8 JUN 2026
XRP Terkoreksi ke $1,10 – Likuidasi Paksa Picu Aksi Jual Multi-Bulan

Foto: CoinDesk — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

← Kembali
Beranda / Forex & Crypto / XRP Terkoreksi ke $1,10 – Likuidasi Paksa Picu Aksi Jual Multi-Bulan
Forex & Crypto

XRP Terkoreksi ke $1,10 – Likuidasi Paksa Picu Aksi Jual Multi-Bulan

Tim Redaksi Feedberry ·5 Juni 2026 pukul 14.53 · Sumber: CoinDesk ↗
5 Skor

Koreksi XRP terjadi dengan volume likuidasi tinggi, mencerminkan risk-off global yang dapat menekan aset berisiko di Indonesia meski dampak langsung ke ekonomi riil terbatas.

Urgensi
6
Luas Dampak
5
Dampak Indonesia
4

Ringkasan Eksekutif

XRP mengalami tekanan jual signifikan, turun 5% dalam 24 jam terakhir dan menembus support $1,20 dengan volume tinggi yang mengindikasikan likuidasi paksa. Token ini sempat menyentuh level terendah multi-bulan di $1,09 sebelum sedikit pulih ke kisaran $1,10–$1,11. Pergerakan ini terjadi di tengah memburuknya sentimen pasar kripto global, tercermin dari Fear & Greed Index yang jatuh ke zona extreme fear. Menariknya, aliran dana ke XRP ETF justru mencatatkan inflow bersih sekitar US$4 juta pada hari yang sama, setelah mengalami outflow pertama dalam tiga pekan terakhir. Secara kumulatif, XRP ETF telah menyerap sekitar US$1,5 miliar. Namun, tekanan jual tetap dominan karena likuidasi paksa mengalahkan minat beli institusional. Dari sisi teknikal, level $1,09–$1,10 saat ini menjadi support paling kritis.

Jika ditembus, target berikutnya berada di area yang lebih rendah. Sebaliknya, pemulihan di atas $1,13–$1,15 diperlukan untuk mengubah bias bearish jangka pendek. Relative Strength Index (RSI) mingguan XRP telah mencapai level oversold terdalam dalam beberapa tahun, yang secara historis kerap muncul mendekati dasar siklus besar. Meski demikian, oversold tidak otomatis berarti bullish — pasar dapat tetap tertekan dalam tren likuidasi. Faktor eksternal turut memperburuk tekanan. Di pasar saham AS, indeks semikonduktor PHLX anjlok 8,5% pada Jumat lalu, menghapus lebih dari US$1 triliun kapitalisasi pasar, dipicu laporan pendapatan Broadcom yang mengecewakan. Aksi jual besar-besaran di saham teknologi AS memperkuat sentiment risk-off global, yang kemudian merembet ke aset kripto.

Bagi Indonesia, dampak koreksi XRP perlu dibaca dalam konteks risk appetite global yang menyempit. Rupiah saat ini berada di level Rp18.015 per dolar AS — melemah signifikan — sementara imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun di 4,47% masih menarik capital outflow dari emerging market. Kombinasi dolar kuat, yield tinggi, dan risk-off global membuat aset berisiko seperti kripto dan saham teknologi di BEI tertekan secara psikologis. Pelaku pasar Indonesia perlu mencermati apakah koreksi XRP ini bersifat sementara atau awal dari penurunan lebih dalam.

Mengapa Ini Penting

Koreksi XRP bukan sekadar gejolak kripto biasa, melainkan sinyal bahwa risk-off global sedang menguat. Ini relevan bagi Indonesia karena dapat memicu aksi jual asing di IHSG dan SBN, memperlemah rupiah, serta menekan sektor teknologi yang masih dalam fase pemulihan. Investor yang memiliki eksposur ke aset kripto atau saham teknologi harus mewaspadai potensi penularan sentimen negatif.

Dampak ke Bisnis

  • Investor kripto Indonesia (ritel dan institusi) menghadapi tekanan portofolio signifikan. Koreksi XRP yang tajam bisa memicu aksi jual panik di exchange lokal seperti Tokocrypto, Indodax, dan Pintu, menekan harga aset kripto lainnya termasuk Bitcoin.
  • Emiten teknologi di BEI yang terafiliasi dengan ekosistem digital atau blockchain (misal emiten dengan aset kripto di neraca) bisa terkena sentimen negatif secara psikologis, meski fundamentalnya berbeda. Saham sektor teknologi biasanya lebih volatil saat risk-off.
  • Pelemahan kripto dan risk-off global memperkuat tekanan terhadap rupiah yang sudah berada di level lemah (Rp18.015). Jika capital outflow dari portofolio asing berlanjut, BI mungkin perlu intervensi lebih agresif, membatasi ruang pelonggaran moneter tahun ini.
  • Bagi perusahaan yang menerima pembayaran dalam kripto atau memiliki treasury aset digital, koreksi ini meningkatkan risiko nilai tukar dan likuiditas. Perlu diwaspadai potensi penurunan nilai aset yang memengaruhi laporan keuangan.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: level support $1,09–$1,10 XRP. Jika ditembus dengan volume tinggi, target berikutnya di $1,00–$1,05. Sebaliknya, bounce di atas $1,13 akan menjadi sinyal awal pemulihan.
  • Risiko yang perlu dicermati: data inflasi AS pekan depan. Jika CPI tetap tinggi di atas 3%, ekspektasi penurunan suku bunga The Fed semakin tertunda, membuat dolar tetap kuat dan menekan aset berisiko termasuk kripto dan pasar emerging.
  • Sinyal penting: arus dana XRP ETF dalam 1-2 pekan ke depan. Jika inflow berlanjut meski harga turun, itu menandakan akumulasi institusional. Sebaliknya, outflow besar bisa memperdalam koreksi.

Konteks Indonesia

XRP merupakan salah satu aset kripto yang aktif diperdagangkan di Indonesia melalui exchange lokal yang terdaftar di Bappebti. Koreksi harga XRP yang tajam mencerminkan memburuknya risk appetite global, yang berpotensi memicu capital outflow dari emerging market termasuk Indonesia. Pelemahan rupiah ke Rp18.015 per dolar AS sudah menunjukkan tekanan, dan jika risk-off berlanjut, IHSG dan SBN berisiko terkoreksi. Selain itu, volatilitas kripto dapat memengaruhi minat investor ritel Indonesia yang cukup aktif di aset digital, serta berimplikasi pada pendapatan exchange lokal yang bergantung pada volume transaksi.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.