Analisis terkait PSAB
-
25 Mei 2026 Skor 7.0
IHSG Berpotensi Masuk Zona Merah Awali Pekan Ini
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 6.162 pada Jumat (22/5) setelah menguat 1,10% dari hari sebelumnya. Namun analis memperkirakan pelemahan pada perdagangan Senin (25/5) dengan potensi menguji support di 5.899. Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyatakan IHSG masih rawan melanjutkan koreksi, dengan rentang support 5.996–5.899 dan resistance 6.318–6.459. Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova melihat indeks berpeluang rebound setelah membentuk pola candle hammer, namun mengingatkan bahwa tren pelemahan masih perlu diwaspadai jika gagal menembus resistance 6.459. Volume transaksi tercatat Rp21,56 triliun dengan 449 saham menguat, 251 terkoreksi, dan 118 stagnan. Perbedaan pandangan antara kedua analis mencerminkan ketidakpastian pasar yang tinggi; pola hammer memang sinyal pembalikan potensial, tetapi belum dikonfirmasi oleh volume atau katalis fundamental yang kuat. Sentimen eksternal seperti harga minyak global yang turun 4,5% ke US$98,83 per barel akibat optimisme kesepakatan damai AS-Iran memberikan katalis positif bagi biaya impor energi Indonesia, namun belum cukup mengubah arah teknikal jangka pendek IHSG. Rupiah yang masih di level Rp17.712 per dolar AS juga menjadi beban, karena investor asing cenderung mengurangi eksposur saat nilai tukar tertekan. Bagi pelaku pasar, level 5.899 menjadi titik kritis: jika ditembus, potensi koreksi lebih dalam ke 5.673–5.439, seperti yang diproyeksikan Ivan, bisa terjadi. Sebaliknya, jika IHSG mampu bertahan di atas 6.162 dan menembus 6.459, tren pelemahan bisa berbalik. Namun demikian, tanpa katalis positif baru, risiko pelemahan lebih besar. Yang perlu dipantau dalam 1-2 minggu ke depan: arus modal asing harian — outflow berkelanjutan dapat memperkuat tekanan jual pada saham blue chip seperti BBCA, BBRI, dan BMRI. Selain itu, perkembangan negosiasi damai AS-Iran akan memengaruhi harga minyak dan rupiah, yang secara tidak langsung memengaruhi sentimen pasar saham Indonesia. Investor juga perlu mencermati data ekonomi domestik seperti inflasi Mei dan neraca perdagangan April yang dapat menjadi pemicu pergerakan IHSG berikutnya.
Sumber data: IDX
-
6 Mei 2026 Skor 5.0
IHSG Sesi I Naik ke Level 7.102, Saham UNVR, TPIA dann COIN Ceria
IHSG ditutup naik 0,65% ke 7.102 pada perdagangan sesi I, Selasa (5/5), didorong oleh kenaikan saham UNVR (+8,84%), TPIA (+7,41%), dan COIN (+7,17%). Meskipun rebound terjadi, indeks masih terkoreksi 17,86% secara year-to-date, mencerminkan tekanan akumulatif sejak awal tahun. Volume transaksi mencapai 22,57 miliar saham dengan nilai Rp10,46 triliun, sementara kapitalisasi pasar tercatat Rp12.771 triliun. Secara sektoral, transportasi memimpin kenaikan (+2,28%), diikuti oleh sembilan sektor lainnya di zona hijau — hanya satu sektor yang masih merah. Pergerakan ini terjadi di tengah sentimen positif bursa Asia, di mana Nikkei, Hang Seng, dan Shanghai Composite juga menguat. Namun, data baseline menunjukkan IHSG masih berada di persentil 8% dalam rentang satu tahun terverifikasi (6.787–9.135), menandakan bahwa level saat ini masih mendekati area terendah tahunan meskipun ada rebound harian.
Sumber data: IDX