26 JUN 2026

Direktori Emiten ·IDX

CUAN

Blue Chip

PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk

Energy · Oil, Gas & Coal

Harga
625
▼ 5.88%
Market Cap
Rp70,26 T
PER
208,33
PBV
21,70
Div Yield
5,00%
Volume
ROE
21,48%
EPS
20
Listing
2023-03-08

Laporan Keuangan Kuartalan

Periode Revenue Net Income Total Assets Total Equity NPM
Q1-2026 Rp6,31 T Rp96,85 M Rp46,88 T Rp10,68 T 1,5%
Q4-2025 Rp7,01 T Rp1,98 T Rp45,04 T Rp10,48 T 28,3%
Q3-2025 Rp5,57 T Rp236,44 M Rp39,9 T Rp9,97 T 4,2%
Q2-2025 Rp4,03 T Rp3,85 M Rp34,61 T Rp9,09 T 0,1%
Q1-2025 Rp3,55 T Rp28,31 M Rp32,29 T Rp9,39 T 0,8%
Q4-2024 Rp4,13 T Rp2,11 T Rp28,72 T Rp9,14 T 51,0%
Q3-2024 Rp3,58 T Rp13,14 M Rp19,65 T Rp4,93 T 0,4%
Q2-2024 Rp3,66 T Rp-9,82 M Rp18,97 T Rp5,37 T -0,3%

Laporan Earnings Pro · 24 Mei 2026

Earnings Flash: PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Q1-2026

Executive Summary

PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mencatat pendapatan Rp 6,3 triliun pada Q1-2026, tumbuh 73,6% YoY, dengan laba bersih Rp 96,9 miliar yang melonjak 242,1% YoY. Namun, margin laba bersih hanya 10,1% dan arus kas operasi Rp 258,2 miliar relatif tipis terhadap pendapatan. Di tengah IHSG yang menguat tipis ke 6.162 dan USD/IDR di 17.712, valuasi saham di PER 24,1x dan PBV 9,69x menunjukkan premium signifikan dibandingkan rata-rata sektor. Rasio utang terhadap ekuitas yang tinggi (4,47x) menjadi perhatian utama di tengah tekanan biaya pinjaman.

Transmission Mechanism

Kenaikan harga minyak Brent ke $100,21 per barel (+71,36% YoY) mendorong pendapatan CUAN secara langsung, mengingat bisnis inti perusahaan berada di sektor batubara dan energi. Namun, lonjakan pendapatan tidak sepenuhnya tercermin pada laba bersih karena beban operasional dan keuangan yang tinggi. Dengan total utang Rp 26,8 triliun terhadap ekuitas Rp 6,0 triliun, rasio utang terhadap ekuitas mencapai 4,47x, membuat perusahaan sangat sensitif terhadap suku bunga. Suku bunga BI yang masih tinggi (diperkirakan di kisaran 6,0-6,25%) dan pelemahan rupiah (USD/IDR naik ke 17.712) meningkatkan beban bunga dan biaya impor peralatan, menekan margin laba bersih yang hanya 10,1%. Arus kas operasi Rp 258,2 miliar hanya setara 4,1% dari pendapatan, menunjukkan efisiensi kas yang rendah dan risiko likuiditas jika harga komoditas berbalik arah.

Peer Comparison

Dibandingkan peer sektor Oil, Gas & Coal, CUAN memiliki ROE 26,0% yang jauh di atas rata-rata sektor 14,5%, namun PER 24,1x juga lebih tinggi dari rata-rata 20,6x. BYAN mencatat ROE 28,5% dengan PER 25,7x, sementara ADRO hanya PER 7,9x dengan ROE 8,9%. PBV CUAN 9,69x lebih tinggi dari BYAN (7,95x) dan jauh di atas ADRO (0,88x), menunjukkan valuasi yang sangat premium tanpa didukung margin laba bersih yang superior (10,1% vs BYAN yang tidak disebutkan).

Forward Alert

1) Rilis data inflasi Indonesia untuk Mei 2026 (dijadwalkan awal Juni) — inflasi tinggi dapat memicu kenaikan BI rate lebih lanjut, memperberat beban utang CUAN. 2) Pergerakan harga minyak Brent — level $100,21 saat ini masih tinggi, tetapi koreksi tajam dapat langsung menekan pendapatan. 3) Laporan keuangan Q2-2026 (akhir Juli) — perlu diverifikasi apakah pertumbuhan laba bersih 242% YoY dapat dipertahankan atau hanya efek basis rendah dari Q1-2025.
PRO

Setelah beta selesai, analisis Pro seperti ini akan jadi Rp 89.000/bulan. Selama beta, akses penuh tersedia gratis.