Foto: CoinDesk — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.
CEO Atlas Capital Peringatkan Bitcoin Bisa Anjlok 70% Sebelum ke $500.000
Prediksi penurunan ekstrem dari figur kredibel (Roubini) memperkuat sinyal risk-off global yang dapat menekan IHSG, rupiah, dan volume kripto Indonesia.
Ringkasan Eksekutif
Reza Bundy, CEO Atlas Capital dan mitra bisnis ekonom Nouriel Roubini — yang dikenal sebagai 'Dr. Doom' — memperingatkan bahwa Bitcoin berpotensi mengalami penurunan hingga 70% dalam enam bulan ke depan, sebelum akhirnya naik ke kisaran $150.000–$500.000 dalam jangka panjang. Proyeksi ini disampaikan Bundy dalam acara Proof of Talk di Paris. Ia menyebut target bearish di level $26.000–$30.000, didasarkan pada analisis bersama Roubini yang sejak 2017 konsisten menyebut Bitcoin sebagai gelembung dan aset spekulatif murni tanpa nilai fundamental. Bundy menambahkan bahwa jika pasar saham mengalami penurunan setengah dari kedalaman krisis 2008, Bitcoin bisa kehilangan dua kali lipat dari kerugian tersebut.
Kritik utama Bundy: Bitcoin gagal sebagai lindung nilai inflasi dan kini hanya aset berisiko tinggi yang bergerak searah dengan saham teknologi — pandangan serupa dengan miliarder Mark Cuban yang baru-baru ini menjual sebagian besar kepemilikannya.
Mengapa Ini Penting
Prediksi dari figur yang dekat dengan Roubini ini memperkuat narasi bahwa Bitcoin masih sangat volatil dan belum dewasa sebagai aset safe haven. Jika skenario bearish terjadi, efeknya tidak terbatas pada pasar kripto saja — tetapi bisa memicu aksi risk-off global yang lebih luas, mengingat korelasi Bitcoin dengan aset berisiko lainnya, termasuk saham teknologi dan emerging market. Bagi Indonesia, transmisi utamanya melalui sentimen investor global: pelemahan Bitcoin yang tajam dapat mempercepat arus keluar asing dari IHSG dan pasar obligasi, serta menekan volume perdagangan di bursa kripto domestik.
Dampak ke Bisnis
- Pasar kripto Indonesia yang didominasi investor ritel akan terpukul langsung: penurunan harga Bitcoin 70% berarti nilai portofolio pelaku lokal bisa tergerus puluhan persen, memicu aksi jual panik dan penurunan volume transaksi di platform seperti Tokocrypto, Reku, dan Pintu.
- Tekanan risk-off global dapat memperkuat arus keluar modal asing dari pasar saham dan obligasi Indonesia — IHSG yang saat ini berada di 5.840 dan rupiah di Rp18.034 per dolar AS sudah dalam posisi rapuh, sehingga tambahan tekanan jual bisa memperdalam koreksi.
- Emiten yang terpapar langsung ke aset digital, seperti perusahaan penyedia infrastruktur blockchain atau exchange lokal, akan merasakan tekanan pada pendapatan dan valuasi. Namun, dampak ke sektor perbankan dan riil tetap terbatas karena eksposur kripto di Indonesia masih kecil relatif terhadap PDB.
Yang Perlu Dipantau
- Yang perlu dipantau: pergerakan Bitcoin di level $61.800–$60.000 — jika tembus ke bawah, risiko penurunan menuju $26.000–$30.000 semakin nyata; pantau juga outflow ETF spot Bitcoin AS yang sudah 13 hari berturut-turut.
- Risiko yang perlu dicermati: aksi jual simultan di aset berisiko global (saham, kripto) yang dipicu oleh data makro AS lemah atau pernyataan hawkish The Fed — dapat memperkuat tekanan jual asing di IHSG dan pelemahan rupiah.
- Sinyal penting: respons Bank Indonesia terhadap pergerakan rupiah — jika BI perlu intervensi lebih agresif atau menahan suku bunga, hal itu akan menekan likuiditas dan biaya kredit, berdampak ke konsumsi dan investasi domestik.
Konteks Indonesia
Pasar kripto Indonesia yang aktif secara ritel sangat terpengaruh sentimen global. Prediksi bearish ini dapat menekan volume transaksi dan kepercayaan investor kripto lokal. Jika penurunan Bitcoin memicu risk-off global yang lebih luas, IHSG dan rupiah — yang sudah dalam tekanan di level 5.840 dan Rp18.034 — berpotensi mengalami tambahan tekanan jual asing. Namun, dampak langsung ke ekonomi riil masih terbatas karena ukuran pasar kripto Indonesia relatif kecil terhadap PDB.
Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.