8 JUL 2026
Secret Network Tinggalkan Cosmos Menuju Arbitrum — AI dan Risiko Keamanan Jadi Pemicu

Foto: Cointelegraph — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

← Kembali
Beranda / Forex & Crypto / Secret Network Tinggalkan Cosmos Menuju Arbitrum — AI dan Risiko Keamanan Jadi Pemicu
Forex & Crypto

Secret Network Tinggalkan Cosmos Menuju Arbitrum — AI dan Risiko Keamanan Jadi Pemicu

Tim Redaksi Feedberry ·8 Juli 2026 pukul 03.54 · Sinyal menengah · Sumber: Cointelegraph ↗
6 Skor

Proposal migrasi ini belum final (butuh voting) namun sudah memicu reaksi pasar yang tajam, berdampak pada sentimen ekosistem Cosmos dan DeFi global. Indonesia terdampak tidak langsung melalui sentimen investor ritel kripto dan potensi regulasi Bappebti/OJK yang lebih ketat.

Urgensi
6
Luas Dampak
7
Dampak Indonesia
5
Analisis Korporasi
Jenis Aksi
migrasi
Timeline
Proposal butuh governance vote; snapshot saldo SCRT direncanakan pada 1 September untuk penerbitan token ERC-20 baru di Arbitrum.
Alasan Strategis
Meningkatkan keamanan dari serangan berbasis AI, mengakses likuiditas dan alat pengembangan yang lebih baik di Arbitrum.
Pihak Terlibat
Secret NetworkCosmosArbitrum Foundation

Ringkasan Eksekutif

Secret Network, blockchain layer-1 fokus privasi yang berjalan di Cosmos sejak 2020, mengusulkan pindah ke Arbitrum, Ethereum layer-2. Alasan utama: keamanan kode lama yang makin rentan terhadap serangan berbasis AI, likuiditas yang menipis di Cosmos, serta migrasi builder ke ekosistem lain. Tim Secret menyebutkan bahwa model AI canggih seperti Claude Mythos 5 telah menurunkan biaya serangan terhadap kode yang tidak terawat secara drastis. Eksploitasi jembatan Axelar-Secret senilai $4,7 juta pada Juni lalu menjadi contoh nyata. TVL Secret Network di Cosmos hanya tersisa $1,3 juta, sementara Arbitrum memiliki $17,4 miliar. SCRT, token asli Secret, langsung terkoreksi 24% dalam 24 jam ke $0,041 — turun lebih dari 99% dari puncak 2021.

Proposal ini memerlukan voting governance, dengan rencana snapshot saldo pada 1 September untuk menerbitkan token ERC-20 baru di Arbitrum. Dimensi yang tidak terlihat dari headline: ancaman AI terhadap keamanan blockchain bukan sekadar teori. Biaya serangan terhadap kode kontrak pintar yang sudah lama tidak diperbarui semakin murah. Secret Network bukan satu-satunya yang pergi; sebelumnya NilChain juga meninggalkan Cosmos. Ini menandakan perpindahan sentimen dari ekosistem Cosmos yang terfragmentasi ke solusi Ethereum layer-2 yang lebih likuid dan terintegrasi. AI tidak hanya menjadi alat pertahanan, tapi juga ofensif — kemampuan untuk membaca ribuan baris kode, menemukan celah, dan mengeksekusi exploit kini bisa dilakukan dengan cepat. Bagi Indonesia, yang memiliki basis investor kripto ritel aktif, berita ini potensial memicu kecemasan terhadap keamanan aset digital.

Exchange lokal seperti Tokocrypto, Reku, dan Pintu akan merasakan tekanan jika sentimen risk-off meluas. Pola historis menunjukkan bahwa insiden keamanan besar sering diikuti oleh aksi jual dan penurunan volume perdagangan di bursa lokal. Selain itu, regulator domestik — Bappebti dan OJK — kemungkinan akan memperketat pengawasan terhadap platform yang memfasilitasi koneksi ke protokol DeFi asing, terutama jika insiden berulang. Dampak pada IHSG mungkin terbatas, tapi saham teknologi dan entitas yang berafiliasi dengan kripto bisa tertekan dalam jangka pendek.

Mengapa Ini Penting

Proposal ini bukan sekadar perpindahan rantai biasa; ia menggarisbawahi dua tren besar: pertama, AI mulai mengubah lanskap ancaman keamanan siber di dunia kripto, membuat kode lama menjadi target murah. Kedua, sentimen pasar makin berkonsentrasi ke ekosistem dengan likuiditas dalam seperti Arbitrum, meninggalkan rantai yang lebih kecil dan terfragmentasi. Bagi investor Indonesia, ini adalah pengingat bahwa diversifikasi aset kripto tidak bisa mengabaikan faktor keamanan teknis dan likuiditas ekosistem. Regulasi lokal pun kemungkinan akan merespons dengan kewaspadaan lebih tinggi terhadap proyek yang mengandalkan kode lama atau tim pengembang yang minim.

Dampak ke Bisnis

  • Sentimen risk-off di pasar kripto global dapat memicu aksi jual di exchange Indonesia, menekan volume perdagangan dan harga aset lokal seperti token-token kecil yang beredar di bursa domestik.
  • Eksploitasi berbasis AI terhadap kode lama mendorong biaya keamanan lebih tinggi bagi pengembang DeFi — protokol yang tidak mampu memperbarui kode secara rutin berisiko kehilangan kepercayaan pengguna dan likuiditas.
  • Regulator di Indonesia (Bappebti/OJK) kemungkinan akan mempercepat penerbitan aturan yang mewajibkan platform DeFi dan exchange untuk memiliki sertifikasi keamanan atau audit rutin, menambah beban biaya kepatuhan bagi pemain lokal.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: hasil voting governance Secret Network — jadwal snapshot 1 September bisa menjadi katalis volatilitas; jika disetujui, token ERC-20 baru di Arbitrum akan menjadi fokus.
  • Risiko yang perlu dicermati: gelombang eksploitasi lanjutan di protokol yang berbasis Cosmos — serangan terhadap jembatan atau kontrak pintar lain bisa memicu aksi jual lebih luas dan meningkatkan tekanan regulasi di Asia.
  • Sinyal penting: pergerakan Bitcoin sebagai indikator sentimen risk-on/off — jika Bitcoin turun di bawah level support psikologis $58.000, tekanan jual di pasar kripto global, termasuk Indonesia, akan meningkat.

Konteks Indonesia

Indonesia memiliki pasar kripto ritel yang aktif dengan volume transaksi signifikan melalui exchange seperti Tokocrypto, Reku, dan Pintu. Berita tentang eksploitasi berbasis AI dan migrasi proyek dari Cosmos berpotensi memicu kekhawatiran investor lokal terhadap keamanan aset mereka. Pola historis menunjukkan bahwa insiden besar seperti ini sering mendorong aksi jual awal dan penurunan volume perdagangan di bursa domestik. Regulator (Bappebti/OJK) kemungkinan akan semakin memperketat pengawasan terhadap platform yang memfasilitasi interaksi dengan protokol DeFi asing, terutama jika risiko keamanan terbukti nyata dan berulang.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.