1 Jul 2026
Skor 6.0
Laba Hexindo (HEXA) Tertekan di 2025, Arus Kas Masih Kokoh
PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA), distributor tunggal alat berat Hitachi di Indonesia, membukukan penurunan laba bersih sebesar 48,5% menjadi USD15,9 juta untuk tahun buku 2025 (April 2025–Maret 2026). Pendapatan neto hanya turun tipis 1,5% menjadi USD515 juta, tetapi margin kotor terkoreksi dari 21,0% menjadi 17,5% akibat kenaikan beban pokok yang lebih cepat (+3%) dibanding kontraksi pendapatan. Penjualan alat berat sebagai segmen terbesar (66% dari total) justru tumbuh 7% menjadi USD339 juta, namun segmen suku cadang dan jasa sewa justru turun tajam masing-masing 23% dan 50%. Kombinasi ini mengindikasikan adanya pergeseran dalam pola belanja pelanggan — perusahaan tambang dan kontraktor masih berani membeli alat berat baru (mungkin untuk proyek jangka panjang atau kewajiban kontrak) tetapi menekan biaya operasional jangka pendek dengan mengurangi pengadaan suku cadang dan penyewaan peralatan. Beban operasional dan beban keuangan yang cenderung tetap menjadi bumerang ketika pendapatan dan laba kotor turun, sehingga laba bersih terkoreksi lebih dalam dari penurunan laba kotor. Secara umum, laporan ini menunjukkan bahwa meskipun volume penjualan alat berat masih positif, tekanan pada struktur biaya (kemungkinan dari komponen impor akibat pelemahan rupiah dan kenaikan biaya logistik) menggerus profitabilitas secara signifikan. Pasar perlu mencermati apakah tren ini akan berlanjut pada kuartal-kuartal berikutnya, terutama dengan adanya tekanan lanjutan dari oversupply nikel China yang berpotensi menekan aktivitas pertambangan nasional.
Sumber data: IDX