25 JUN 2026
IHSG Anjlok 2,86% ke 6.969, Penguatan Mingguan 0,18% — Support Kritis di 6.900
← Kembali
Beranda / Pasar / IHSG Anjlok 2,86% ke 6.969, Penguatan Mingguan 0,18% — Support Kritis di 6.900
Pasar

IHSG Anjlok 2,86% ke 6.969, Penguatan Mingguan 0,18% — Support Kritis di 6.900

Tim Redaksi Feedberry ·9 Mei 2026 pukul 01.09 · Sumber: Kontan ↗
7.7 Skor

IHSG anjlok 2,86% dalam sehari—menghapus hampir seluruh penguatan mingguan—dengan support kritis di 6.900. Rupiah di Rp17.950 tambah tekanan. Risiko sektoral menyebar ke perbankan, tambang, dan teknologi.

Urgensi
7
Luas Dampak
8
Dampak Indonesia
8

Ringkasan Eksekutif

IHSG ditutup menguat tipis 0,18% dalam sepekan, tetapi lonjakan volatilitas pada akhir pekan menjadi sinyal kerentanan. Pada Jumat (8/5/2026), indeks anjlok 2,86% ke level 6.969,4—menghapus sebagian besar penguatan sebelumnya. Analis Infovesta Utama, Ekky Topan, menilai penguatan IHSG masih belum solid karena investor wait and see terhadap sentimen global. Faktor dominan yang memengaruhi pergerakan adalah ekspektasi meredanya konflik Iran-AS dan penurunan harga minyak, namun perundingan yang belum menemui titik terang membuat kekhawatiran krisis energi tetap tinggi. Di sisi domestik, rilis data makro menunjukkan perbaikan, tetapi nilai tukar rupiah yang masih terdepresiasi—berdasarkan data pasar terkini tercatat di Rp17.950—menahan optimisme. Rencana pemerintah menaikkan royalti minerba menjadi sentimen negatif baru yang menambah beban sektor tambang.

Yang tidak terlihat dari headline kenaikan mingguan 0,18% adalah bagaimana komposisi pergerakan intra-minggu mencerminkan sentimen rapuh. Data menunjukkan IHSG mengalami koreksi tajam pada hari Jumat yang hampir membalikkan seluruh kenaikan sebelumnya—ini adalah pola yang sering diikuti oleh tekanan lanjutan. Support kuat IHSG diproyeksikan di area 6.900-7.000; penembusan di bawah 6.900 bisa membuka ruang koreksi lebih dalam. Arus modal asing menjadi kunci. Dengan rupiah yang terus melemah, investor asing cenderung mengurangi eksposur pada aset rupiah. Hal ini dapat memperkuat tekanan jual pada saham-saham berkapitalisasi besar yang menjadi mayoritas kepemilikan asing, terutama di sektor perbankan (BBCA, BBRI, BMRI), infrastruktur, dan tambang. Analis menyarankan strategi selektif dengan fokus trading jangka pendek selama arah indeks masih konsolidatif.

Sektor telekomunikasi mulai menunjukkan penguatan dan patut dicermati, sementara saham-saham grup Prajogo Pangestu juga mulai bergerak mengikuti sentimen pasar.

Mengapa Ini Penting

Koreksi tajam harian ini menghapus seluruh kenaikan mingguan dan menempatkan IHSG di support kritis. Jika tembus ke bawah 6.900, tekanan jual bisa berakselerasi dan memicu aksi jual lebih lanjut dari investor asing. Sektor perbankan dan tambang yang menjadi tulang punggung IHSG langsung terpukul oleh tekanan ganda: pelemahan rupiah, rencana kenaikan royalti, dan potensi terusirnya aliran modal asing ke safe haven.

Dampak ke Bisnis

  • Sektor perbankan (BBCA, BBRI, BMRI): Meskipun mulai menunjukkan perbaikan harga setelah koreksi, tekanan dari pelemahan rupiah dan potensi kenaikan NPL akibat melambatnya ekonomi dapat membatasi penguatan risiko bank dengan eksposur valas tinggi.
  • Sektor tambang (ADRO, PTBA, ITMG, ANTM, MDKA): Rencana kenaikan royalti minerba langsung menekan margin emiten batu bara dan nikel. Risiko tambahan datang dari tekanan harga komoditas global yang cenderung menurun dan potensi divestasi asing akibat isu HAM di tambang mineral kritis yang melonjak 73% secara global.
  • Sektor teknologi dan GOTO, BUKA: Sebagai emiten dengan valuasi berbasis pertumbuhan, saham-saham ini sangat sensitif terhadap outflow asing. IHSG yang konsolidatif dan rupiah lemah dapat memperpanjang tekanan pada sektor ini.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: net foreign flow harian BEI—jika outflow asing berlanjut dan IHSG break support 6.900, koreksi lebih dalam kemungkinan terjadi hingga area resistance 7.049.
  • Risiko yang perlu dicermati: kejelasan rencana pemerintah soal kenaikan royalti minerba—jika resmi diumumkan, sektor tambang akan mengalami koreksi signifikan dan menekan IHSG lebih lanjut.
  • Sinyal yang perlu diawasi: arah perundingan Iran-AS dan harga minyak global—deeskalasi dapat mendorong relief rally, tetapi eskalasi memperkuat risk-off global dan memperdalam koreksi IHSG.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.