16 SEP 2026
Zcash Pertahankan Halving, Waktu Blok Jadi 25 Detik

Foto: Cointelegraph — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

← Kembali
Beranda / Forex & Crypto / Zcash Pertahankan Halving, Waktu Blok Jadi 25 Detik
Forex & Crypto

Zcash Pertahankan Halving, Waktu Blok Jadi 25 Detik

Tim Redaksi Feedberry ·16 September 2026 pukul 11.46 · Sinyal menengah · Sumber: Cointelegraph ↗
4 Skor

Keputusan tata kelola internal Zcash tidak mengubah ekonomi riil Indonesia secara langsung, tetapi menjadi preseden penting bagi cara protokol kripto mengelola kelangkaan token dan anggaran keamanan jaringan — isu yang akan relevan bagi arah regulasi aset digital domestik.

Urgensi
4
Luas Dampak
5
Dampak Indonesia
3
Analisis Data Pasar
Instrumen
ZEC (Zcash)
Perubahan %
3,8% dalam 24 jam
Katalis
  • ·Hasil pemungutan suara pemegang token yang mendukung pemangkasan waktu blok menjadi 25 detik
  • ·Keputusan mempertahankan jadwal penerbitan dan jadwal halving ZEC
  • ·Penundaan reissuance Network Sustainability Mechanism hingga Februari 2031

Ringkasan Eksekutif

Pemegang token Zcash memutuskan mempertahankan jadwal halving dan memangkas waktu blok menjadi 25 detik. Sekitar 99% suara pemegang ZEC mendukung paket tersebut, sekaligus menjaga jadwal penerbitan token dan jadwal halving tetap seperti semula. Artinya, laju penambahan pasokan ZEC baru tidak dipercepat maupun diperlambat. Pemungutan suara ini terpisah dari jajak pendapat ZecHub, Zcash Community Advisory Panel, dan kelompok komunitas lain. Hak suara dibatasi hanya pada ZEC yang dapat dibelanjakan di shielded pool Ironwood pada saat snapshot pengambilan data. Pengembang menargetkan menyelesaikan item final untuk upgrade NU7 pada tenggat 30 September, sementara jadwal aktivasi testnet dan mainnet belum ditetapkan.

Mengapa Ini Penting

Ini bukan sekadar urusan parameter teknis. Komunitas Zcash memilih jalur kredibilitas moneter — mempertahankan jadwal kelangkaan token — ketimbang jalur yang memuluskan penerbitan demi kenyamanan penambang. Pilihan ini menunda, bukan menyelesaikan, pertanyaan paling sulit di jaringan proof-of-work: bagaimana membiayai keamanan jaringan ketika imbalan blok terus menyusut. Hasil tipis di panel penasihat, 57 berbanding 54, menunjukkan konsensus komunitas sebenarnya rapuh.

Dampak ke Bisnis

  • Bagi exchange dan penyedia wallet, termasuk platform ritel di Indonesia yang menyediakan ZEC, perubahan waktu blok menjadi 25 detik mengubah asumsi infrastruktur: kecepatan konfirmasi naik, tetapi kebutuhan sinkronisasi node dan pemantauan shielded pool ikut menyesuaikan. Upgrade ini belum punya jadwal aktivasi, sehingga kesiapan teknis penyedia layanan masih difase ketidakpastian.
  • Penambang ZEC mendapat kepastian jangka pendek karena jadwal halving tidak diganggu, namun insentif jangka panjang tetap menurun sesuai jadwal. Penundaan reissuance Network Sustainability Mechanism hingga Februari 2031 menegaskan bahwa solusi atas anggaran keamanan jaringan belum dieksekusi, hanya diparkir — risiko yang biasanya baru terasa beberapa tahun ke depan, bukan dalam kuartal ini.
  • Yang sering terlewat: preseden tata kelola. Model coinholder vote berbasis saldo di shielded pool tertentu menciptakan bobot suara yang proporsional dengan kepemilikan token. Pola semacam ini akan menjadi bahan rujukan ketika regulator aset digital di Indonesia membahas tata kelola token dan perlindungan pemegang aset ritel, karena menempatkan keputusan protokol pada segelintir pemegang besar.
  • Sekitar 97% pemegang token memilih menunda reissuance NSM hingga Februari 2031 — 2,3 juta ZEC mendukung penundaan, sementara hanya sekitar 70.239 token mendukung dimulai secepatnya. Rasio ini menunjukkan basis pemegang ZEC sangat menghindari perubahan pasokan, sebuah sinyal sentimen yang biasanya menular ke naratif aset digital lain yang menghadapi dilema serupa.

Yang Perlu Dipantau

  • Sinyal penting: tenggat 30 September bagi pengembang untuk merampungkan seluruh item NU7 — jika terlampaui, jadwal aktivasi Zcash bergeser dan ketidakpastian teknis berlanjut lebih lama.
  • Yang perlu dipantau: penetapan jadwal aktivasi testnet dan mainnet — selama belum ditetapkan, exchange dan penyedia wallet tidak dapat merencanakan pembaruan infrastruktur, dan ketidakpastian ini biasanya tercermin pada volatilitas harga ZEC di pasar sekunder.
  • Risiko yang perlu dicermati: implikasi jangka panjang dari penundaan NSM hingga Februari 2031 — mekanisme yang membakar dan mendaur ulang 60% biaya transaksi ke imbalan blok tanpa melampaui batas 21 juta token itu ditunda, sehingga persoalan kecukupan insentif penambang tetap terbuka.
  • Sinyal yang perlu diawasi: kondisi risk appetite global — dengan VIX di kisaran 17 dan imbal hasil US Treasury 10 tahun di 4,97%, selera risiko investor masih rentan berubah; pergeseran ke mode risk-off umumnya menekan aset digital dan saham teknologi lebih dulu.

Konteks Indonesia

Keputusan tata kelola Zcash tidak berdampak langsung ke ekonomi riil Indonesia. Relevansinya bersifat tidak langsung melalui dua jalur. Pertama, pasar kripto Indonesia didominasi investor ritel dan diatur Bappebti serta OJK; perubahan parameter jaringan pada aset yang diperdagangkan di platform domestik memengaruhi kesiapan teknis exchange lokal dan pengalaman pengguna, terutama menyangkut kecepatan konfirmasi transaksi. Kedua, diskusi internal komunitas Zcash tentang cara membiayai keamanan jaringan dan membatasi pasokan token menyentuh isu yang sama dengan agenda regulasi aset digital di Indonesia: tata kelola, transparansi penerbitan, dan perlindungan pemegang aset ritel. Dampaknya pada IHSG, rupiah, atau neraca pembayaran tidak teridentifikasi dari sumber ini.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.