26 JUN 2026

Direktori Emiten ·IDX

IMPC

Blue Chip

PT Impack Pratama Industri Tbk

Industrials · Industrial Goods

Harga
1.515
▼ 1.68%
Market Cap
Rp83,18 T
PER
101,00
PBV
43,04
Div Yield
1,26%
Volume
ROE
18,25%
EPS
11
Listing
2014-12-17

Laporan Keuangan Kuartalan

Periode Revenue Net Income Total Assets Total Equity NPM
Q1-2026 Rp1,18 T Rp202,61 M Rp5,17 T Rp3,24 T 17,2%
Q4-2025 Rp1,25 T Rp154,28 M Rp5,31 T Rp3,4 T 12,4%
Q3-2025 Rp1,12 T Rp170,13 M Rp5,07 T Rp3,13 T 15,1%
Q2-2025 Rp963,34 M Rp143,18 M Rp4,59 T Rp2,45 T 14,9%
Q1-2025 Rp937,25 M Rp152,46 M Rp4,54 T Rp2,3 T 16,3%
Q4-2024 Rp1,46 T Rp142,01 M Rp4,47 T Rp2,14 T 9,7%
Q3-2024 Rp981,06 M Rp130,39 M Rp4,3 T Rp1,97 T 13,3%
Q2-2024 Rp523 M Rp116,17 M Rp4,38 T Rp1,84 T 22,2%

Laporan Earnings Pro · 23 Mei 2026

Earnings Flash: PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) Q1-2026

Executive Summary

PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) membukukan pendapatan Rp 1,2 triliun di Q1-2026, tumbuh 25,4% YoY, dengan laba bersih Rp 202,6 miliar yang naik 31,5% YoY. Margin laba bersih mencapai 14,9% dan ROE 24,3%, jauh di atas rata-rata peer sektor Industrial Goods yang hanya 10,3%. Di tengah tekanan rupiah yang melemah ke Rp 17.712 per USD dan IHSG yang masih tertekan di level 6.162, IMPC menunjukkan pertumbuhan bottom-line yang solid, namun valuasi sahamnya berada di level ekstrem dengan PER 147,0x dan PBV 32,91x.

Transmission Mechanism

Kinerja IMPC di Q1-2026 didorong oleh pertumbuhan pendapatan 25,4% YoY, yang kemungkinan besar terkait dengan eksposur sektor properti dan konstruksi. Dengan suku bunga BI yang masih tinggi dan USD/IDR yang terus melemah (naik ke 17.712), biaya bahan baku impor bagi emiten manufaktur seperti IMPC seharusnya meningkat, namun laba kotor justru tumbuh lebih tinggi dari pendapatan (GPM 39,4% vs pendapatan Rp 1,2 triliun), mengindikasikan adanya efisiensi atau pergeseran bauran produk. Arus kas operasi yang kuat sebesar Rp 719,2 miliar dan free cash flow Rp 503,4 miliar menunjukkan kemampuan IMPC dalam menghasilkan kas di tengah lingkungan makro yang menantang. Namun, rasio utang terhadap ekuitas yang rendah (total utang Rp 1,1 triliun vs ekuitas Rp 3,0 triliun) memberikan bantalan terhadap kenaikan biaya pinjaman, meskipun tekanan likuiditas dari pelemahan rupiah tetap perlu diwaspadai jika perusahaan memiliki kewajiban dalam valas.

Peer Comparison

Dibandingkan peer di sektor Industrial Goods, IMPC unggul signifikan dalam profitabilitas dengan ROE 24,3% vs rata-rata peer 10,3% (UNTR 14,4%, SINI 6,3%). Namun, valuasi IMPC sangat kontras: PER 147,0x jauh di atas rata-rata peer yang negatif (-8,6x) dan bahkan di atas UNTR (34,9x) maupun TOTO (20,5x). PBV IMPC 32,91x juga ekstrem dibandingkan UNTR (1,06x) atau ARNA (1,83x), mengindikasikan bahwa pasar memberikan premium tinggi terhadap pertumbuhan dan margin IMPC.

Forward Alert

1) Rilis data inflasi Indonesia dan keputusan suku bunga BI pada minggu pertama Juni 2026 — akan mempengaruhi daya beli sektor properti yang menjadi pasar utama IMPC. 2) Pergerakan USD/IDR yang sudah di 17.712 — jika terus melemah, bisa menekan biaya impor bahan baku IMPC. 3) Harga minyak Brent yang melonjak 71,36% ke $100,21 per barel — berpotensi meningkatkan biaya logistik dan operasional perusahaan.
PRO

Setelah beta selesai, analisis Pro seperti ini akan jadi Rp 89.000/bulan. Selama beta, akses penuh tersedia gratis.