30 JUN 2026
Merz Usul Plaza Accord Gaya Baru untuk Tekan China — Rupiah dan Komoditas RI di Simpang Jalan

Foto: Asia Times — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

← Kembali
Beranda / Makro / Merz Usul Plaza Accord Gaya Baru untuk Tekan China — Rupiah dan Komoditas RI di Simpang Jalan
Makro

Merz Usul Plaza Accord Gaya Baru untuk Tekan China — Rupiah dan Komoditas RI di Simpang Jalan

Tim Redaksi Feedberry ·30 Juni 2026 pukul 05.43 · Sinyal tinggi · Sumber: Asia Times ↗
8 Skor

Usulan intervensi nilai tukar multilateral dapat memicu perang dagang baru dan mengubah aliran komoditas serta nilai tukar yang langsung berdampak ke ekspor dan stabilitas rupiah Indonesia.

Urgensi
7
Luas Dampak
9
Dampak Indonesia
8

Ringkasan Eksekutif

Kanselir Jerman Friedrich Merz melontarkan gagasan untuk mengulang pola Plaza Accord 1985 guna menekan China menaikkan nilai yuan. Tuduhannya: China membanjiri pasar global dengan produk bersubsidi dan mata uangnya undervalued hingga 30%. Plaza Accord yang bersejarah itu memang sukses mengapresiasi yen 46% terhadap dolar dalam setahun, tetapi juga memicu gelembung aset Jepang yang berujung pada stagnasi ekonomi selama puluhan tahun. Merz menyampaikan usulan ini di Brussels setelah pertemuan Dewan Eropa, memperkuat pernyataan Kepala Perdagangan EU Maros Sefcovic bahwa hubungan dagang dengan China sudah harus di-reset. Faktor pendorong dibalik usulan ini bukan hanya defisit dagang EU-China, tetapi juga kekhawatiran bahwa praktik China menciptakan persaingan tidak setara di pasar global.

Namun, China melihat Plaza Accord bukan sebagai solusi, melainkan sebagai jebakan gaya AS yang pernah melumpuhkan Jepang. Trauma historis itu membuat Beijing kemungkinan besar akan menolak tekanan semacam ini, atau hanya akan melakukan apresiasi yuan secara simbolis dan bertahap. Jika tekanan multilateral meningkat, China bisa membalas dengan pembatasan ekspor mineral kritis atau mempercepat strategi oversupply yang sudah berjalan, sebagaimana dilaporkan artikel terkait tentang strategi China membanjiri pasar nikel dan litium. Bagi Indonesia, dampaknya langsung terasa di dua jalur. Pertama, nilai tukar. Rupiah saat ini berada di Rp17.898 per dolar AS, level yang sangat tertekan akibat dolar kuat dan arus keluar modal. Jika tekanan terhadap yuan berhasil dan dolar melemah secara multilateral, rupiah bisa mendapat ruang apresiasi.

Namun jika gagal dan memicu perang dagang baru, risk-off global justru akan memperkuat dolar dan semakin membebani rupiah. Kedua, jalur komoditas. China adalah pemburu utama nikel, batu bara, dan CPO Indonesia. Apresiasi yuan akan membuat daya beli China terhadap komoditas meningkat, tetapi juga bisa mengurangi volume ekspor jika daya saing produk China turun dan ekonominya melambat. Oversupply mineral China yang sudah berjalan—seperti diuraikan artikel terkait—berpotensi diperparah jika China membanjiri pasar sebagai respons terhadap tekanan, memukul harga komoditas dan penerimaan ekspor Indonesia.

Mengapa Ini Penting

Usulan Merz bukan sekadar retorika diplomatik. Jika diadopsi oleh negara-negara G7, ini bisa menjadi intervensi nilai tukar multilateral pertama sejak Plaza Accord, yang secara fundamental mengubah arah dolar dan yuan. Bagi Indonesia, yang ekonominya sangat terintegrasi dengan China dan sensitif terhadap pergerakan dolar, perubahan rezim nilai tukar global akan berdampak langsung pada daya saing ekspor, stabilitas rupiah, dan arus modal asing. Yang tidak terlihat: China justru bisa menggunakan tekanan ini sebagai alasan untuk mempercepat dedolarisasi dan memperkuat sistem pembayaran renminbi, sebagaimana dilaporkan artikel terkait tentang forum Lujiazui, yang dalam jangka panjang dapat mengurangi dominasi dolar tetapi juga menambah fragmentasi sistem keuangan global.

Dampak ke Bisnis

  • Eksportir komoditas Indonesia (nikel, batu bara, CPO) menghadapi ketidakpastian ganda: jika yuan menguat, daya beli China meningkat tetapi volume ekspor bisa tertekan jika China memperlambat produksi. Jika ketegangan memicu perlambatan global, harga komoditas bisa turun lebih dalam.
  • Importir bahan baku dan barang modal dari China akan diuntungkan jika yuan menguat karena harga impor dalam rupiah menjadi lebih murah, tetapi hanya jika tekanan rupiah juga mereda. Jika sebaliknya, biaya impor justru naik.
  • Sektor keuangan dan perbankan Indonesia perlu mencermati perubahan arus modal asing. Jika risk-off global meningkat akibat perang dagang EU-China, foreign outflow dari SBN dan IHSG bisa kembali deras, menekan likuiditas dan memperlemah rupiah lebih lanjut.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: respons resmi China terhadap pernyataan Merz — apakah Kementerian Luar Negeri atau PBoC mengeluarkan pernyataan yang menolak atau justru membuka pintu negosiasi.
  • Risiko yang perlu dicermati: jika China membalas dengan pembatasan ekspor mineral kritis (seperti molybdenum atau rare earth) atau mempercepat oversupply nikel, harga komoditas Indonesia bisa tertekan tajam dalam waktu singkat.
  • Sinyal penting: pergerakan USD/CNY dan indeks dolar broad (FRED). Jika yuan menguat ke bawah 6,70 dan dolar broad turun di bawah 119, itu menandakan tekanan multilateral mulai efektif. Sebaliknya, jika keduanya stagnan, usulan Merz hanya tinggal wacana.

Konteks Indonesia

Indonesia sebagai mitra dagang utama China akan menjadi salah satu negara yang paling merasakan dampak dari perubahan nilai tukar yuan. Rupiah yang saat ini berada di Rp17.898 per dolar AS sangat rentan terhadap perubahan sentimen global. Jika tekanan terhadap yuan berhasil dan dolar melemah, rupiah bisa mendapat ruang pemulihan. Namun, jika gagal dan memicu perang dagang baru, risiko perlambatan global akan menekan permintaan komoditas Indonesia, memperlebar defisit perdagangan, dan memperburuk tekanan fiskal yang sudah terlihat dari defisit APBN awal 2026 sebesar Rp240 triliun. Sektor yang paling terdampak adalah ekspor komoditas (nikel, batu bara, CPO), nilai tukar, dan arus modal portofolio asing.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.