26 JUN 2026

Direktori Emiten ·IDX

PANI

Blue Chip

PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk.

Properties & Real Estate · Properties & Real Estate

Harga
6.600
▼ 6.78%
Market Cap
Rp120,05 T
PER
51,97
PBV
5,63
Div Yield
8,00%
Volume
ROE
3,62%
EPS
63
Listing
2018-09-18

Laporan Keuangan Kuartalan

Periode Revenue Net Income Total Assets Total Equity NPM
Q1-2026 Rp1,11 T Rp578,34 M Rp50,41 T Rp32,21 T 52,1%
Q4-2025 Rp1,22 T Rp356,02 M Rp50,58 T Rp31,66 T 29,3%
Q3-2025 Rp1,45 T Rp505,44 M Rp49,46 T Rp30,71 T 34,8%
Q2-2025 Rp1,03 T Rp236,28 M Rp48,76 T Rp29,43 T 22,9%
Q1-2025 Rp611,97 M Rp49,58 M Rp48,49 T Rp29,04 T 8,1%
Q4-2024 Rp738,92 M Rp137,31 M Rp45,38 T Rp26,6 T 18,6%
Q3-2024 Rp747,01 M Rp397 M Rp44,15 T Rp26,3 T 53,1%
Q2-2024 Rp706,3 M Rp162,49 M Rp36,33 T Rp19,61 T 23,0%

Laporan Earnings Pro · 24 Mei 2026

Earnings Flash: PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) Q1-2026

Executive Summary

PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) mencatatkan pendapatan Rp 1,1 triliun di Q1-2026, tumbuh 81,5% YoY, dengan laba bersih melonjak 987% YoY menjadi Rp 578,3 miliar. Namun, arus kas operasi negatif Rp 452 miliar dan free cash flow negatif Rp 316,4 miliar mengindikasikan tekanan likuiditas operasional. Di tengah IHSG yang menguat tipis (+1,10%) dan USD/IDR di level 17.712, valuasi saham PER 80,6x dan PBV 5,11x berada jauh di atas rata-rata sektor properti yang memiliki PER rata-rata -340,2x. Angka-angka ini penting karena menunjukkan pertumbuhan laba yang eksplosif namun tidak didukung oleh konversi kas yang sehat.

Transmission Mechanism

Kenaikan laba bersih 987% YoY pada PANI didorong oleh pendapatan yang tumbuh 81,5% dan laba kotor Rp 3,0 triliun — jauh melampaui pendapatan, mengindikasikan kemungkinan pengakuan pendapatan dari penjualan aset atau revaluasi. Dalam konteks suku bunga BI yang masih tinggi (asumsi di kisaran 6,0-6,25%) dan USD/IDR yang melemah ke 17.712, sektor properti biasanya tertekan karena biaya utang meningkat dan daya beli konsumen menurun. Namun, PANI memiliki total utang hanya Rp 503,2 miliar terhadap ekuitas Rp 27,7 triliun, sehingga rasio utang terhadap ekuitas sangat rendah (1,8%). Ini membuat emiten relatif kebal terhadap kenaikan suku bunga, tetapi arus kas operasi negatif menunjukkan bahwa proyek-proyek yang sedang berjalan mungkin membutuhkan pendanaan eksternal atau mengandalkan kas internal yang terus berkurang.

Peer Comparison

Dibandingkan peer sektor properti, ROE PANI 8,3% berada di atas rata-rata sektor 5,6%, namun di bawah MKPI (14,5%) dan CBDK (11,4%). NPM PANI 34,8% sangat tinggi vs peer seperti BSDE (NPM tidak disebut, tetapi PER 4,8x mengindikasikan margin rendah) dan BKSL (PER 19,8x). PER PANI 80,6x jauh di atas peer seperti CBDK (14,4x), MKPI (17,8x), dan BSDE (4,8x), menunjukkan premium valuasi yang signifikan tanpa dukungan arus kas operasional yang positif.

Forward Alert

1) Rilis data inflasi Indonesia untuk Mei 2026 pada 2 Juni 2026 — inflasi tinggi dapat memicu kenaikan BI rate, mempengaruhi sektor properti. 2) Keputusan suku bunga BI pada 19 Juni 2026 — perubahan suku bunga akan berdampak langsung pada biaya pendanaan dan permintaan properti. 3) Laporan keuangan Q2-2026 pada akhir Agustus 2026 — perlu dikonfirmasi apakah arus kas operasi kembali positif dan apakah GPM anomali berulang.
PRO

Setelah beta selesai, analisis Pro seperti ini akan jadi Rp 89.000/bulan. Selama beta, akses penuh tersedia gratis.