26 MEI 2026
XRP Jatuh di Bawah $1,35 — Support $1,30 Jadi Uji Kunci

Foto: CoinDesk — Gambar diambil dari sumber artikel asli untuk menghindari kesalahan informasi visual.

← Kembali
Beranda / Forex & Crypto / XRP Jatuh di Bawah $1,35 — Support $1,30 Jadi Uji Kunci
Forex & Crypto

XRP Jatuh di Bawah $1,35 — Support $1,30 Jadi Uji Kunci

Tim Redaksi Feedberry ·26 Mei 2026 pukul 05.08 · Sumber: CoinDesk ↗
6 Skor

Tekanan pada XRP mencerminkan risk-off global yang sudah terlihat di Bitcoin dan Ethereum, berpotensi memperkuat outflow asing di IHSG dan SBN serta menekan rupiah yang sudah lemah.

Urgensi
6
Luas Dampak
5
Dampak Indonesia
7

Ringkasan Eksekutif

XRP kehilangan area support penting setelah gagal breakout di sekitar $1,3620 dan turun ke $1,3366 dalam 24 jam terakhir. Penembusan di bawah $1,35 memperkuat momentum bearish jangka pendek, dengan fokus trader kini beralih ke zona support $1,30–$1,31. Jika level itu tembus, beberapa analis membuka skenario koreksi menuju $1,14. Aktivitas whale ikut meredup — transaksi besar turun lebih dari 57% dalam sembilan hari terakhir, menandakan minat institusi yang surut. CME Group bersiap meluncurkan futures XRP 24/7 bulan ini, yang bisa meningkatkan volatilitas dan likuiditas, tetapi untuk saat ini tekanan jual masih mendominasi. Pergerakan XRP tidak bisa dilepaskan dari tekanan lebih luas di pasar kripto.

Bitcoin tertekan di $77.700 dengan support $75.000 sebagai uji kunci, sementara Ethereum menghadapi risiko koreksi ke $1.075 jika $2.000 tembus. Faktor utamanya adalah kenaikan imbal hasil obligasi AS tenor 30 tahun yang menembus 5%, meningkatkan opportunity cost aset non-yielding. Probabilitas kenaikan suku bunga Fed pada September melonjak dari 0% menjadi 37%, dan outflow dari spot Bitcoin ETF AS mencapai sekitar $2,07 miliar dalam dua pekan terakhir. Artinya, sentimen risk-off global sedang kuat dan belum menunjukkan tanda mereda. Bagi Indonesia, pelemahan kripto ini memiliki transmisi tidak langsung namun signifikan.

Pertama, risk appetite global yang menurun cenderung memicu aksi jual asing di pasar saham dan obligasi Indonesia — apalagi dengan rupiah yang sudah berada di level 17.785 per dolar AS dan IHSG yang baru saja mengalami koreksi dalam ke 6.150. Kedua, Indonesia memiliki basis investor ritel kripto yang aktif; tekanan harga dapat memicu aksi jual dan mengurangi likuiditas di bursa kripto lokal, yang pada gilirannya bisa menekan konsumsi dan tabungan rumah tangga. Ketiga, sinyal dari pasar kripto sering menjadi leading indicator bagi aset berisiko lain — jika kripto terus tertekan, potensi outflow dari emerging market semakin besar.

Mengapa Ini Penting

Pelemahan XRP dan kripto secara luas adalah indikator risk appetite global yang sedang memburuk. Bagi Indonesia, ini dapat memperkuat tekanan jual asing di IHSG dan SBN yang sudah terjadi, serta menambah tekanan pada rupiah yang berada di level terlemah. Tanpa katalis positif baru, kombinasi ini bisa memperpanjang koreksi pasar ke level yang lebih dalam.

Dampak ke Bisnis

  • Sentimen risk-off global yang terlihat dari kripto dapat mempercepat outflow asing dari saham-saham blue chip LQ45 dan SBN, terutama di tengah rupiah yang lemah dan IHSG yang sudah terkoreksi.
  • Investor ritel kripto Indonesia — yang basisnya aktif — menghadapi potensi kerugian unrealized dan tekanan likuiditas, yang bisa mengurangi daya beli dan konsumsi rumah tangga dalam jangka pendek.
  • Emiten teknologi di BEI yang berkorelasi dengan ekosistem kripto (seperti exchange lokal atau perusahaan pembayaran digital) bisa mengalami tekanan saham tambahan, meskipun fundamental bisnisnya mungkin tidak berubah.

Yang Perlu Dipantau

  • Yang perlu dipantau: level support XRP $1,30–$1,31 — jika tembus, tekanan jual kripto semakin dalam dan berpotensi memperluas risk-off ke aset emerging market termasuk Indonesia.
  • Risiko yang perlu dicermati: rilis notulen FOMC pekan depan — jika hawkish, ekspektasi suku bunga tinggi bertahan, dolar menguat, dan tekanan pada rupiah serta IHSG meningkat.
  • Sinyal penting: arus net foreign flow harian di BEI — outflow berkelanjutan akan mengonfirmasi bahwa tekanan kripto merambah ke pasar saham Indonesia.

Konteks Indonesia

Pelemahan XRP mencerminkan tekanan risk-off global yang juga terlihat pada Bitcoin dan Ethereum. Bagi Indonesia, sentimen ini dapat memperkuat outflow asing dari pasar saham dan obligasi, serta menekan rupiah yang sudah di level 17.785 per dolar AS. Pasar kripto Indonesia yang didominasi investor ritel aktif rentan terhadap tekanan jual, yang bisa berdampak pada konsumsi rumah tangga dan likuiditas bursa kripto lokal.

Konteks Indonesia

Pelemahan XRP mencerminkan tekanan risk-off global yang juga terlihat pada Bitcoin dan Ethereum. Bagi Indonesia, sentimen ini dapat memperkuat outflow asing dari pasar saham dan obligasi, serta menekan rupiah yang sudah di level 17.785 per dolar AS. Pasar kripto Indonesia yang didominasi investor ritel aktif rentan terhadap tekanan jual, yang bisa berdampak pada konsumsi rumah tangga dan likuiditas bursa kripto lokal.

Analisis ini dibuat oleh sistem AI Feedberry berdasarkan sumber berita publik dan tidak merupakan saran investasi atau keputusan bisnis. Selalu verifikasi dengan sumber primer.