26 JUN 2026

Direktori Emiten ·IDX

AMMN

Blue Chip

PT Amman Mineral Internasional Tbk.

Basic Materials · Basic Materials

Harga
3.430
▼ 9.27%
Market Cap
Rp248,74 T
PER
22,87
PBV
3,27
Div Yield
Volume
ROE
4,58%
EPS
57
Listing
2023-07-07

Laporan Keuangan Kuartalan

Periode Revenue Net Income Total Assets Total Equity NPM
Q1-2026 Rp13,73 T Rp2,72 T Rp238,14 T Rp94,87 T 19,8%
Q4-2025 Rp21,78 T Rp7,16 T Rp232,15 T Rp90,9 T 32,9%
Q3-2025 Rp6,04 T Rp-496,28 M Rp213,27 T Rp83,26 T -8,2%
Q2-2025 Rp2,93 T Rp-161,6 M Rp205,83 T Rp82,1 T -5,5%
Q1-2025 Rp35,25 M Rp-2,3 T Rp195,66 T Rp84,12 T -6.533,1%
Q4-2024 Rp2,73 T Rp-1,3 T Rp179,69 T Rp84,8 T -47,4%
Q3-2024 Rp14,33 T Rp3,66 T Rp164,58 T Rp81,26 T 25,6%
Q2-2024 Rp15,53 T Rp5,68 T Rp168,45 T Rp83,19 T 36,6%

Laporan Earnings Pro · 24 Mei 2026

Earnings Flash: PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) Q1-2026

Executive Summary

PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) mencatatkan pendapatan Rp 13,7 triliun pada Q1-2026, melonjak dari Rp 35,3 miliar pada Q1-2025, didorong oleh produksi tembaga dan emas yang mulai optimal. Laba bersih mencapai Rp 2,7 triliun, berbalik dari rugi Rp 2,3 triliun di periode yang sama tahun lalu, dengan net profit margin 20,7%. Di tengah pelemahan rupiah ke Rp 17.712 per dolar AS dan kenaikan harga minyak Brent ke $100,21, emiten ini menunjukkan perbaikan fundamental signifikan, meski arus kas operasi hanya Rp 12,7 miliar masih sangat tipis terhadap skala aset Rp 232,1 triliun.

Transmission Mechanism

Kenaikan harga komoditas global, terutama emas yang sempat menyentuh $4.523 dan tembaga yang ikut terangkat, menjadi katalis utama bagi pendapatan AMMN yang berbasis ekspor. Dengan rupiah melemah ke Rp 17.712 per dolar AS, pendapatan dalam dolar yang dikonversi ke rupiah memberikan efek ganda (windfall) pada laba kotor, yang tercatat Rp 23,1 triliun — lebih besar dari pendapatan itu sendiri, mengindikasikan kemungkinan pengakuan pendapatan dari kontrak jangka panjang atau revaluasi persediaan. Di sisi lain, suku bunga BI yang masih tinggi (asumsi 6,25%+) membebani biaya utang AMMN yang mencapai Rp 115,2 triliun, sehingga margin bersih hanya 20,7% meski laba kotor tampak besar. Arus kas operasi yang tipis (Rp 12,7 miliar) menunjukkan bahwa sebagian besar laba belum terealisasi dalam bentuk kas, mungkin tertahan dalam piutang atau persediaan, yang perlu diwaspadai dalam kondisi likuiditas ketat.

Peer Comparison

Dibandingkan peer sub-sektor Basic Materials, AMMN memiliki ROE 10,5% di atas rata-rata sektor 7,8%, namun di bawah TPIA (23,4%) dan ANTM (19,7%). PER AMMN 20,1x lebih rendah dari BRMS (78,8x) dan jauh lebih sehat dibandingkan peer yang merugi seperti EMAS (PER -235,5x) atau MDKA (PER -64,8x). Net profit margin AMMN 20,7% unggul signifikan dibandingkan rata-rata peer yang banyak mencatat margin negatif, menandakan efisiensi operasional yang lebih baik pasca rampungnya fase konstruksi tambang.

Forward Alert

1) Rilis data inflasi AS (CPI) pada 12 Juni 2026 — akan mempengaruhi ekspektasi suku bunga global dan harga komoditas, berdampak langsung pada pendapatan ekspor AMMN. 2) Keputusan suku bunga BI pada 19 Juni 2026 — perubahan BI rate akan mempengaruhi biaya utang AMMN yang mencapai Rp 115,2 triliun. 3) Update produksi tembaga dan emas Q2-2026 — perlu diverifikasi apakah arus kas operasi membaik dari Rp 12,7 miliar, mengingat free cash flow hanya Rp 8,9 miliar terhadap aset Rp 232,1 triliun.
PRO

Setelah beta selesai, analisis Pro seperti ini akan jadi Rp 89.000/bulan. Selama beta, akses penuh tersedia gratis.