26 JUN 2026

Direktori Emiten ·IDX

CDIA

Blue Chip

PT Chandra Daya Investasi Tbk

Infrastructures · Utilities

Harga
635
▼ 4.17%
Market Cap
Rp79,27 T
PER
127,00
PBV
7,10
Div Yield
109,00%
Volume
ROE
10,66%
EPS
16
Listing
2025-07-09

Laporan Keuangan Kuartalan

Periode Revenue Net Income Total Assets Total Equity NPM
Q1-2026 Rp701 M Rp142,8 M Rp32,32 T Rp19,3 T 20,4%
Q4-2025 Rp723,17 M Rp727,14 M Rp29,19 T Rp19,01 T 100,5%
Q3-2025 Rp631,72 M Rp162,51 M Rp26,63 T Rp19,15 T 25,7%
Q2-2025 Rp22,62 T Rp16,17 T

Laporan Earnings Pro · 23 Mei 2026

Earnings Flash: PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) Q1-2026

Executive Summary

PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) membukukan pendapatan Rp 701,0 miliar pada Q1-2026, tumbuh 19,0% year-on-year, namun laba bersih anjlok 77,4% menjadi Rp 142,8 miliar. Net profit margin tercatat sangat tinggi di 65,5%, sementara ROE hanya 11,3% dan ROA 0,8% — mengindikasikan struktur aset yang sangat besar namun produktivitas rendah. Di tengah IHSG menguat 1,10% dan rupiah melemah ke Rp 17.712 per USD, emiten ini memiliki kas Rp 20,6 triliun yang dominan terhadap total aset Rp 29,2 triliun, menimbulkan pertanyaan tentang efisiensi alokasi modal.

Transmission Mechanism

Pelemahan rupiah ke Rp 17.712 per USD meningkatkan beban impor bahan baku atau utang valas jika ada, namun CDIA memiliki kas besar yang bisa menjadi bantalan likuiditas. Dengan total utang Rp 12,6 triliun dan kas Rp 20,6 triliun, posisi net kas positif memberikan ketahanan terhadap kenaikan suku bunga BI — yang biasanya merespons tekanan inflasi dari depresiasi rupiah. Di sisi lain, kenaikan harga minyak Brent 71,36% ke $100,21 per barel dapat mendorong biaya operasional di sektor utilitas, sementara penurunan harga emas 42,49% ke $4.523 per ons mengurangi daya tarik aset safe-haven dan bisa mengalihkan aliran dana ke instrumen pendapatan tetap atau saham dividen.

Peer Comparison

Dibandingkan peer sub-sektor Utilities, ROE CDIA 11,3% sedikit di atas rata-rata 11,0%, namun PER 51,8x jauh di bawah rata-rata peer 90,5x — menunjukkan valuasi yang lebih rendah secara relatif. BREN memiliki ROE tertinggi 15,0% dengan PER 111,4x dan PBV 47,43x, sementara PGEO menawarkan ROE 6,7% dengan PER 15,9x dan PBV 1,17x, memberikan kontras dalam efisiensi dan valuasi di sektor yang sama.

Forward Alert

Pantau rilis data inflasi Indonesia dan keputusan suku bunga BI pada pertengahan Juni 2026 untuk melihat dampak pelemahan rupiah terhadap biaya pendanaan. Perhatikan volatilitas harga minyak Brent yang naik 71,36% — dapat mempengaruhi margin operasional jika CDIA memiliki eksposur energi. Cermati laporan keuangan Q2-2026 untuk melihat apakah penurunan laba bersih 77,4% bersifat sementara atau struktural, terutama dari komponen pendapatan lain-lain.
PRO

Setelah beta selesai, analisis Pro seperti ini akan jadi Rp 89.000/bulan. Selama beta, akses penuh tersedia gratis.