25 JUL 2026
De Beers Produksi Melonjak 88%, Harga Berlian Anjlok — Industri Masih Tertekan

Foto: MINING.com — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

← Kembali
Beranda / Pasar / De Beers Produksi Melonjak 88%, Harga Berlian Anjlok — Industri Masih Tertekan
Pasar

De Beers Produksi Melonjak 88%, Harga Berlian Anjlok — Industri Masih Tertekan

Tim Redaksi Feedberry ·23 Juli 2026 pukul 10.58 · Sinyal tinggi · Sumber: MINING.com ↗
5.7 Skor

Berlian bukan komoditas ekspor utama Indonesia, tetapi tekanan struktural di industri global berdampak pada biaya impor perhiasan dan peluang substitusi lab-grown, serta menjadi indikator pelemahan konsumsi barang mewah global yang relevan bagi sentimen pasar.

Urgensi
7
Luas Dampak
6
Dampak Indonesia
4
Analisis Komoditas
Komoditas
Berlian
Harga Terkini
USD 105 per karat (harga rata-rata realisasi H1 2026)
Perubahan Harga
-32% YoY (harga rata-rata realisasi), -16% (harga rata-rata mentah)
Faktor Supply
  • ·Produksi De Beers melonjak 88% YoY di Q2 2026 karena pemrosesan bijih berkadar lebih tinggi di Botswana, Kanada, dan Afrika Selatan.
  • ·Produksi Botswana lebih dari dua kali lipat menjadi 5,5 juta karat di Q2.
  • ·De Beers berencana menghentikan produksi di tambang Venetia (Afrika Selatan) selama dua tahun mulai H2 2026 untuk menekan biaya.
Faktor Demand
  • ·Permintaan lemah akibat ketidakpastian geopolitik dan konflik Timur Tengah yang menggerus kepercayaan konsumen.
  • ·Batu sintetis (lab-grown) terus menggerus permintaan berlian alami, terutama untuk batu bernilai rendah.
  • ·Harga rata-rata realisasi turun 32% YoY karena komposisi penjualan bergeser ke batu bernilai rendah.

Ringkasan Eksekutif

De Beers, raksasa berlian dunia, mencatat lonjakan produksi 88% secara tahunan pada kuartal II 2026 menjadi 7,8 juta karat, didorong oleh pemrosesan bijih berkadar lebih tinggi di tambang Botswana, Kanada, dan Afrika Selatan. Produksi semesternya naik 46% menjadi 14,91 juta karat. Namun, lonjakan pasokan ini tak mampu mengimbangi tekanan permintaan yang masih lemah. Harga rata-rata realisasi anjlok 32% menjadi hanya 105 dolar AS per karat pada semester pertama, sementara harga rata-rata berlian mentah turun 16%. Pendapatan De Beers pada kuartal II ambles 44% menjadi 665 juta dolar AS, meski volume penjualan mentah hanya turun 7%. Untuk semester pertama, pendapatan turun 23% menjadi 1,31 miliar dolar AS meski volume naik 20%.

Artinya, perusahaan menjual lebih banyak batu dengan harga jauh lebih rendah.

Mengapa Ini Penting

Kinerja De Beers adalah barometer utama industri berlian global. Tekanan berkepanjangan ini menegaskan bahwa permintaan berlian alami sedang mengalami pergeseran struktural: konsumen beralih ke batu sintetis yang lebih murah, sementara ketidakpastian geopolitik menggerus belanja barang mewah. Bagi Indonesia, dampak langsungnya terbatas karena bukan produsen berlian, namun industri perhiasan dalam negeri yang mengimpor batu mulia akan menikmati biaya input lebih rendah. Di sisi lain, produsen lab-grown dalam negeri berpotensi meraih pangsa pasar lebih besar seiring konsumen global yang semakin sadar harga.

Dampak ke Bisnis

  • Industri perhiasan Indonesia yang mengimpor berlian mentah atau setengah jadi akan menikmati penurunan biaya bahan baku, memperbaiki margin di tengah tekanan daya beli domestik.
  • Produsen batu sintetis (lab-grown diamond) di Indonesia mendapat angin segar karena kesenjangan harga dengan berlian alami semakin lebar, memperkuat daya saing produk mereka di pasar ekspor dan domestik.
  • Pelemahan harga berlian alami juga menjadi indikator perlambatan konsumsi barang mewah global, yang dapat merembet ke sektor ritel high-end di Indonesia dan menekan sentimen investor terhadap emiten perhiasan dan logam mulia di BEI.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: perkembangan penjualan De Beers oleh Anglo American — jika kesepakatan dengan konsorsium Gareth Penny gagal, ketidakpastian dapat menekan harga berlian lebih lanjut.
  • Risiko yang perlu dicermati: keputusan Botswana untuk menggunakan hak membeli saham De Beers — jika Botswana memperbesar kepemilikan, struktur pasar bisa berubah dan mempengaruhi strategi pasokan global.
  • Sinyal penting: data penjualan ritel perhiasan AS pada kuartal III 2026 — jika permintaan berlian alami di AS (sebagai pasar terbesar) masih lesu, tekanan harga akan berlanjut dan memperkuat tren substitusi ke lab-grown.

Konteks Indonesia

Indonesia bukan produsen berlian utama, tetapi merupakan importir bersih batu mulia untuk industri perhiasan. Pelemahan harga berlian alami global menekan biaya impor, namun juga mengurangi nilai ekspor produk perhiasan berbasis berlian alami. Di sisi lain, substitusi ke batu sintetis membuka peluang bagi produsen lab-grown Indonesia yang mulai bermunculan, terutama karena biaya produksi lebih rendah dan permintaan global yang tumbuh. Tekanan di sektor berlian alami juga menjadi indikasi pelemahan konsumsi barang mewah secara global, yang dapat berdampak pada sentimen pasar saham Indonesia terutama emiten ritel dan barang konsumsi.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.