22 OKT 2026
← Kembali
Beranda / Pasar / Harga Emas Antam Turun Tiga Hari ke Rp2,55 Juta per Gram
Pasar

Harga Emas Antam Turun Tiga Hari ke Rp2,55 Juta per Gram

Tim Redaksi Feedberry ·22 Oktober 2026 pukul 09.02 WIB · Sumber: IDXChannel ↗
4.3 Skor

Penurunan tipis tiga hari beruntun relevan bagi investor emas ritel dan peritel, tetapi belum menjadi guncangan sistemik bagi pasar maupun ekonomi Indonesia.

Urgensi
4
Luas Dampak
4
Dampak Indonesia
5

Ringkasan Eksekutif

Harga emas Antam (ANTM) melemah Rp4.000 menjadi Rp2.550.000 per gram pada Kamis (22/10/2026), penurunan hari ketiga beruntun. Harga buyback turun Rp4.000 menjadi Rp2.365.000 per gram. Selisih harga jual dan buyback menjadi Rp185.000 per gram. Harga tersebut berlaku di Butik Emas Logam Mulia (BELM) Setiabudi One Jakarta. PPN tidak dipungut sesuai PP No.49 Tahun 2022, sedangkan PPh 22 dikenakan tarif 0,25 persen sesuai PMK Nomor 48 Tahun 2023 dan bukti potong diterbitkan PT Antam Tbk sebagai penjual. Rincian pecahan mencakup 0,5 gram Rp1.325.000; 1 gram Rp2.550.000; 2 gram Rp5.035.000; 5 gram Rp12.525.000; 10 gram Rp24.995.000; 100 gram Rp249.212.000; dan 1.000 gram Rp2.490.600.000. Penurunan itu terjadi di tengah tekanan pasar yang lebih luas.

IHSG berada di 5.191 dengan penurunan 2,59%, USD/IDR di 17.943, Brent di US$110,34 dengan kenaikan 1,40%, dan AALI di 8.650 dengan penurunan 1,70%. Dalam konteks ini, harga emas dalam rupiah memiliki dua tarikan berlawanan: pelemahan rupiah cenderung menaikkan harga emas domestik, sementara tekanan risk-off di pasar saham dan tingginya harga minyak menambah ketidakpastian. Penurunan Rp4.000 per gram selama tiga hari beruntun lebih tepat dibaca sebagai koreksi tipis harian ketimbang perubahan arah tren. Sebab, harga emas Antam masih berada di level Rp2.550.000 per gram, dan buyback berada Rp185.000 di bawahnya. Bagi pasar ritel, yang paling terasa bukan hanya arah harga, tetapi juga spread antara harga beli dan harga jual kembali. Dampaknya paling langsung menyentuh investor ritel dan peritel emas.

Pemilik emas yang ingin menjual akan menerima Rp2.365.000 per gram, turun Rp4.000 dari sebelumnya, sehingga nilai realisasi ikut menurun. Spread Rp185.000 per gram menjadi semacam biaya likuiditas yang harus ditanggung ketika posisi dibuka dan ditutup.

Di sisi lain, PT Antam Tbk sebagai penjual memiliki kewajiban pemotongan PPh 22 dengan tarif 0,25 persen, yang menambah lapisan administrasi dan biaya kepatuhan dalam transaksi. Bagi peritel, penurunan harga jual dapat merangsang minat pembelian fisik, tetapi penurunan buyback secara bersamaan menahan minat realisasi. Kombinasi itu berpotensi memperlambat perputaran stok di butik emas, meski volume transaksi harian tetap bergantung pada permintaan dan pasokan lokal. Sektor yang terdampak tidak berhenti di peritel: pegadaian dan pembiayaan berbasis emas juga menghadapi penilaian jaminan yang bergerak setiap hari.

Mengapa Ini Penting

Penurunan Rp4.000 per gram tidak besar, tetapi spread buyback Rp185.000 per gram dan PPh 22 0,25 persen menunjukkan bahwa biaya masuk-keluar emas ritel lebih besar dari sekadar pergerakan harga harian. Bagi investor dan peritel, yang menentukan untung-rugi bukan hanya arah harga Antam, melainkan juga likuiditas buyback dan beban transaksi. Ini penting karena emas sering dipakai sebagai lindung nilai saat rupiah tertekan di 17.943 dan pasar saham terkoreksi.

Dampak ke Bisnis

  • Investor ritel yang memegang emas Antam menerima harga buyback lebih rendah, yaitu Rp2.365.000 per gram, dengan spread Rp185.000 per gram terhadap harga jual. Selisih ini membatasi nilai realisasi ketika posisi ditutup.
  • Peritel emas dan pegadaian menghadapi penilaian stok dan jaminan yang bergerak harian. Penurunan harga jual dapat merangsang pembelian fisik, tetapi buyback yang ikut turun menahan minat realisasi sehingga perputaran stok berpotensi melambat.
  • PT Antam Tbk sebagai penjual harus menerbitkan bukti potong PPh 22 dengan tarif 0,25 persen. Beban administrasi dan kepatuhan ini relevan bagi pelaku usaha emas yang bertransaksi dalam volume besar.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: harga Antam harian di Logam Mulia — apakah penurunan tiga hari berlanjut setelah Rp2.550.000 per gram atau berhenti, karena arah ini menentukan posisi buyback berikutnya.
  • Risiko yang perlu dicermati: pergerakan USD/IDR dari 17.943 — pelemahan rupiah lebih lanjut menaikkan harga emas dalam rupiah dan biaya impor, sedangkan penguatan memberi tekanan turun pada harga domestik.
  • Sinyal penting: spread buyback-jual di Rp185.000 per gram — pelebaran spread mengurangi nilai jual kembali pemilik emas dan bisa menekan permintaan emas ritel.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.