27 AGS 2026
SHRINCS BIP: Bitcoin Bersiap Hadapi Ancaman Quantum

Foto: Cointelegraph — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

← Kembali
Beranda / Forex & Crypto / SHRINCS BIP: Bitcoin Bersiap Hadapi Ancaman Quantum
Forex & Crypto

SHRINCS BIP: Bitcoin Bersiap Hadapi Ancaman Quantum

Tim Redaksi Feedberry ·27 Agustus 2026 pukul 01.26 · Sinyal menengah · Sumber: Cointelegraph ↗
6 Skor

Proposal ini masih awal, tapi menyentuh fondasi keamanan Bitcoin yang menjadi dasar kepercayaan ratusan ribu investor ritel Indonesia.

Urgensi
5
Luas Dampak
7
Dampak Indonesia
6

Ringkasan Eksekutif

Blockstream Research resmi menerbitkan Bitcoin Improvement Proposal untuk skema tanda tangan SHRINCS, sebuah metode kriptografi yang dirancang membuat Bitcoin kebal terhadap serangan komputer kuantum. Jonas Nick dari Blockstream Research menyebut SHRINCS sebagai proposal konkret pertama untuk skema tanda tangan pasca-kuantum yang dirancang khusus bagi Bitcoin, meski ia mengakui ini bukan skema final dan tetap ada trade-off di berbagai sisi. SHRINCS sebelumnya sudah terbukti berjalan di Liquid sidechain dalam skala produksi, sehingga langkah ini bukan sekadar konsep teoretis. Namun publikasi BIP baru adalah titik awal dari perjalanan panjang menuju aktivasi di jaringan utama Bitcoin. Ancaman yang ingin diatasi sangat nyata.

Para ilmuwan sepakat bahwa komputer kuantum yang cukup canggih kelak akan mampu membalik private key dari public key, yang berarti bisa mencuri Bitcoin secara massal. Saat ini, skema pasca-kuantum standar yang disahkan NIST memiliki ukuran 38 hingga 123 kali lebih besar dari tanda tangan ECDSA dan Schnorr yang dipakai Bitcoin sekarang. Jika diterapkan tanpa modifikasi, blockchain bisa melambat hingga di bawah satu transaksi per detik. SHRINCS hadir dengan ukuran minimum 548 byte, ditambah public key 48 byte, dan dapat membengkak hingga 4.619 byte. Ukuran ini masih lebih efisien daripada skema NIST standar, tetapi tetap jauh lebih besar dari tanda tangan Bitcoin saat ini. Bagi Indonesia, berita ini relevan lewat jalur kepercayaan dan infrastruktur pasar kripto.

Indonesia memiliki basis investor kripto ritel yang aktif, dan keamanan jaringan Bitcoin adalah fondasi nilai aset yang mereka pegang. Jika ancaman quantum tidak dijawab, risiko pencurian besar-besaran bisa menghancurkan kepercayaan publik terhadap aset digital. Sebaliknya, proses upgrade yang mulus akan memperkuat legitimasi kripto sebagai kelas aset. Namun perubahan protokol besar juga membawa ketidakpastian operasional — exchange dan penyedia dompet lokal harus memastikan sistem mereka tetap kompatibel setelah aktivasi. Regulator seperti Bappebti dan OJK juga perlu memantau perkembangan ini agar kebijakan tidak ketinggalan zaman.

Mengapa Ini Penting

Proposal ini bukan sekadar urusan teknis blockchain. Ini adalah pengakuan formal bahwa ancaman komputer kuantum terhadap Bitcoin itu nyata dan membutuhkan solusi. Bagi Indonesia dengan basis investor kripto ritel yang besar, standard keamanan baru akan menentukan apakah aset digital tetap layak dipercaya. Jika proses upgrade berjalan buruk — misalnya memicu hard fork berkepanjangan — exchange lokal dan pemegang Bitcoin akan menanggung risiko fragmentasi aset dan penurunan nilai kepercayaan.

Dampak ke Bisnis

  • Bagi investor dan exchange kripto Indonesia: munculnya BIP SHRINCS menandakan bahwa aset digital akan mengalami perubahan struktur keamanan. Dampak jangka pendek berupa volatilitas sentimen, sementara dampak jangka panjang adalah fondasi keamanan yang lebih kuat untuk melindungi aset nasabah.
  • Bagi penambang Bitcoin dan pemegang perangkat ASIC di Indonesia: perubahan protokol tanda tangan tidak langsung mengubah mekanisme proof-of-work, tetapi ketidakpastian proses aktivasi bisa memengaruhi nilai tukar Bitcoin dan profitabilitas operasional penambangan dalam beberapa bulan ke depan.
  • Bagi startup blockchain dan penyedia dompet digital: standard post-quantum akan memaksa pembaruan sistem untuk tetap kompatibel dengan jaringan. Perusahaan yang mulai menyesuaikan sejak dini akan punya keunggulan kepatuhan saat upgrade benar-benar diaktifkan.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: respons komunitas Bitcoin terhadap BIP SHRINCS dalam 2 minggu ke depan — apakah ada dukungan luas atau penolakan dari miner dan pengembang utama.
  • Risiko yang perlu dicermati: potensi perdebatan besar yang mengarah pada hard fork — jika terjadi, exchange Indonesia harus siap mengelola aset di dua rantai yang berbeda.
  • Sinyal penting: langkah Ethereum dalam transisi pasca-kuantum — jika Ethereum bergerak lebih cepat, tekanan inovasi pada Bitcoin meningkat dan likuiditas kripto global bisa bergeser.

Konteks Indonesia

Berita ini relevan untuk Indonesia melalui jalur kepercayaan dan regulasi. Pasar kripto domestik yang didominasi investor ritel akan terpengaruh jika standar keamanan Bitcoin berubah. Exchange yang diawasi Bappebti harus memastikan sistem mereka kompatibel dengan upgrade protokol baru. Kekhawatiran terhadap komputer kuantum juga dapat memengaruhi sentimen investor terhadap aset digital secara global, yang pada gilirannya berdampak pada volume perdagangan di bursa kripto Indonesia. Regulasi aset digital ke depan perlu mengantisipasi perubahan ini agar investor domestik tetap terlindungi.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.