26 JUN 2026

Direktori Emiten ·IDX

BRMS

Blue Chip

Bumi Resources Minerals Tbk

Basic Materials · Basic Materials

Harga
545
▼ 10.18%
Market Cap
Rp77,27 T
PER
68,12
PBV
4,93
Div Yield
Volume
ROE
4,79%
EPS
6
Listing
2010-12-09

Laporan Keuangan Kuartalan

Periode Revenue Net Income Total Assets Total Equity NPM
Q1-2026 Rp1,18 T Rp298,3 M Rp23,78 T Rp18,06 T 25,3%
Q4-2025 Rp1,1 T Rp202,54 M Rp21,93 T Rp17,48 T 18,4%
Q3-2025 Rp1,04 T Rp248,56 M Rp20,26 T Rp17,18 T 23,8%
Q2-2025 Rp933,76 M Rp138,07 M Rp19,39 T Rp16,5 T 14,8%
Q1-2025 Rp1,05 T Rp240,11 M Rp19,25 T Rp16,75 T 22,9%
Q4-2024 Rp870,31 M Rp141,44 M Rp18,66 T Rp16,07 T 16,3%
Q3-2024 Rp714,95 M Rp101,38 M Rp17,62 T Rp14,93 T 14,2%
Q2-2024 Rp671,22 M Rp88,14 M Rp18,54 T Rp16,05 T 13,1%

Laporan Earnings Pro · 23 Mei 2026

Earnings Flash: Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Q1-2026

Executive Summary

Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mencatat pendapatan Rp 1,2 triliun di Q1-2026, tumbuh 9,7% YoY, dengan laba bersih Rp 298,3 miliar yang naik 24,2% dibanding periode sama tahun lalu. Namun, marjin laba kotor yang mencapai 55,8% tidak selaras dengan laba bersih hanya 20,8% dari pendapatan, mengindikasikan beban operasional atau non-operasional yang signifikan. Di tengah IHSG yang menguat 1,10% dan harga emas yang turun 42,49% ke $4.523 per ons, valuasi saham ini berada pada PER 95,2x dan PBV 3,95x — jauh di atas rata-rata sektor. Data ini penting karena menunjukkan tekanan pada profitabilitas inti di tengah lingkungan makro yang volatil, dengan rupiah melemah ke Rp 17.712 per dolar AS.

Transmission Mechanism

Kenaikan harga minyak mentah Brent sebesar 71,36% ke $100,21 per barel secara langsung meningkatkan biaya energi dan logistik bagi perusahaan tambang seperti BRMS, yang dapat menekan marjin operasional jika tidak diimbangi kenaikan harga jual komoditas. Di sisi lain, pelemahan rupiah terhadap dolar AS (USD/IDR naik ke 17.712) memberikan keuntungan kurs bagi emiten dengan pendapatan berbasis dolar, namun juga meningkatkan beban utang dalam valas — mengingat total utang BRMS mencapai Rp 4,6 triliun, jauh di atas kas Rp 1,9 triliun. Suku bunga BI yang masih tinggi untuk menahan tekanan inflasi impor akibat depresiasi rupiah akan memperberat biaya pendanaan perusahaan, terutama jika sebagian utangnya berbunga variabel. Dengan arus kas operasi Rp 1,2 triliun dan free cash flow Rp 874,6 miliar, BRMS memiliki likuiditas yang cukup untuk jangka pendek, tetapi rasio utang terhadap ekuitas yang tinggi (1,12x) membuatnya rentan terhadap kenaikan biaya bunga.

Peer Comparison

Dibandingkan peer di sub-sektor Basic Materials, ROE BRMS sebesar 5,1% berada di bawah rata-rata sektor 7,7%, dan jauh dari TPIA (23,4%) atau ANTM (19,7%). PER BRMS 95,2x sangat kontras dengan rata-rata PER sektor yang negatif -39,0x, namun lebih tinggi dari AMMN (19,3x) dan BRPT (24,3x), menunjukkan valuasi yang premium tanpa diimbangi profitabilitas yang sebanding. NPM BRMS 20,8% lebih baik dibandingkan EMAS yang merugi, tetapi masih di bawah TPIA yang memiliki dividend yield 19,0% sebagai indikator efisiensi.

Forward Alert

1) Rilis data inflasi Indonesia untuk Mei 2026 pada 2 Juni 2026 — akan mempengaruhi ekspektasi suku bunga BI dan biaya pendanaan perusahaan. 2) Pergerakan harga emas global yang turun 42,49% perlu dipantau karena berdampak langsung pada pendapatan BRMS jika komoditas utama mereka terkait emas. 3) Rapat Dewan Gubernur BI pada 19-20 Juni 2026 — keputusan suku bunga akan mempengaruhi nilai tukar rupiah dan beban utang valas perusahaan.
PRO

Setelah beta selesai, analisis Pro seperti ini akan jadi Rp 89.000/bulan. Selama beta, akses penuh tersedia gratis.