7 JUL 2026
Emas Antam Turun ke Rp2.655.000, Harga Buyback Ikut Terkoreksi

Foto: IDXChannel — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

← Kembali
Beranda / Pasar / Emas Antam Turun ke Rp2.655.000, Harga Buyback Ikut Terkoreksi
Pasar

Emas Antam Turun ke Rp2.655.000, Harga Buyback Ikut Terkoreksi

Tim Redaksi Feedberry ·7 Juli 2026 pukul 02.00 · Sinyal tinggi · Sumber: IDXChannel ↗
4.3 Skor

Koreksi harian Rp15.000 tergolong wajar dalam pasar emas yang volatil, namun relevan bagi investor ritel dan emiten ANTM karena emas masih menjadi instrumen lindung nilai utama di tengah tekanan makro domestik.

Urgensi
3
Luas Dampak
4
Dampak Indonesia
6
Analisis Komoditas
Komoditas
Emas (Emas Antam)
Harga Terkini
Rp2.655.000 per gram
Perubahan Harga
-Rp15.000 per gram

Ringkasan Eksekutif

Harga emas Antam hari ini, Selasa (7/7/2026), turun Rp15.000 menjadi Rp2.655.000 per gram. Harga buyback juga turun sebesar Rp15.000 ke Rp2.414.000 per gram. Penurunan ini berlaku untuk pengambilan di Butik Emas Logam Mulia (BELM) Setiabudi One Jakarta. Sementara itu, beberapa jenis pecahan emas belum tersedia di laman resmi. PPN tidak dipungut sesuai PP No.49 Tahun 2022, dengan PPh 22 final sebesar 0,25% sesuai PMK No.48/2023. Dengan demikian, transaksi emas batangan di Antam tetap mendapat insentif pajak yang meringankan beban pembeli. Penurunan harga emas Antam hari ini terjadi di tengah pergerakan harga emas global yang juga melemah. Pada Senin (6/7), harga emas dunia turun 0,26% ke US$4.163,98 per troy ons setelah reli tiga hari beruntun yang mencatat kenaikan 4,2%.

Data tenaga kerja AS yang lebih lemah dari ekspektasi (Nonfarm Payrolls Juni hanya 57.000) sempat mendorong ekspektasi suku bunga The Fed lebih rendah, namun aksi ambil untung (profit taking) menahan kenaikan lebih lanjut. Fokus pasar kini tertuju pada risalah rapat The Fed yang akan dirilis Rabu besok.

Di sisi lain, investor global dan bank sentral terus mengakumulasi emas sebagai aset safe haven. Data World Gold Council menunjukkan China menambah cadangan emas 10 ton pada Mei, bulan ke-20 berturut-turut. ETF emas China bahkan menjadi yang terbesar di Negeri Panda, menggeser ETF saham — sinyal kuat risk-off di Asia Timur. Faktor-faktor ini menciptakan lingkungan yang mendukung harga emas dalam jangka menengah, meskipun volatilitas harian tetap tinggi. Bagi Indonesia, koreksi harian ini tidak mengubah tren struktural. Harga emas Antam masih berada di level historis yang tinggi, didukung oleh permintaan domestik yang terus tumbuh dan pelemahan rupiah yang membuat emas dalam denominasi rupiah semakin mahal. Penurunan ini memberikan kesempatan bagi investor yang ingin menambah posisi dengan harga lebih rendah.

Di sisi lain, penurunan harga buyback dapat memicu aksi jual dari investor yang ingin merealisasikan keuntungan, karena spread antara harga jual dan buyback cukup lebar (sekitar Rp241.000 atau 9,1%). Keputusan pemerintah untuk tidak memungut PPN dan hanya mengenakan PPh 22 0,25% pada transaksi emas batangan turut memperkuat daya tarik emas sebagai instrumen investasi dibandingkan instrumen lain yang dikenai pajak lebih tinggi.

Mengapa Ini Penting

Penurunan harga emas Antam hari ini memberi sinyal bahwa reli global mulai jenuh, namun belum membalikkan tren bullish jangka panjang. Bagi investor Indonesia, spread antara harga jual dan buyback yang lebar (9,1%) membuat emas kurang likuid untuk trading jangka pendek, tetapi tetap relevan sebagai simpanan kekayaan. Lebih penting lagi, perbedaan insentif pajak antara emas batangan (bebas PPN) dan instrumen lain seperti deposito atau obligasi yang dikenai pajak bunga, menjadikan emas instrumen yang kompetitif di tengah BI rate 5,75% yang belum memberikan bunga riil positif setelah inflasi.

Dampak ke Bisnis

  • Emiten ANTM akan terkena dampak langsung melalui pendapatan dari penjualan emas batangan. Koreksi harga hari ini berpotensi menekan margin penjualan jika tren berlanjut, namun volume permintaan bisa meningkat karena investor memanfaatkan harga lebih rendah. Biaya produksi emas Antam tidak berubah, sehingga fluktuasi harga jual langsung memengaruhi laba segmen logam mulia.
  • Bagi industri perhiasan, penurunan harga emas batangan menjadi katalis positif. Biaya bahan baku lebih rendah memperbaiki margin produsen perhiasan dan berpotensi mendorong penjualan ritel. Namun, jika koreksi berlanjut, konsumen mungkin menunda pembelian menunggu harga lebih rendah — efek wait-and-see yang dapat menekan permintaan jangka pendek.
  • Investor ritel yang memegang emas Antam untuk jangka panjang tidak terlalu terpengaruh, tetapi trader harian akan merasakan tekanan dari spread beli-jual yang lebar. Selain itu, penurunan harga buyback dapat memicu peningkatan penjualan emas bekas, yang justru menambah pasokan di pasar sekunder dan menekan harga lebih lanjut.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: respons harga emas global terhadap risalah The Fed Rabu besok — jika isyarat dovish, emas bisa rebound dan mendorong Antam naik ke Rp2.685.000–2.700.000; jika hawkish, koreksi ke Rp2.600.000 berpotensi terjadi.
  • Risiko yang perlu dicermati: pergerakan rupiah yang melemah ke 18.000 per dolar AS atau lebih — depresiasi akan meningkatkan harga emas rupiah tetapi juga menekan daya beli investor domestik dan dapat mengurangi volume pembelian emas batangan.
  • Sinyal penting: data Nonfarm Payrolls AS yang lebih rendah dari ekspektasi (57.000) telah mendorong ekspektasi suku bunga lebih rendah — jika data inflasi AS berikutnya juga lemah, reli emas global bisa berlanjut dan menjadi tailwind bagi Antam.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.