8 JUL 2026
CEO StarkWare Usul Inflasi Bitcoin 4% Gantikan Batas 21 Juta — Kontroversi Pecah

Foto: Cointelegraph — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

← Kembali
Beranda / Forex & Crypto / CEO StarkWare Usul Inflasi Bitcoin 4% Gantikan Batas 21 Juta — Kontroversi Pecah
Forex & Crypto

CEO StarkWare Usul Inflasi Bitcoin 4% Gantikan Batas 21 Juta — Kontroversi Pecah

Tim Redaksi Feedberry ·8 Juli 2026 pukul 05.48 · Sinyal rendah · Sumber: Cointelegraph ↗
5.3 Skor

Proposal masih jauh dari konsensus, namun jika diadopsi akan mengubah fundamental Bitcoin secara global—dampak ke sentimen pasar kripto Indonesia dan investor ritel signifikan.

Urgensi
3
Luas Dampak
7
Dampak Indonesia
6

Ringkasan Eksekutif

CEO StarkWare, Eli Ben-Sasson, mengusulkan agar Bitcoin mengadopsi inflasi tetap 4% per tahun untuk menggantikan batas pasokan 21 juta koin. Alasannya, private key yang hilang seiring waktu membuat jumlah Bitcoin yang benar-benar dapat digunakan terus menyusut. Usulan ini langsung menuai kritik keras dari komunitas Bitcoin. Pendukung batas tetap—seperti eksekutif Strategy Michael Saylor—berargumen bahwa kehilangan kunci justru meningkatkan kelangkaan dan memberikan kontribusi proporsional kepada pemegang lain. Saylor bahkan berencana membakar private key-nya saat meninggal. Perdebatan ini menyentuh inti filosofis Bitcoin: apakah kelangkaan harus dijaga secara absolut atau disesuaikan dengan realita penggunaan.

Di sisi lain, pendiri Zcash Bryce Wilcox menyarankan agar pengembang Bitcoin meniru proposal 'Network Sustainability Mechanism' yang sedang dipertimbangkan di ekosistem Zcash. Mekanisme itu menjaga batas pasokan 21 juta ZEC tetap utuh, namun memungkinkan pengguna membakar token yang kemudian diterbitkan ulang secara bertahap sebagai imbalan blok selama empat tahun. Tujuannya meringankan tekanan insentif penambang tanpa mengubah batas keras. Namun, perubahan semacam ini membutuhkan konsensus luas dari pengembang, penambang, dan operator node Bitcoin—sebuah proses desentralisasi yang sangat menantang. Dampak potensial jika proposal Ben-Sasson diadopsi sangat besar. Bitcoin akan berubah dari aset deflasi menjadi aset dengan inflasi terkendali—mengubah narasi 'digital gold' yang menjadi daya tarik utama investor institusi. Di Indonesia, pasar kripto yang didominasi investor ritel akan merasakan guncangan sentimen.

Volume perdagangan di exchange lokal seperti Tokocrypto, Indodax, atau Pintu bisa terpengaruh. Saham teknologi di IHSG yang berkorelasi dengan risk appetite global juga berpotensi terkena imbas jika sentimen risk-off meluas. Regulasi Bappebti dan OJK terhadap aset digital bisa ikut menyesuaikan jika terjadi perubahan fundamental pada Bitcoin.

Mengapa Ini Penting

Usulan ini menantang fondasi paling dasar Bitcoin: batas pasokan 21 juta yang tidak bisa diubah. Jika diterima, Bitcoin tidak lagi menjadi aset deflasi absolut, melainkan aset dengan inflasi tetap—mirip emas yang produksinya bertambah setiap tahun. Ini bisa mengubah persepsi investor institusi terhadap Bitcoin sebagai lindung nilai inflasi dan penyimpan nilai. Bagi Indonesia, mayoritas investor kripto ritel berorientasi jangka pendek, sehingga perubahan fundamental semacam ini berpotensi memicu aksi jual panik atau pergeseran preferensi ke aset kripto lain yang masih mempertahankan batas pasokan tetap.

Dampak ke Bisnis

  • Exchange kripto lokal (Tokocrypto, Indodax, Pintu) akan menghadapi volatilitas volume perdagangan jika sentimen pasar berubah drastis. Jika Bitcoin dianggap kehilangan keunikan, minat investor bisa beralih ke altcoin lain, mengubah struktur biaya dan pendapatan exchange.
  • Startup blockchain dan DeFi Indonesia yang menggunakan Bitcoin sebagai jaminan atau aset dasar akan terkena dampak jika nilai fundamental Bitcoin berubah. Likuiditas dan kepercayaan terhadap protokol yang mengandalkan Bitcoin bisa terganggu.
  • Regulasi aset digital di Indonesia (Bappebti, OJK) mungkin perlu menyesuaikan klasifikasi atau perlakuan jika Bitcoin berubah secara fundamental. Ini bisa mempengaruhi produk reksa dana kripto, ETF, dan instrumen investasi terkait yang saat ini beredar.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: diskusi di forum pengembang Bitcoin (mailing list, GitHub) apakah proposal Ben-Sasson mendapat dukungan atau justru ditolak mentah-mentah.
  • Risiko yang perlu dicermati: jika harga Bitcoin bereaksi negatif—turun tajam—dalam beberapa hari ke depan, itu sinyal bahwa pasar khawatir perubahan protokol akan melemahkan narasi kelangkaan.
  • Sinyal penting: pernyataan dari tokoh kunci seperti Michael Saylor atau pengembang inti Bitcoin (misalnya Wladimir van der Laan) akan menentukan arah perdebatan. Jika mereka menolak tegas, usulan ini akan mereda.

Konteks Indonesia

Pasar kripto Indonesia sangat dipengaruhi sentimen global terhadap Bitcoin. Investor ritel lokal, yang mendominasi volume perdagangan, cenderung reaktif terhadap berita fundamental seperti ini. Regulasi Bappebti dan OJK saat ini mengakomodasi perdagangan aset kripto dengan klasifikasi komoditas. Jika Bitcoin berubah secara fundamental, regulator Indonesia mungkin perlu mengevaluasi ulang perlakuan terhadap Bitcoin sebagai aset investasi. Selain itu, saham teknologi di IHSG yang berkorelasi dengan risk appetite global—seperti emiten dengan eksposur blockchain atau fintech—bisa terpengaruh jika sentimen risk-off meluas akibat ketidakpastian ini.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.