13 Jul 2026
Skor 5.7
Punya Pengendali Baru, OLIV Ganti Nama Perusahaan Jadi Atlas Nexus dan Rombak Pengurus
PT Oscar Mitra Sukses Sejahtera Tbk (OLIV) resmi berganti nama menjadi PT Atlas Nexus Group Tbk setelah RUPSLB pada 11 Juni 2026 menyetujui perubahan pengendali. PT Olive Power Invest, entitas baru yang 67,91% mayoritas, menjadi pemegang saham pengendali, dengan Alvien Febryan dan Jayden Lee sebagai ultimate beneficial owner. Nama baru ini mencerminkan arah bisnis yang berubah total: dari sektor furnitur ke kendaraan listrik (EV). Perseroan berencana membangun ekosistem EV, khususnya kendaraan niaga melalui skema sewa, penyediaan armada, dan platform berbasis Internet of Things (IoT). Alamat pun diubah dari Jakarta Timur ke Landmark Pluit Office Tower, Jakarta Utara, menandai pergeseran lokasi strategis yang lebih dekat dengan pusat bisnis dan logistik. Langkah ini merupakan aksi korporasi yang cukup agresif — memanfaatkan status perusahaan terbuka untuk pivot ke sektor yang tengah didorong pemerintah, yakni elektrifikasi transportasi. Masuknya pengendali baru asal China memperkuat sinyal bahwa modal asing masih melihat Indonesia sebagai pasar EV yang menjanjikan, terutama di segmen niaga yang memiliki potensi volume besar seperti logistik dan angkutan umum. Namun, transformasi ini bukan tanpa risiko. OLIV sebelumnya berbisnis furnitur; tidak ada rekam jejak di manufaktur kendaraan atau teknologi baterai. Keberhasilan rencana ini sangat bergantung pada kemitraan teknologi, pendanaan, dan kepastian regulasi insentif EV di dalam negeri. Di sisi lain, model bisnis sewa armada (fleet leasing) memiliki karakteristik cash flow yang berbeda dengan manufaktur — membutuhkan modal kerja besar dan mitra operator yang solid. Jika Atlas Nexus mampu menghadirkan produk konkret dalam 12-18 bulan ke depan, ini bisa menjadi studi kasus transformasi korporasi yang sukses. Sebaliknya, jika hanya berganti nama tanpa eksekusi yang jelas, investor akan skeptis terhadap valuasi yang mungkin sudah naik sebelum ada realisasi bisnis. Yang perlu dipantau dalam 4-8 minggu ke depan adalah pernyataan resmi manajemen baru mengenai rencana produksi, kerja sama dengan pabrikan komponen, dan target armada awal. Juga penting mencermati respons BEI-OJK terhadap perubahan usaha utama emiten — ada kemungkinan aturan tambahan atau persyaratan penyampaian prospektus atau keterbukaan informasi yang lebih ketat. Sinyal lain adalah apakah ada right issue atau penerbitan saham baru untuk mendanai ekspansi. Jika Atlas Nexus berhasil menjalin kontrak dengan operator logistik besar atau mendapatkan pesanan dari pemerintah, sentimen pasar bisa positif. Namun jika rencana terhenti di tahap wacana, harga saham yang mungkin sudah naik bisa terkoreksi signifikan.
Sumber data: IDX