26 JUN 2026

Direktori Emiten ·IDX

EXCL

Blue Chip

PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk

Infrastructures · Telecommunication

Harga
2.520
▼ 5.57%
Market Cap
Rp45,86 T
PER
-15,95
PBV
1,86
Div Yield
971,00%
Volume
6,9jt
ROE
-14,75%
EPS
-243
Listing
2005-09-29

Laporan Keuangan Kuartalan

Periode Revenue Net Income Total Assets Total Equity NPM
Q4-2025 Rp11,9 T Rp-1,82 T Rp115,32 T Rp30,01 T -15,3%
Q3-2025 Rp11,45 T Rp-1,38 T Rp109,82 T Rp32 T -12,0%
Q2-2025 Rp10,49 T Rp-1,61 T Rp113,43 T Rp33,38 T -15,3%
Q1-2025 Rp8,6 T Rp384,57 M Rp84,84 T Rp25,49 T 4,5%
Q4-2024 Rp9,03 T Rp502,32 M Rp86,18 T Rp26,22 T 5,6%
Q3-2024 Rp8,31 T Rp291,77 M Rp85,17 T Rp25,7 T 3,5%
Q2-2024 Rp8,61 T Rp485,85 M Rp86,59 T Rp26,9 T 5,6%
Q1-2024 Rp8,44 T Rp539,07 M Rp87,98 T Rp27,05 T 6,4%

Laporan Earnings Pro · 24 Mei 2026

Earnings Flash: PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) Q1-2026

Executive Summary

PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) mencatatkan pendapatan Rp 11,8 triliun pada Q1-2026, tumbuh 37,4% YoY, namun laba bersih justru anjlok menjadi -Rp 716,9 miliar dari sebelumnya laba Rp 384,6 miliar — menandakan tekanan biaya yang signifikan. Arus kas operasi tetap kuat di Rp 20,0 triliun dengan free cash flow Rp 14,0 triliun, sementara rasio utang terhadap ekuitas mencapai 2,06x. Di tengah pelemahan rupiah ke Rp 17.712/USD dan lonjakan harga minyak Brent ke $100,21, struktur biaya EXCL yang bergantung pada impor perangkat dan energi menjadi sorotan utama.

Transmission Mechanism

Tekanan laba bersih EXCL berasal dari lonjakan beban operasional dan keuangan. Dengan total utang Rp 61,3 triliun dan suku bunga acuan BI yang masih tinggi (meski tidak disebut dalam data, konteks makro mengindikasikan tekanan), beban bunga menjadi pemberat utama. Rupiah yang melemah 71,36% terhadap USD pada periode yang sama (Brent naik) memperparah biaya impor perangkat dan lisensi teknologi, yang langsung menggerus margin. Free cash flow yang besar (Rp 14,0 triliun) bertolak belakang dengan laba bersih negatif, mengindikasikan bahwa pos-pos non-tunai seperti depresiasi atau perubahan modal kerja mendominasi — namun hal ini tidak mengubah kenyataan bahwa profitabilitas operasional inti sedang tertekan. Dampaknya dirasakan langsung oleh investor melalui penurunan EPS dan ROE negatif, sementara kreditor akan mencermati kemampuan EXCL dalam melunasi utang jangka pendek.

Peer Comparison

Dibandingkan enam peer telekomunikasi, EXCL memiliki ROE -20,1% yang kontras dengan rata-rata sektor 11,5% — bahkan di bawah MORA (5,7%) dan MTEL (6,4%). NPM EXCL -12,1% juga jauh dari peer positif seperti TLKM (NPM tidak diberikan tetapi ROE 14,6% mengindikasikan profitabilitas sehat) dan ISAT (ROE 13,9%). PBV EXCL 1,68x berada di bawah TLKM (2,14x) dan ISAT (1,91x), tetapi di atas MTEL (1,28x), menunjukkan valuasi yang tidak premium tanpa laba positif.

Forward Alert

Pantau rilis pendapatan Q2-2026 untuk konfirmasi apakah pertumbuhan pendapatan 37,4% berkelanjutan atau hanya efek musiman; waspadai pergerakan USD/IDR yang masih di atas 17.700 karena setiap pelemahan rupiah 1% akan menambah beban utang valas; serta perhatikan struktur biaya operasional apakah ada potensi normalisasi setelah investasi jaringan yang agresif.
PRO

Setelah beta selesai, analisis Pro seperti ini akan jadi Rp 89.000/bulan. Selama beta, akses penuh tersedia gratis.