekspansi kapasitas produksi, termasuk pembangunan pabrik baru di Riau dan penguatan fasilitas produksi di lokasi eksisting. Strategi lain meliputi efisiensi operasional, pengendalian biaya, inovasi produk, modernisasi teknologi, pengamanan rantai pasok, serta diversifikasi produk dengan fokus pada keberlanjutan.
Yang perlu dipantau ke depan adalah realisasi capex dan progres pembangunan pabrik Riau — jika berjalan sesuai rencana, kapasitas produksi tambahan bisa menjadi katalis pemulihan volume penjualan di semester II-2026. Namun, risiko utama tetap pada harga CPO global dan kebijakan DMO minyak goreng yang bisa menekan margin petani dan mengurangi intensitas pemupukan.
Sumber data: IDX