13 Mei 2026
Skor 5.0
TPIA Perkuat Cengkraman Bisnis Logistik seusai Caplok Anak Usaha ELPI
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melalui anak usahanya PT Chandra Shipping International (CSI) resmi mengakuisisi 57,5% saham PT ELPI Trans Cargo (ETC) dari PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) senilai Rp17,3 miliar. Transaksi ini efektif sejak 8 Mei 2026, menjadikan CSI sebagai pengendali baru ETC sementara ELPI masih memegang 42,5% saham. Akuisisi ini merupakan bagian dari strategi TPIA memperkuat bisnis logistik, khususnya jasa offshore yang menunjang aktivitas industri energi dan maritim. Langkah ini tidak terlepas dari konteks yang lebih luas: Chandra Asri Group melalui CSI baru saja mendatangkan kapal logistik kimia cair MT Novah berkapasitas 9.000 DWT dari Jepang pada awal Mei 2026, dengan target memiliki 14 armada pada akhir tahun. Ekspansi armada ini menjadi respons terhadap tekanan biaya logistik global yang meningkat akibat ketegangan geopolitik di Selat Hormuz dan kenaikan harga bunker fuel dari sekitar USD500 menjadi lebih dari USD800 per metrik ton di Singapura. Bagi TPIA, memiliki kendali atas ETC berarti mengamankan jalur distribusi domestik dan regional untuk produk petrokimia, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pihak ketiga di tengah pasar pelayaran yang ketat. Sementara itu, saham ELPI meroket 22,70% ke Rp2.000 pada hari transaksi, setelah sehari sebelumnya juga menyentuh auto reject atas dengan kenaikan 24,90%. Secara year-to-date, saham ELPI telah melesat 150%, mencerminkan optimisme pasar terhadap prospek bisnis pelayaran di tengah krisis rute global. Namun, perlu dicatat bahwa kenaikan ini lebih didorong oleh sentimen akuisisi daripada fundamental operasional ELPI yang masih memegang 42,5% saham ETC. Ke depan, yang perlu dipantau adalah integrasi ETC ke dalam jaringan logistik CSI, serta apakah TPIA akan mengakuisisi sisa saham ETC atau memperluas kepemilikan di sektor logistik lainnya. Tahun ini TPIA juga tercatat menggenggam 4,88% saham PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), menandakan strategi diversifikasi yang lebih agresif di luar bisnis inti petrokimia.
Sumber data: IDX