28 JUN 2026
Coinbase & Circle Anjlok 69-72% dari Puncak — Kripto Tertinggal dari Big Tech, S&P Hanya -3,5%

Foto: Cointelegraph — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

← Kembali
Beranda / Forex & Crypto / Coinbase & Circle Anjlok 69-72% dari Puncak — Kripto Tertinggal dari Big Tech, S&P Hanya -3,5%
Forex & Crypto

Coinbase & Circle Anjlok 69-72% dari Puncak — Kripto Tertinggal dari Big Tech, S&P Hanya -3,5%

Tim Redaksi Feedberry ·27 Juni 2026 pukul 16.02 · Sinyal menengah · Sumber: Cointelegraph ↗
7 Skor

Pelemahan saham kripto lebih dalam dari Big Tech mencerminkan risk-off spesifik sektor; sentimen negatif berpotensi menekan exchange lokal, volume transaksi di Indonesia, dan mempengaruhi sikap regulator terhadap aset digital.

Urgensi
7
Luas Dampak
7
Dampak Indonesia
7

Ringkasan Eksekutif

Saham Coinbase dan Circle telah anjlok masing-masing 69% dan 72% dari harga tertinggi sepanjang masa, jauh lebih dalam dibandingkan penurunan saham Big Tech seperti Oracle, Netflix, dan Salesforce yang hanya turun 48-57% dari puncaknya. Sebagai perbandingan, indeks S&P 500 hanya terkoreksi 3,5% dari level tertingginya. Divergensi ini menunjukkan bahwa sektor kripto menghadapi tekanan yang lebih berat di tengah aksi jual teknologi secara luas. Pelemahan ini dipicu oleh beberapa faktor fundamental. Bitcoin telah jatuh di bawah US$60.000, turun 54% dari puncak Oktober tahun lalu, sementara Ether merosot sekitar 69% ke sekitar US$1.500. Kinerja emiten kripto pun mengecewakan: Coinbase membukukan kerugian US$1,49 per saham pada kuartal I, jauh dari ekspektasi analis yang memperkirakan laba US$0,27 per saham.

Pendapatan perusahaan turun 21% secara kuartalan. Di sisi makro, analis 21Shares menurunkan proyeksi 2026 dengan alasan siklus empat tahun Bitcoin masih menjadi faktor dominan meskipun adopsi institusional terus menguat. Bagi Indonesia, berita ini memperkuat sinyal risk-off global yang dapat menekan sentimen investor domestik. Pasar kripto Indonesia yang didominasi investor ritel sangat sensitif terhadap pergerakan harga aset global seperti Bitcoin dan Ether. Exchange lokal seperti Tokocrypto, Pintu, dan Reku berpotensi mengalami penurunan volume transaksi dan tekanan pada valuasi jika tren ini berlanjut. Regulator seperti Bappebti dan OJK yang tengah menyusun kerangka aset digital nasional akan semakin berhati-hati, mengingat ketidakpastian pasar dan kegagalan beberapa pemain global.

Pelemahan ini juga dapat memperkuat preferensi investor terhadap aset safe haven, sehingga arus modal asing ke Indonesia mungkin terpengaruh, terutama jika risk-off meluas ke emerging market.

Mengapa Ini Penting

Koreksi saham kripto yang lebih dalam dari Big Tech menunjukkan bahwa pelemahan ini bukan sekadar siklus biasa, melainkan didorong oleh fundamental perusahaan yang memburuk dan ketidakpastian prospek pendapatan. Bagi investor Indonesia yang terpapar aset kripto, sinyal ini menuntut kehati-hatian lebih tinggi. Bagi regulator, divergensi ini memperkuat argumen untuk tidak terburu-buru meliberalisasi pasar aset digital tanpa perlindungan konsumen yang memadai. Implikasi strukturalnya: stablecoin dan exchange mungkin akan diawasi lebih ketat di berbagai yurisdiksi, termasuk Indonesia.

Dampak ke Bisnis

  • Exchange kripto lokal (Tokocrypto, Pintu, Reku) akan merasakan penurunan volume transaksi dan pendapatan dari biaya perdagangan, yang dapat memicu penghematan biaya atau PHK jika berlarut.
  • Investor ritel Indonesia yang mayoritas memegang aset kripto langsung akan mengalami kerugian portofolio, berpotensi mengurangi daya beli dan konsumsi di sektor lain.
  • Regulator Bappebti dan OJK kemungkinan akan memperketat persyaratan listing, kepatuhan, dan cadangan aset untuk exchange, memperlambat inovasi produk kripto di Indonesia dalam jangka pendek.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: pergerakan Bitcoin di level US$60.000 dan data inflow/outflow ETF Bitcoin spot di AS — jika outflow berlanjut, tekanan jual semakin dalam.
  • Risiko yang perlu dicermati: jika Bitcoin turun di bawah US$55.000, bisa memicu gelombang likuidasi margin dan memperburuk sentimen global, menjalar ke emerging market termasuk Indonesia.
  • Sinyal penting: keputusan SEC terkait persetujuan ETF spot Ether atau perubahan kebijakan stablecoin — akan menjadi preseden bagi regulasi di negara lain, termasuk Indonesia.

Konteks Indonesia

Pelemahan saham kripto global ini berdampak langsung ke pasar kripto Indonesia. Exchange lokal seperti Tokocrypto, Pintu, dan Reku akan merasakan penurunan volume perdagangan dan pendapatan. Investor ritel Indonesia yang mayoritas memegang aset kripto akan mengalami kerugian portofolio, yang dapat mengurangi daya beli dan konsumsi. Regulator Indonesia, Bappebti, dan OJK kemungkinan akan memperketat pengawasan terhadap exchange dan produk aset digital untuk melindungi investor mengingat volatilitas tinggi. Selain itu, sentimen risk-off global dapat memengaruhi IHSG jika investor asing menarik dana dari pasar emerging market termasuk Indonesia, meskipun dampak langsung dari kripto ke pasar saham terbatas. Data pasar terkini menunjukkan USD/IDR di level 17.905, yang bisa semakin tertekan jika risk-off meluas.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.