23 JUL 2026
Irene Umar Dorong Kreator RI Go Global — Padukan Data dan Budaya

Foto: Tempo Bisnis — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

← Kembali
Beranda / Teknologi / Irene Umar Dorong Kreator RI Go Global — Padukan Data dan Budaya
Teknologi

Irene Umar Dorong Kreator RI Go Global — Padukan Data dan Budaya

Tim Redaksi Feedberry ·23 Juli 2026 pukul 13.55 · Sinyal menengah · Sumber: Tempo Bisnis ↗
3.7 Skor

Ajakan pemerintah bersifat soft, tidak segera berdampak, tapi menyasar sektor kreatif yang potensinya luas dan bisa menggerakkan ekosistem digital serta pelaku UMKM.

Urgensi
2
Luas Dampak
5
Dampak Indonesia
4

Ringkasan Eksekutif

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengajak pelaku ekonomi kreatif Indonesia untuk tidak hanya melihat pasar domestik yang berpenduduk 280 juta jiwa, tetapi juga menargetkan audiens global yang jumlahnya lebih dari 8 miliar. Ajakan ini disampaikan dalam peluncuran AI Economy Report dan YouTube Impact Report di Jakarta pada 23 Juli 2026. Irene menekankan pentingnya menggabungkan kreativitas, ketulusan hati, dan analisis data agar kreator dapat menembus pasar internasional. Selain itu, Kementerian Ekraf menggandeng Indosat dan Adobe dalam suatu program yang menyediakan akses teknologi, pelatihan, jejaring profesional, dan peluang kolaborasi bagi kreator. Salah satu agenda konkretnya adalah Museum Tour di Museum Nasional yang akan diikuti sekitar 100 kreator terpilih.

Kegiatan ini dirancang sebagai ruang eksplorasi budaya untuk melahirkan ide kreatif yang kemudian akan dikembangkan dalam sebuah creative challenge. Irene menegaskan bahwa kebudayaan merupakan sumber bahan baku ekonomi kreatif, dan tantangannya adalah membuat warisan budaya tetap relevan bagi generasi masa kini. Program ini diarahkan agar kreator mampu membangun intellectual property bernilai ekonomi yang berdaya saing internasional. Yang tidak terlihat dari headline adalah dimensi struktural dari ajakan ini. Selama ini ekonomi kreatif Indonesia lebih banyak berorientasi domestik, dengan ekspor produk kreatif yang masih terbatas. Dorongan ke pasar global membutuhkan lebih dari sekadar semangat; diperlukan infrastruktur digital, pemahaman preferensi konsumen lintas negara, serta perlindungan hak kekayaan intelektual yang kuat.

Kolaborasi dengan Indosat dan Adobe menunjukkan arah konkret: penyediaan akses teknologi (misalnya perangkat lunak Adobe) dan konektivitas (Indosat) dapat menurunkan hambatan masuk bagi kreator kecil. Program Museum Tour juga strategis — menjadikan museum bukan sekadar tempat wisata, melainkan inkubator ide yang menghubungkan warisan budaya dengan kreasi digital. Ini bisa menjadi model replikasi di daerah lain untuk mendorong ekspor konten budaya bernilai ekonomi. Dampak dari inisiatif ini bersifat katalitik, tidak langsung. Bagi pelaku ekonomi kreatif — mulai dari konten kreator YouTube, desainer grafis, animator, hingga pengembang gim — terbuka akses ke pelatihan dan jaringan yang sebelumnya mungkin hanya dimiliki oleh kreator besar.

Potensi pendapatan dari pasar global bisa jauh lebih besar, tetapi tantangannya ada pada adaptasi konten, bahasa, dan regulasi negara tujuan. Sektor yang paling mungkin diuntungkan adalah subsektor aplikasi, gim, musik digital, dan produksi video. Pemerintah sendiri tidak memberikan insentif fiskal langsung dalam pengumuman ini, sehingga efektivitasnya sangat bergantung pada partisipasi aktif swasta (Indosat, Adobe) dan respons kreator. Yang harus dipantau dalam 4 minggu ke depan adalah realisasi program kolaborasi Indosat-Adobe: seberapa cepat pelatihan dapat diakses oleh kreator di luar Jakarta, jumlah kreator yang mendaftar program creative challenge, serta apakah ada tanda-tanda peningkatan ekspor konten digital Indonesia ke platform global seperti YouTube, Spotify, atau Netflix.

Sinyal penting berikutnya adalah respons dari pelaku industri — apakah asosiasi kreator dan startup digital akan mengadopsi pendekatan data-driven yang disarankan Irene. Jika dalam sebulan tidak ada pengumuman lanjutan atau keluhan minimnya akses, inisiatif ini berisiko menjadi seremonial belaka. Sebaliknya, jika muncul testimoni kreator yang berhasil menembus pasar luar negeri, program ini bisa menjadi blueprint bagi subsektor ekonomi kreatif lainnya.

Mengapa Ini Penting

Ajakan ini menandai pergeseran paradigma dari orientasi domestik ke global di sektor kreatif — sektor yang menyumbang lebih dari 7% PDB nasional. Jika berhasil, Indonesia tidak lagi hanya menjadi konsumen produk budaya global, tetapi produsen konten dan IP yang diperdagangkan lintas negara. Ini juga memperkuat posisi budaya sebagai aset ekonomi, bukan sekadar warisan.

Dampak ke Bisnis

  • Kreator konten dan startup digital yang mengikuti program ini dapat memperoleh akses perangkat lunak Adobe dan pelatihan berbasis data, menurunkan biaya produksi dan meningkatkan kualitas konten untuk pasar global.
  • Perusahaan platform digital (YouTube, Spotify, Netflix) di Indonesia akan mendapatkan banjir konten lokal berkualitas tinggi, meningkatkan engagement pengguna domestik sekaligus membuka peluang kurasi konten Indonesia untuk audiens internasional.
  • Museum dan institusi budaya yang berpartisipasi dalam Museum Tour akan mendapat exposure baru sebagai sumber IP kreatif, berpotensi meningkatkan kunjungan dan kemitraan dengan kreator, meski dampak ekonominya baru terasa dalam 6–12 bulan.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: realisasi program Indosat-Adobe — apakah pelatihan dan akses teknologi sudah dapat diakses publik dalam 2 minggu ke depan, serta jumlah kreator yang mendaftar.
  • Risiko yang perlu dicermati: inisiatif ini hanya menjangkau kreator di kota besar — jika tidak ada jangkauan ke daerah, kesenjangan kreator urban-rural justru melebar.
  • Sinyal penting: munculnya konten kreator Indonesia yang viral di platform global (misal YouTube trending atau Netflix Original) dalam 1–2 bulan ke depan sebagai indikator awal keberhasilan strategi go-global ini.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.