23 JUL 2026
Bernstein Bullish Bitcoin Mining, AI-Data Center Deal Tembus $150 Miliar

Foto: Cointelegraph — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

← Kembali
Beranda / Forex & Crypto / Bernstein Bullish Bitcoin Mining, AI-Data Center Deal Tembus $150 Miliar
Forex & Crypto

Bernstein Bullish Bitcoin Mining, AI-Data Center Deal Tembus $150 Miliar

Tim Redaksi Feedberry ·23 Juli 2026 pukul 11.47 · Sumber: Cointelegraph ↗
6 Skor

Sentimen positif untuk aset kripto global dan potensi diversifikasi pendapatan mining, namun dampak langsung ke Indonesia masih terbatas pada sentimen pasar ritel dan belum ada kesepakatan serupa di dalam negeri.

Urgensi
6
Luas Dampak
7
Dampak Indonesia
5

Ringkasan Eksekutif

Bernstein mempertahankan posisi overweight pada sektor pertambangan Bitcoin, dengan alasan kemitraan antara perusahaan mining dan penyedia kecerdasan buatan (AI) menjadi kunci mengatasi keterbatasan daya listrik untuk pusat data AI. Dalam catatan riset terbaru, Bernstein mencatat rata-rata satu kesepakatan baru per pekan selama Juli, dengan total kontrak mencapai 7,5 gigawatt atau setara US$150 miliar dalam perjanjian multi-tahun. Saham perusahaan seperti Hut 8, IREN, dan TeraWulf mencatat kenaikan double-digit setelah mengumumkan kerja sama besar. Hut 8 meneken kontrak sewa 15 tahun senilai US$9,8 miliar untuk kampus pusat data AI, IREN mengumumkan kontrak layanan cloud senilai US$2,8 miliar dengan pengembang AI, dan TeraWulf menandatangani perjanjian 20 tahun dengan Anthropic yang berpotensi menghasilkan pendapatan US$19 miliar.

Yang tidak terlihat dari headline adalah transformasi fundamental model bisnis perusahaan tambang Bitcoin. Sebelumnya, pendapatan mereka sangat bergantung pada volatilitas harga Bitcoin dan hadiah blok. Kini, dengan menyewakan kapasitas listrik dan infrastruktur yang sudah dimiliki, mereka mulai mengamankan aliran pendapatan kontraktual yang lebih stabil dan dapat diprediksi. Ini mengurangi profil risiko dan membuat valuasi mereka lebih mirip perusahaan utilitas digital daripada spekulasi kripto murni. Analis menyebut IREN mulai mengubah keunggulan infrastruktur menjadi pendapatan kontrak yang lebih terprediksi, meskipun risiko eksekusi tetap ada. Dampaknya ke Indonesia bersifat tidak langsung namun strategis.

Pertama, sentimen positif di sektor kripto global dapat mendorong volume perdagangan di bursa kripto lokal seperti Tokocrypto, Indodax, dan Pluang, yang selama ini sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga Bitcoin dan saham terkait. Kedua, potensi investasi pusat data AI di Indonesia masih terbuka lebar, mengingat Indonesia memiliki sumber daya energi geothermal yang melimpah dan lokasi strategis di Asia Tenggara. Namun, belum ada kesepakatan besar seperti di Amerika Serikat yang tercatat. Ketiga, tekanan politik terhadap pembangunan pusat data baru di AS justru membuka peluang bagi negara berkembang untuk menarik investasi AI, termasuk Indonesia.

Mengapa Ini Penting

Berita ini mengubah cara pandang terhadap sektor pertambangan Bitcoin — tidak lagi sekadar spekulasi harga, tetapi menjadi pemasok infrastruktur kritis bagi industri AI yang tumbuh pesat. Jika model ini berhasil, valuasi perusahaan mining akan lebih didasarkan pada kontrak jangka panjang yang stabil, bukan volatilitas kripto. Bagi Indonesia, ini membuka peluang bagi perusahaan energi dan infrastruktur digital untuk menjajaki kemitraan serupa, terutama jika regulasi aset digital dan investasi pusat data diperbaiki. Di sisi lain, pasar kripto Indonesia yang didominasi investor ritel akan sangat sensitif terhadap sentimen positif ini, yang berpotensi meningkatkan volume transaksi dan minat terhadap aset digital.

Dampak ke Bisnis

  • Industri kripto Indonesia: Sentimen positif global dapat mendorong kenaikan harga Bitcoin dan altcoin, yang langsung berdampak pada volume perdagangan di bursa lokal seperti Tokocrypto dan Indodax. Investor ritel yang sudah terbakar harapan pada 2022-2025 bisa kembali tertarik, terutama jika Bitcoin menembus level resistensi US$67.000.
  • Sektor energi dan infrastruktur digital: Kemitraan mining-AI di AS menunjukkan bahwa akses ke listrik murah menjadi komoditas berharga. Perusahaan listrik swasta dan BUMN seperti PLN dan Medco Energi bisa menjadi mitra potensial jika ada investor yang ingin membangun pusat data AI di Indonesia. Namun, belum ada tanda-tanda konkret dari dalam negeri.
  • Tekanan pada sektor AI global: Jika rotasi modal dari saham AI ke kripto semakin nyata, emiten teknologi di IHSG yang terkait rantai pasok AI (contoh: emiten data center) bisa mengalami tekanan jual. Namun, dampaknya masih terbatas karena pasar Indonesia belum memiliki ekosistem AI semasif AS.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: konsistensi inflow ETF Bitcoin AS — jika berlanjut di atas US$200 juta per hari, sentimen bullish akan menguat dan berpotensi mendorong harga Bitcoin ke level baru.
  • Risiko yang perlu dicermati: eskalasi konflik AS-Iran — jika harga minyak Brent menembus US$100 per barel, tekanan inflasi global akan mendorong suku bunga lebih tinggi dan mengurangi minat pada aset berisiko termasuk kripto dan saham.
  • Sinyal penting: respons OJK dan Bappebti terhadap perkembangan regulasi aset digital global — jika ada pelonggaran atau pengakuan eksplisit, sentimen di pasar kripto Indonesia bisa melonjak.

Konteks Indonesia

Bagi Indonesia, dampak utama berita ini bersifat sentimen dan tidak langsung. Pasar kripto Indonesia yang didominasi investor ritel (jumlah investor belasan juta menurut data Bappebti) sangat sensitif terhadap pergerakan harga global. Sentimen positif dari kesepakatan besar di AS dapat mendorong volume perdagangan lokal dan meningkatkan minat terhadap aset digital. Namun, potensi investasi pusat data AI di Indonesia masih terkendala regulasi dan infrastruktur. Rupiah yang saat ini berada di level terlemah dalam setahun (Rp17.910 per dolar AS) membuat biaya impor peralatan data center menjadi lebih mahal. Jika harga minyak terus naik akibat konflik Iran, defisit APBN yang sudah Rp240 triliun per Maret 2026 bisa semakin melebar, mengurangi ruang fiskal untuk insentif investasi teknologi. Sementara itu, IHSG di level 6.315 menunjukkan tekanan yang masih ada, namun sentimen positif kripto bisa menjadi katalis terbatas bagi saham-saham teknologi dan kripto di bursa.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.