26 JUN 2026

Direktori Emiten ·IDX

CPIN

Blue Chip

Charoen Pokphand Indonesia Tbk

Consumer Non-Cyclicals · Food & Beverage

Harga
3.210
▼ 4.03%
Market Cap
Rp52,64 T
PER
5,10
PBV
1,81
Div Yield
561,00%
Volume
11,4jt
ROE
16,53%
EPS
344
Listing
1991-03-18

Laporan Keuangan Kuartalan

Periode Revenue Net Income Total Assets Total Equity NPM
Q1-2026 Rp19,95 T Rp2,58 T Rp48,48 T Rp36,73 T 12,9%
Q4-2025 Rp20,1 T Rp2,28 T Rp45,86 T Rp34,15 T 11,3%
Q3-2025 Rp17,54 T Rp1,46 T Rp43,72 T Rp31,9 T 8,3%
Q2-2025 Rp15,36 T Rp363,36 M Rp43,15 T Rp30,43 T 2,4%
Q1-2025 Rp17,7 T Rp1,54 T Rp43,77 T Rp31,83 T 8,7%
Q4-2024 Rp17,76 T Rp1,33 T Rp42,79 T Rp30,29 T 7,5%
Q3-2024 Rp16,76 T Rp618,72 M Rp42,92 T Rp28,94 T 3,7%
Q2-2024 Rp17,05 T Rp1,06 T Rp42,66 T Rp28,32 T 6,2%

Laporan Earnings Pro · 23 Mei 2026

Earnings Flash: Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) Q1-2026

Executive Summary

Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) mencetak laba bersih Rp 2,6 triliun di Q1-2026, melonjak 67,7% YoY dari Rp 1,5 triliun, didorong pendapatan Rp 20,0 triliun yang tumbuh 12,7% YoY. Margin laba bersih mencapai 9,2% dengan ROE 19,5%, jauh di atas rata-rata sektor F&B 17,8%. Di tengah tekanan rupiah di Rp 17.712/USD dan IHSG yang hanya menguat tipis 1,10%, CPIN menunjukkan ketahanan operasional dengan arus kas operasional Rp 6,6 triliun dan free cash flow Rp 4,6 triliun. Laporan ini penting karena mengonfirmasi bahwa emiten pakan dan poultry mampu mempertahankan profitabilitas tinggi meskipun biaya input komoditas global melonjak (Brent +71,36% YoY).

Transmission Mechanism

Kinerja CPIN di Q1-2026 mencerminkan rantai dampak dari sisi permintaan domestik yang solid dan efisiensi biaya. Pendapatan tumbuh 12,7% YoY mengindikasikan volume penjualan pakan dan DOC (day-old chick) yang kuat, didorong daya beli masyarakat yang masih terjaga meskipun inflasi pangan global tinggi. Di sisi lain, laba bersih melonjak 67,7% YoY karena margin laba kotor yang lebar (19,6%) dan beban operasional yang terkendali, menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola harga jual di tengah kenaikan harga jagung dan bungkil kedelai yang dipicu lonjakan harga minyak mentah Brent 71,36% ke USD 100,21/barel. Dari sisi neraca, total utang Rp 6,6 triliun terhadap kas Rp 7,9 triliun memberikan posisi likuiditas neto positif, sehingga CPIN tidak rentan terhadap kenaikan suku bunga BI yang mungkin terjadi akibat tekanan rupiah di Rp 17.712/USD. Arus kas operasional Rp 6,6 triliun yang jauh di atas laba bersih mengindikasikan konversi kas yang sehat, memperkuat kemampuan perusahaan untuk mendanai ekspansi atau dividen tanpa bergantung pada utang baru.

Peer Comparison

Dibandingkan 6 peer F&B, CPIN unggul dengan ROE 19,5% vs rata-rata sektor 17,8%, dan NPM 9,2% vs rata-rata sektor yang lebih rendah (INDF 8,9%, ICBP 12,5%, MYOR 15,6%). PER CPIN 10,7x jauh di bawah rata-rata sektor 66,1x yang terdistorsi oleh PGUN (341,1x) dan CMRY (21,3x), menunjukkan valuasi yang lebih realistis terhadap profitabilitas. PBV 1,94x juga lebih rendah dari MYOR (2,17x) dan CMRY (5,15x), menandakan aset yang dinilai lebih konservatif.

Forward Alert

1) Rilis data inflasi Indonesia bulan Juni 2026 (jadwal BPS) yang dapat mempengaruhi daya beli konsumen dan permintaan produk poultry. 2) Keputusan suku bunga BI pada 19-20 Juni 2026, mengingat tekanan rupiah di Rp 17.712/USD dan kenaikan harga komoditas global. 3) Perkembangan harga jagung dan bungkil kedelai global sebagai input utama pakan, yang dipengaruhi oleh cuaca di Amerika Serikat dan kebijakan ekspor Brasil.
PRO

Setelah beta selesai, analisis Pro seperti ini akan jadi Rp 89.000/bulan. Selama beta, akses penuh tersedia gratis.