11 JUN 2026
Kampanye Kripto Inggris Lawan Blokir Bank – Signal Regulasi Global

Foto: Cointelegraph — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

← Kembali
Beranda / Forex & Crypto / Kampanye Kripto Inggris Lawan Blokir Bank – Signal Regulasi Global
Forex & Crypto

Kampanye Kripto Inggris Lawan Blokir Bank – Signal Regulasi Global

Tim Redaksi Feedberry ·10 Juni 2026 pukul 18.55 · Sinyal menengah · Sumber: Cointelegraph ↗
6.7 Skor

Ketegangan antara bank dan kripto di Inggris berpotensi mempengaruhi arah regulasi global dan sentimen risiko aset digital, yang berdampak langsung pada pasar kripto Indonesia yang aktif dan proses penyusunan aturan oleh OJK.

Urgensi
6
Luas Dampak
7
Dampak Indonesia
7

Ringkasan Eksekutif

Pasar kripto global kembali dihadapkan pada friksi antara sektor perbankan dan industri aset digital. Di Inggris, kampanye Stand With Crypto UK meluncurkan aksi menentang praktik bank yang memblokir transfer ke exchange kripto teregulasi.

Langkah ini muncul meskipun pemerintah Inggris berupaya memposisikan negara tersebut sebagai pusat inovasi aset digital. CEO ClearBank, Mark Fairless, menyatakan bahwa bank seharusnya menerapkan pendekatan berbasis risiko terhadap pembayaran terkait kripto, bukan pembatasan menyeluruh yang merusak kompetisi dan kemampuan perusahaan teregulasi untuk beroperasi secara efektif. Kampanye ini berlangsung di tengah upaya regulator Inggris mengembangkan kerangka regulasi stablecoin yang komprehensif. Pada awal Mei, Komite House of Lords memeriksa usulan regulasi stablecoin, termasuk risiko bank-run, anti-money laundering, dan dampak terhadap perbankan tradisional. Bank of England kemudian menyatakan sedang meninjau ulang usulan batasan kepemilikan stablecoin dan persyaratan cadangan, sebagai upaya mendukung pertumbuhan pasar stablecoin domestik sambil membatasi risiko stabilitas keuangan.

Sementara itu, Financial Conduct Authority (FCA) mengusulkan pada 8 Juni agar reksa dana ritel tertentu dapat mengalokasikan hingga 10% portofolio mereka ke exchange-traded product (ETP) kripto. Perkembangan ini mencerminkan ketegangan global antara inovasi aset digital dan kehati-hatian perbankan. Di satu sisi, regulator ingin mendorong pertumbuhan pasar kripto yang teregulasi; di sisi lain, bank-bank komersial khawatir terhadap risiko reputasi, kepatuhan, dan stabilitas. Jika Inggris berhasil menyeimbangkan kedua kepentingan, kerangka regulasinya bisa menjadi acuan bagi negara lain, termasuk Indonesia. Namun, jika bank terus memblokir transaksi kripto, adopsi institusional bisa terhambat. Bagi Indonesia, perkembangan ini memiliki implikasi langsung dan tidak langsung. Pasar kripto Indonesia termasuk yang paling aktif di Asia Tenggara, dengan jutaan investor ritel.

OJK dan Bappebti kini mengawasi aset digital, dan sedang menyusun regulasi yang lebih komprehensif. Jika Inggris dan AS (dengan RUU CLARITY) bergerak menuju regulasi yang lebih mendukung, OJK bisa terpengaruh untuk mengadopsi standar serupa. Namun, jika bank global terus membatasi akses, exchange lokal seperti Pintu atau Tokocrypto bisa menghadapi tekanan likuiditas dari sisi perbankan mitra. Selain itu, kerentanan Linux 'Copy Fail' yang mengancam infrastruktur kripto global menambah risiko operasional bagi bursa dan validator. Investor Indonesia perlu memantau arah regulasi domestik, respons perbankan lokal, serta stabilitas infrastruktur teknologi. Dalam 1-4 minggu ke depan, yang perlu diperhatikan adalah keputusan Bank of England soal stablecoin, kelanjutan RUU CLARITY di AS, dan sikap OJK terhadap produk kripto baru seperti saham tertokenisasi.

Mengapa Ini Penting

Kampanye ini menjadi sinyal bahwa sektor kripto global mulai melakukan perlawanan terhadap pembatasan perbankan yang menghalangi adopsi aset digital. Jika Inggris — yang ingin menjadi hub kripto — akhirnya memihak pada industri, negara lain termasuk Indonesia bisa mengikuti jejak regulasi yang lebih ramah. Sebaliknya, jika bank tetap memblokir, maka arus likuiditas ke exchange kripto global dan lokal akan terus terhambat, menekan volume perdagangan dan valuasi aset digital. Bagi pelaku bisnis Indonesia, perkembangan ini menentukan apakah akses perbankan ke exchange kripto akan semakin mudah atau justru dipersulit di masa depan.

Dampak ke Bisnis

  • Exchange kripto lokal seperti Pintu, Tokocrypto, dan Indodax menghadapi risiko pembatasan akses perbankan jika bank di Indonesia mengadopsi praktik serupa dengan di Inggris. Hal ini dapat mengurangi volume setoran dan penarikan dana nasabah.
  • Stablecoin dan produk aset digital terdaftar OJK (seperti saham tertokenisasi dan ETF kripto) akan terpengaruh oleh sentimen regulasi global. Jika Inggris dan AS melonggarkan aturan, OJK mungkin lebih terbuka terhadap inovasi serupa, membuka peluang bisnis baru bagi perusahaan fintech.
  • Perusahaan teknologi dan startup blockchain di Indonesia yang bergantung pada pendanaan ventura global bisa tertekan jika risk-off sentiment memburuk akibat ketidakpastian regulasi perbankan terhadap kripto. Likuiditas global untuk sektor ini bisa mengetat.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: keputusan Bank of England terkait revisi batasan stablecoin — jika BoE melonggarkan, sentimen positif akan mengalir ke pasar kripto global dan memperkuat argumen bagi regulator Indonesia untuk mengadopsi kerangka serupa.
  • Risiko yang perlu dicermati: respons perbankan domestik (BCA, Mandiri, BRI) terhadap transaksi kripto — jika mereka membatasi transfer ke exchange, volume perdagangan kripto Indonesia bisa terkoreksi signifikan dalam jangka pendek.
  • Sinyal penting: pernyataan OJK dan Bappebti tentang rencana regulasi stablecoin dan aset digital lainnya — jika mengikuti arah Inggris/AS yang lebih akomodatif, peluang ekspansi produk seperti xStocks dan ETF kripto di Indonesia akan terbuka lebar.

Konteks Indonesia

Indonesia memiliki pasar kripto ritel yang sangat aktif, dengan jutaan investor dan beberapa exchange terdaftar OJK. OJK dan Bappebti saat ini sedang menyusun kerangka regulasi aset digital yang lebih komprehensif, termasuk stablecoin dan produk turunan. Perkembangan regulasi di Inggris dan AS akan menjadi referensi penting bagi regulator Indonesia. Selain itu, kerentanan keamanan Linux 'Copy Fail' yang diidentifikasi sejak 2017 dan telah dieksploitasi secara aktif menjadi risiko sistemik bagi infrastruktur kripto global, termasuk exchange dan validator di Indonesia. Kondisi makro domestik — IHSG di level 5.902, USD/IDR di 17.966, dan harga minyak Brent di atas US$93 — menciptakan tekanan ganda bagi investor yang beralih ke kripto sebagai alternatif. Dalam konteks ini, kepastian regulasi menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan investor dan kelangsungan bisnis exchange lokal.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.